Tampilkan postingan dengan label Ide. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ide. Tampilkan semua postingan

29 Maret 2015

Wishlist to Bukalapak



Sejak promosi gencar-gencaran di lini media sosialku, banyak teman yang merespon positif dagangan yang saya pampang di bukalapak. Namun rata-rata mereka agak malas ketika proses jual belinya sedikit ribet.

Di sisi konsumen, "birokrasi" yang diterapkan Bukalapak --yang musti transfer via bank ke rekening Bukalapak dan setiap item kena charge ongkos kirim, karena opsi jasa pengiriman memakai pihak ketiga-- sedikit menghambat antusiasme pembeli offline. Khususnya teman-teman dekat yang setiap hari bisa bertatap muka.

Coba bayangkan ini. Anda sangat tertarik salah satu desain kaos Islami dagangan saya dan hendak membelinya. Setelah klik tombol "beli" di situs Bukalapak, kemudian diminta transfer sejumlah harga bandrol ditambah ongkos kirim sesuai alamat dan jasa kurir yang dipilih. Lha, padahal Anda sedang bertatap muka dengan saya. Kan jadinya lucu. Okelah prosedur transfer bisa dilakukan saat itu juga dengan fasilitas M-Banking nya, namun ketika Anda hendak membawa pulang barang itu, Anda musti menunggu setelah saya packing dan kirim via jasa kurir. Baru besoknya nyampai ke tangan Anda... Lucu sekali bukan?

Karena itu saya, selaku pengguna jasa lapak online di Bukalapak, sangat berharap ada opsi "Hand to Hand" di moda pengiriman barang. Sehingga, setelah konfirmasi transfer diklik di Bukalapak, pembeli offline bisa langsung membawa pulang barangnya, tidak perlu menunggu saya packing dan kirim via kurir. (Mana tahaan, sudah keburu mau dipakai nih... he...)

Selanjutnya sebelum pembeli itu beranjak dari hadapan saya, saya bisa sekaligus meminta budi baiknya untuk mengklik konfirmasi barang telah diterima dan mengisi kolom feedback positifnya... Karena inilah keuntungan non finansial yang sangat diharapkan di bisnis online, khususnya Bukalapak.

04 Desember 2013

Kalender SEFT®



Tiba-tiba saja ketika Andrew menyodorkan jadual TS (Training SEFT) sepanjang tahun 2014 pekan lalu, bola lampu di kepalaku berpijar sangat terang. Dan ide itu pun langsung bermunculan... Cling! cling! cling!

Terbayang di mataku, sebuah kalender SEFT yang berisikan informasi-informasi penting seputar SEFT, entah dari mana nanti mengambilnya. Dan yang paling penting, di sana nanti terpampang Jadual Setahun TS di seluruh Indonesia! Ini adalah ruh kalenderku nanti. Ya, jualannya memang di situ sih... He...


Setelah melalui perenungan dan kerja marathon menuangkan ide ke atas "canvas" digitalku, akhirnya rampung sudah desain kalendernya seperti ini. Kalender triwulanan, yang bahan dasarnya dari buku SEFT karya foundernya, Ahmad Faiz Zainuddin. Di bawah tiap lembarnya, terpampang dengan jelas, Jadual TS di seluruh Indonesia, sesuai bulan tersebut. Memudahkan para calon peserta dan alumni melihat di kota mana saja TS dilangsungkan.

Dan hari ini, sejak dua hari lalu saya masukkan percetakan, kalendernya sudah selesai naik cetak semua. Semoga besok sudah rampung proses finishing klemnya. Terima kasih Yaa Robbi... izinkan hamba mengikuti TS yang ilmunya nanti hamba niatkan untuk kemaslahatan ummat, khususnya kebutuhan di Pondok SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan, dengan modal jualan kalender.

Kalau istilahnya para alumni TS, mari kita lakukan DeepSEFT untuk kalender ini. Supaya apa? Ya, supaya laris lah. Supaya sesuai dengan keinginan waktu kalender ini hendak dibuat. Apa saja tuh? Pertama, kalender ini laris manis dan menuai laba yang banyak. Kedua, dari laba itu bisa untuk membiayai TS yang hendak saya ikuti. Yang menurut ukuran kocek saya cukup berat, 3,5 juta. Ketiga, agar kalender ini nanti, membawa manfaat sebesar-besarnya bagi pembelinya dan orang-orang yang menggunakannya.

O ya pemirsa, sejatinya desain kalender ini asli karya saya, namun saya tidak mau mengangkanginya sendiri, toh hak cipta sejati ada di tangan Allah SWT Sang Maha Desainer. En toh saya juga mencomot foto-foto yang ada di internet, yang nota bene milik orang lain. Sehingga Anda saya persilakan mendownload kalender ini dan mengeprin untuk kebutuhan Anda sendiri. Namun, jika kurang puas dan ingin membelinya (semoga saja masih ada stok), bisa menghubungi saya di nomor Whatsapp 0819678518, atau invite pin BB saya 2936A53A.

15 Desember 2011

Mari Berhemat Bandwith

Pernah bergabung dalam suatu milis, Pembaca? Saya yakin, sebagian besar Anda pasti pernah atau sedang mengikuti sebuah (atau bahkan beberapa) milis. Entah itu milis umum, milis yang membahas bidang ilmu tertentu, milis agama, hobi, organinsasi, ataupun yang lainnya.

Menurut situs Wikipedia, milis (bahasa Inggris: mailing list) adalah grup diskusi di Internet di mana setiap orang bisa berlangganan dan berikutserta di dalamnya. Anggota milis dapat membaca surat dari orang lain dan kemudian mengirimkan balasannya. Secara sederhana, milis adalah sebuah daftar alamat surat elektronik yang mempunyai kesukaan/kepentingan yang sama.

Saat seseorang mengirimkan surat yang kemudian dikirimkan ke semua orang yang terdapat di dalam daftar, penerima pesan memiliki kebebasan untuk membalas topik diskusi tersebut atau tidak. Setiap kali ada orang membalas sebuah surat, surat tersebut disalurkan ke setiap kotak surat masing-masing orang yang terdapat di dalam daftar. Semua proses ini diatur oleh sebuah program yang dinamakan Mailing List Manager (MLM's) atau Mail Servers.

Ada interest tertentu yang melatari kita mengikuti sebuah milis. Saat ini saya tak hendak membincangkan mengenai milis apa kesukaan Anda itu. Saya hanya ingin menyampaikan hal ringan yang kadang luput dari perhatian kita.

Mungkin Anda pernah merasa terganggu pada email balasan atas sebuah topik di milis? Apalagi jika komentarnya OOT alias out of topic, melenceng jauh di luar topik pembicaraan. Yang menyebalkan, komentarnya hanya sedikit, namun 'ekor'nya panjang minta ampun. Maksudnya, ia hanya mengomentari bagian tertentu dari topik itu, dengan menyertakan semua batang tubuh email aslinya. Lebih parahnya lagi, kemudian komentar balasan bersahut-sahutan dengan tidak menghapus email sebelumnya. Akibatnya, replay atas replay bertumpuk hingga panjang.

Ketahuilah, dengan tidak menghapus bagian email yang tidak ada urgensinya dikomentari, sesungguhnya kita telah melakukan pemborosan. Terlebih ketika kita membalas dari balasannya balasan anggota milis yang lain, yang semuanya menyertakan batang tubuh email awal beserta balasan sebelumnya, maka semakin besar pemakaian bandwith kita, yang sejatinya itu tidak diperlukan.

"Bandwidth dalam ilmu komputer adalah suatu penghitungan konsumsi data yang tersedia pada suatu telekomunikasi. Dihitung dalam satuan bits per seconds (bit per detik)." (Wikipedia).

Ini bisa saya analogikan dengan pembuluh darah kita. Bandwith adalah 'pembuluh darah'-nya sedangkan lalu lintas data kita adalah 'darah'nya. Jika semua anggota milis berperilaku boros seperti itu, maka 'pembuluh darah' yang seharusnya cukup lancar dilewati 'darah' kita, menjadi 'sesak' oleh 'kolesterol-kolesterol' yang tidak bermanfaat itu. Akibatnya, jelas sangat menyiksa bagi anggota milis yang 'pembuluh darah'-nya sempit. Mungkin Anda yang dianugerahi 'pembuluh darah' berkapasitas besar tidak merasakan hal ini.

Mari kita berhitung, jika satu ketukan papan ketik kita alias satu karakter sama dengan satu bit data, maka rata-rata email yang memuat 500 karakter itu identik dengan 500 bit (anggap saja 0,5 Kb data). Jika ada 10 orang saja me-replay-nya, maka jumlah arus datanya menjadi 5000 bit atau setara dengan 5 Kb. Bayangkan, jika ada jutaan miliser pemboros, maka berapa Tera bit data yang mubadzir?

Padahal agar suatu komputer dapat bekerja, pastinya membutuhkan energi. Demikian juga aktivitas berinternet kita, pasti membutuhkan energi. Saya belum tahu, berapa angka pasti kebutuhan energi ini. Yang jelas, jika ilustrasi di atas kita gandakan dengan faktor pengali yang berupa: jumlah miliser yang online dan jumlah postingan perdetik, di seluruh dunia, maka kita akan tercengang dibuatnya.

Gamblangnya, jika kita ingin mengomentari bagian A pada email teman kita, maka hapuslah bagian B, C, D dan seterusnya yang tidak perlu. Atau bila boleh saya menyarankan, sebaiknya ketika hendak me-replay sebuah topik, hapuslah semua teks yang muncul pada jendela replay Anda. Sehingga hal ini akan menghemat pemakaian bandwith kita.

Atau bisa saya sodori tips ini: klik [reply], tekan [Ctrl+A], tekan [del], lantas tulislah balasan itu...
Selamat bermilisria, dan mari berhemat!

[dipublikasikan juga di: Kompasiana]

19 Oktober 2011

Tren Penulisan Alamat Masa Depan

Kepada Yth.
Bp. Nurhadi SA
Jl. Masjid Darul Falah Gg. 1 No. 11
Rt. 18 Rw. 2 Kampung Baru Podo
Kecamatan Kedungwuni
Kabupaten Pekalongan
Kode Pos 51173

Walaaah... alamate ndesoo!!
Hehe... yah, begitulah alamat lengkap ane, ndeso dan...
Penulisan alamat model begini memang ndeso alias out of date
Bro & Sis, ke depannya ane ramalkan penulisan alamat tidak serumit itu deh. Ane yakin jika Bro & Sis yang bukan orang Pekalongan disuruh mencari alamat di atas, peluang nyasarnya besar.

Bagaimana jika ane kasih alamat begini:

Kepada Yth.: Bp. Nurhadi SA
@ Latitude: S6*57,606' ; Longitude: E109*39,091'

Ane jamin pasti nyampe deh (tentunya dipandu GPS dong...). Dan sepertinya, pada masa yang akan datang, pak Pos (jika pun masih diminati) atau jasa kurir akan lebih senang mencari alamat berupa koordinat garis lintang dan garis bujur ini.

Penampakan di GPS, rumah ane seperti ini nih:














Wajah rumah ane (foto by Jundi, anakku)

17 Oktober 2011

Tips Mengatasi Lupa Jumlah Rokaat

Sebelumnya ane sampaikan, bahwa tips ini hanya efektif untuk: sholat sunnah dengan bilangan rokaat yang banyak dan dilakukan sendirian (artinya tidak berjama'ah). Misalnya sholat tahajud dan sholat dhuha.

Ide ini muncul karena dilatari pengalaman pribadi yang sering lupa, sudah berapa rokaat sholatku ini ya? Biasanya saat sholat dhuha. Maklum, agak tergesa melakukan aktivitas harian. Jadi agak nggak konsen pada rokaat.

Akhirnya ane siasati begini. Untuk sholat 8 rokaat, ane bagi jadi 2 rokaat satu salam, sehingga total ada 4 kali salam. Pada saat takbiratul ikhrom set pertama, ane berdiri di pojok kanan shof terdepan di masjid yang biasa ane sholat. Kemudian setelah salam, untuk set kedua, ane bergeser satu ubin ke kiri. Begitu seterusnya untuk set rokaat ketiga dan keempat. Nah, untuk surat yang dibaca setelah al-Fatihah, biar mudah mengingat, baca saja Adh-Dhuha atau Asy-Syams pada setiap rokaat pertama dan Al-Insyiroh pada rokaat kedua. Sehingga jika lupa bilangan rokaat, Bro & Sis tinggal lihat, pada ubin ke berapakah Antum berdiri sekarang? Mudah kan?

Nah, modifikasi tips ini bisa berupa: arah pergeseran, dari kiri ke kanan, atau dari shof terdepan ke belakang atau sebaliknya. Bisa juga menggunakan 1 blok karpet masjid motif sajadah bergandeng untuk tiap set (2 rokaat). Sehingga jika sudah pindah tiga blok (ke kanan, kiri, depan, belakang) berarti Antum sudah genap 8 rokaat. Untuk bilangan lain, tinggal kalikan saja...

Semoga bermanfaat.

28 September 2011

Poligami Yuuks...

Sorry para Sister, judul ini mungkin langsung menohok ulu hati sampeyan semua. Tapi suer, tidak ada maksud apa-apa kecuali ingin berceloteh seobyektif mungkin. Walau ini sulit ane rasa. Karena posisi ane di pihak laki-laki.

Ala kulli haal, sebenarnya sudah lama ane pengin posting bab poligami ini. Namun baru dapat kesempatan sekarang. Baiklah, kita mulai sekarang.

Ane yakin, Bro & Sis sama-sama sepakat, jika poligami ini adalah hal yang dibolehkan dalam Islam. Jadi, yang ngaku muslim mustinya tidak mendebatnya. Oke, oke, tentang persyaratan yang berat dan lain-lain yang diselenggarakan secara seksama (eh, nglantur) memang itu diwajibkan, dan tidak usah diperdebatkan pula. Cuma satu hal yang ingin ane kemukakan, bahwa manfaat poligami itu akan sangat banyak. Tidak hanya bagi pihak laki-laki, pun bagi para wanita juga dapat bagiannya. He...

Mari kita lihat ilustrasi berikut ini.

Ada sepasang pasutri yang keduanya aktivis dakwah. Dan jamaknya keluarga aktivis, rata-rata mereka tidak takut punya banyak anak. Karena mereka meyakini, bahwa nabinya, sosok panutan dan tauladannya, kelak akan membanggakannya di hadapan ummat lain. Mereka lebih bersemangat lagi, karena dengan jumlah anak yang banyak, akan menjadi saham dalam proses kejayaan Islam. Tentang bagaimana kepayahan memberi makan, pendidikan, dan kebutuhan lainnya, mereka sangat yakin bahwa Tuhannya adalah Allah SWT yang Maha Pencipta Rezeki, Maha Pemurah, Maha Bijaksana, Maha Memberi dan lain-lain.

Baru akan menjadi masalah ketika keduanya harus berjihad di medan dakwah dalam waktu bersamaan, sementara anak-anak tidak ada yang membersamainya di rumah. Dan biasanya keluarga aktivis, mereka masih memiliki anak usia balita, yang masih butuh pengasuhan. Bagi keluarga yang memiliki 'karyawati' (orang lain menyebutnya pembantu), mungkin agak tidak masalah. Namun menurut hemat ane, peran sang 'karyawati' tadi tidak bisa sepenuhnya 'dipercaya' (ma'af, karena sebagian besar mereka adalah pekerja sektor non formal dengan latar belakang pendidikan rendah dan pengetahuan agama yang minim). Jadi ini akan 'berbahaya' bagi perkembangan anak-anak aktivis dalam kacamata 'saham kejayaan Islam'.

Nah, dengan berpoligami, maka ketika suami & istri sedang beraktivitas di luar yang tidak memungkinkan membawa serta sang anak, maka sang buah hati akan aman di rumah istri kedua (atau ketiga dan keempat). Poligami yang memahami prinsip tafahum (saling memahami) yang kemudian sampai pada level ta'awun (saling menolong) inilah yang ane maksudkan. Jadi masing-masing istri mendudukkan posisi anak suami dari istri lainnya setara anak kandungnya sendiri. Sehingga ketika salah satu istri harus meninggalkan anak-anaknya, akan terbantu oleh 'kolega'nya. Akhirnya masing-masing istri merasa aman akan pendidikan dan penjagaan akhlaq sang buah hati karena berada di 'tangan' yang benar, yang sefikroh (se-visi-misi).

Bro & Sis, sungguh indah rasanya jika masing-masing kita bisa memahami peran dan fungsinya. Para Bro sudah paham? Maka jangan takut berpoligami. Para Sis sudah paham? Maka, poligami yuuks...

Eiits... Jangan emosi dong...

20 September 2011

Doa Naik Kendaraan


 
“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

atau yang singkat seperti ini:


"Dengan nama Allah, yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku Pemaaf dan Pengasih.” 

Itu doa naik kendaraan yang biasanya diajarkan di TK-TK Islam. Namun kalau ane hendak berkendara, maka do'anya tidak cukup itu saja. Biasanya ane menambahinya dengan redaksi yang customized, begini bunyinya:

"Yaa Robb 'ala kulli syai-in qodiir, tundukkanlah kendaraan ini dalam pengendalian hamba, dan tiadalah pengendalian hamba ini kecuali atas ridho dan kuasa-Mu.
Yaa Robb 'ala kulli syai-in qodiir, jadikanlah hamba dan pihak lain saling melihat dan terlihat, dan jadikanlah hamba dan pihak lain saling sigap dalam mengantisipasi setiap potensi benturan.
Yaa Muhaimin Yaa Salaam, hamba berlindung dari potensi musibah perjalanan darat, dan dari kecerobohan hamba dan pihak lain, serta dari keausan kendaraan ini dan kendaraan pihak lain. Aamiin..."

Biasanya kalau bepergiannya membonceng atau naik angkutan umum, maka kata "hamba" ane ganti "pak supir" atau nama orang yang mengendalikan kendaraannya. Pun ketika perjalanannya via matra lain, misal laut atau udara, maka kata "darat" tinggal diganti aja. Bro & Sis boleh meniru, menambahi atau bahkan meninggalkannya. Toh itu kreasi ane sendiri, yang tidak berdasar hadits maupun Qur'an. Itu dilatarbelakangi oleh kondisi di lapangan yang sering ane jumpai. Bahwa musibah (kecelakaan di jalan raya) tidak selamanya karena faktor kelalaian kita, namun juga bisa disebabkan oleh kecerobohan orang lain (yang saya istilahkan dengan "pihak lain" dalam doa di atas) serta faktor-faktor yang "di luar kendali kita". Wallahu a'lam bish showab.

15 Maret 2011

10 Wasiat Hasan Al Banna

Lagu : Tombo Ati by Opick
Syair : by Nurhadi
================================

Hasan Al Banna telah mewasiatkan
Yang pertama: sholat saat dengar adzan
Yang kedua: baca, telaah dan dengarkan Al-Qur'an
Yang ketiga: bahasa Arab fasihkan

Yang keempat: janganlah suka berdebat
Yang kelima: sedikitkanlah tertawa
Yang keenam: hindari senda gurau yang berlebihan
Yang ketujuh: rendahkanlah suaramu

Kedelapan: ghibah jangan dilakukan
Kesembilan: jangan sungkan berkenalan
Kesepuluh: efektifkanlah waktumu
Insya Allah, Allah 'kan meridhoimu


----------------------------------------------
Bro & Sis, syair lagu di atas ane gubah pada Senin, 7 Desember 2009. "Asbabul wurud"nya karena waktu itu didaulat untuk ngisi taujih pada Jalsah Ruhiyah DPD PKS Kabupaten Batang. Maka dengan sistem kebut semalem, jadilah gubahan lagu ini... Semoga bisa untuk bahan rengeng-rengeng (bersenandung) antum di kala suntuk....

22 Maret 2010

Megono dan Teknologi

Bro & Sis,
Tahukah Anda, makhluk apakah “megono” itu? Megono adalah salah satu makanan khas dari Pekalongan. Terbuat dari buah nangka muda yang dicacah lembut dan diberi rempah-rempah untuk selanjutnya dimasak dengan cara dikukus. Biasanya megono berfungsi sebagai pelengkap, bukan makanan pokok. Namun walau demikian, bagi orang Pekalongan sarapan tanpa megono seraya makan sayur tanpa garam. Jadi walau fungsinya hanya sekedar pelengkap, namun kehadirannya adalah suatu keniscayaan. Bahkan saking urgennya, masyarakat Pekalongan sampai menyimbolkan sarapannya dengan STM, sego-tempe-megono.
Lantas, apa pula maksud judul posting ini? Hehe… ini sih just kidding aja. Biar kelihatan keren gitu. Gara-gara membaca berita di Republika Rabu (17/2/2010) yang berjuluk “Nokia dan Intel Hadang Microsoft cs.” Di sana ditulis bahwa pada pameran telepon genggam terbesar di dunia yang digelar di Barcelona, Spanyol, pada 15-18 Februari 2010, Nokia dan Intel meluncurkan produk bersamanya yang diberi nama MeeGo. Itu semacam platform sistem operasi baru pada smartphone untuk menyaingi Windows Mobile 7-nya Microsoft, Androidnya Google dan lainnya.
“Nokia dan intel berkongsi untuk meraih dominasi dalam bisnis piranti lunak smartphone di bisnis telekomunikasi dunia. Hal itu diwujudkan dalam merger yang dilakukan terhadap perangkat lunak Linux Maemo yang digunakan dalam ponsel tipe N900 dengan produk intel MOBLIN, yang juga beroperasi dalam sistem Linux guna menghasilkan platform baru mereka, MeeGo,” demikian paragraf penjelasnya.
Ane jadi tergoda untuk mengkhayalkan, jangan-jangan para CEO Nokia dan Intel pernah ‘terdampar’ di Pekalongan, dan sempat mampir di sebuah warungnya lantas mencicipi “kearifan lokal” di sana yang bernama megono itu tadi. Nah, saking berkesannya dengan makanan khas itu, mereka terinispirasi dengan fungsi strategis megono walau tampilannya sederhana. Maka diangkatlah “megono” yang 100% asli produk lokal Pekalongan, menjadi ikon platform baru mereka. Namun karena suku kata terakhirnya kurang mendukung (MeGo-NO), maka dihilangkanlah! Alih-alih mengganti MeGo-YES yang kurang marketable, lebih baik diambil “MeGo” nya saja. Dan biar lebih keren lagi ditulis: MeeGo!
Ini sekedar celoteh, lho!

30 Juli 2009

Sehabis Kesulitan, Pasti Ada Kemudahan!

Wah... lama nih gak posting. Maaf nih, bro & sis, koneksi internetku di rumah dah ane PHK, habis... diri ini baru kena semacam PHK juga.... hehe.... Nah, dalam kondisi 'sulit' ini, maka kebutuhan internet kudu ngalah. Iya gak? Kecuali ada gratisan (tapi mengharap pameran speedy di mall sekarang ini seperti mengharap hujan di musim kemarau).

Saat ini, ane lagi dilanda resah dan gelisah (ciee...). Sumber ma'isyah (pendapatan) terpotong. Ceritanya sih... order cetakan yang lumayan besar selama ini, kini gak ngorder lagi ke ane. Dipindah ke percetakan lain yang lebih murah (padahal speknya beda lho, dengan produk ane. Jangan digebyah-uyah dong! Eh... maaf, gak marahi antum kok... kesel aja ama situasi ini). Ya sudahlah, belum rejekinya. Ikhlakan, adalah langkah terbaik (gitu nasihat temen).

Oke, mari kita lihat dengan pikiran adem dan hati ikhlas. (menurut teorinya Erbe Sentanu, kita musti senantiasa berada pada 'zona ikhlas' tiap hari, agar apa yang kita inginkan terwujud). Ane coba apresiasi ide dari istri: mendirikan Sanggar Lukis yang Islami! Kata istriku, saat ini di Pekalongan belum ada sanggar lukis yang Islami. Semua yang ada diasuh oleh para seniman pada umumnya. Tampilan sangar, rambut gondrong, bertato, kadang berpakaian sak enak udele dewe (tidak sopan, padahal di forum 'resmi'). Yah, pokoknya, imej yang gitu-gitu deh. Nah, peluang kan, mendirikan sanggar yang islami? Tampilan parlente -misalnya- tidak ngrokok, tutur kata yang halus, mendidik (aspek suri tauladan), wis pokoke seidealnya seniman Islami.

Boleh juga tuh ide istri. Jadi, sanggarku nanti bisa 'keluar dari kerumunan' sanggar-sanggar yang sangar.... doain yah....

11 Februari 2009

Menuju Swasembada Sekolah

Jika pak Anton Apriantono, menteri pertanian kita, bisa mewujudkan negeri tercinta ini berswasembada beras --dalam arti sesungguhnya-- maka mengapa kita tidak bisa mewujudkan swasembada sekolah? Yang ane maksud dengan swasembada sekolah adalah mendorong lembaga-lembaga pendidikan baik negeri apatah lagi swasta --utamanya tingkat dasar-- untuk bisa mandiri, kreatif dan inovatif serta tidak njagakke bantuan/dana dari pemerintah. Singkat kata, mewujudkan sekolah yang tahan banting di segala kondisi.

Untuk itu diperlukan tangan-tangan dingin yang kreatif. Tidak hanya itu, sang arsitek musti memiliki "nyali" untuk mendobrak. Seperti halnya pada game "9 titik" di bawah ini.
Jika diibaratkan bahwa untuk mewujudkan impian di atas adalah seperti 'tantangan' dalam game ini (yaitu Anda diminta menghubungkan kesembilan titik tersebut hanya dengan menggunakan 4 garis lurus yang nyambung terus), maka untuk menyelesaikannya Anda harus berani "keluar dari pakem". Karena jika tidak, Anda hanya akan ublak-ublek pada 9 titik itu tok. Tak akan pernah menyelesaikan masalah!

Bagaimana menyelesaikannya? Lihat ilustrasi di samping. Bahkan bagi orang-orang yang lebih kreatif, tantangan ini bisa diselesaikan dengan lebih sedikit garis (berarti lebih efektif dan efisien). Tiga garis misalnya, atau bahkan cukup sebuah garis saja!

Kembali ke pokok gagasan. Menurut ane, langkah terpentingnya adalah "jangan terpaku pada kurikulum" dari diknas. Maaf saja, konon menurut para ahli pendidikan, kurikulum pendidikan kita ini masih amburadul dan terlalu membebani siswa. Karenanya, jika kita tidak kuasa menggantinya dengan yang lebih bagus, langkah terbaik adalah 'mensiasatinya'. Dalam permisalan tadi, kurikulum kita itu ibarat 9 titik. Makanya kita musti berani melihat "bidang di luar 9 titik" untuk dapat mengurai benang kusutnya.

Langkah berikutnya adalah:

(1) Terapkan Skala Prioritas, yaitu pilah mapel menurut 'tingkat urgensinya'. Contoh: mapel yang 'tidak penting' (misalnya PKPN, IPS dan sejenisnya. Maaf lho bagi guru bidang studi ini) tidak usah diplot dalam distribusi jadual KBM, tetapi cukup diberikan berupa resume untuk siswa baca atau hafalkan sendiri di rumah. Nah, kapling waktunya kita gunakan untuk aktivitas lain yang lebih 'produktif'.

(2) Senantiasa wujudkan suasana KBM yang menyenangkan. Mengapa kita harus terpaku pada ruang kelas dan papan tulis? Sering-seringlah adakan KBM interaktif di taman sekolah misalnya. Manfaatkan lingkungan sekitar sekolah, termasuk hal-hal yang remeh-temeh, untuk mendukung penguasaan konsep siswa. Jangan hanya putus asa karena tidak memiliki ruang lab atau ruang komputer.

(3) Buatlah ekstra kurikuler yang 'produktif', yaitu yang bisa menjadikan peserta didik melejit potensinya dan memiliki kompetensi tertentu. Takut terjebak pada penjurusan? Kenapa tidak, justru sekolah yang memiliki spesialisasi tertentu akan dicari oleh konsumennya yang seide. Semakin fokus sekolah pada "value" tertentu, akan memudahkannya "keluar dari kerumunan."

(4) Tingkatkan "jam terbang" siswa sehingga semakin matang. Jangan ragu untuk mendelegasikan sepenuhnya kepada siswa.

Salah satu contoh aplikasinya adalah seperti yang telah dilaksanakan pada model Sekolah Alam. Di sana orientasinya adalah kompetensi siswa, sehingga segala aktivitas KBM yang ada diarahkan pada penguasaan konsep. Adapun metodologinya bisa 1001 cara. Di sinilah kreativitas dan keistiqomahan guru ditantang. Karena bagaimanapun kencengnya idealisme sang guru, mereka adalah produk lembaga tekstual. Yang kadang, walaupun senantiasa berusaha fokus pada konteks, sering keseleo di sana-sini.

Ane pernah mengusulkan ide pada sebuah SDIT di Pekalongan, yaitu menyelenggarakan ekstra kurikuler yang 'produktif'. Salah satunya adalah: ekskul EO. Ya, event organizer yang termasuk di dalamnya videoshooting, fotografi dan entertainment. Latar belakangnya, karena setiap tahun setidaknya ada 5 even yang pasti diselenggarakan oleh pihak sekolah: penerimaan siswa baru, masa orientasi siswa, peringatan hari-hari besar nasional dan keagamaan, kegiatan tengah semester, wisuda/pelepasan siswa. Nah, dengan dibekali skill mengelola even, maka para guru tidak perlu pusing membentuk kepanitiaan setiap hendak mengadakan acara. Untuk mengeksekusinya, serahkan saja semuanya pada siswa. Ini akan menjadikan mereka memiliki jiwa kemandirian yang luar biasa. Dan energi para guru bisa disimpan untuk hal-hal yang lebih besar lagi.

Sayangnya, pihak sekolah merasa telah kehabisan ploting waktu untuk ide ane tersebut. Sehingga usulan yang menurut mereka cukup bagus ini, ikut tertimbun dalam tumpukan proposal yang lain. Mengapa ini terjadi? Karena pihak sekolah belum memiliki "nyali" untuk keluar dari pakem. Khawatir siswa keponthal-ponthal, tidak bisa mengikuti pelatihannya. Masih gamang, jangan-jangan nanti "diapa-apakan" oleh dinas karena "mengeliminir" mapel tertentu. Takut dikucilkan dari komunitas sekolah swasta, dan sebagainya dan sebagainya.

Ane yakin, insya Allah, anak usia SD bisa menyerap ilmu apa pun yang diberikan. Asalkan dalam prosesnya betul-betul mengedepankan suasana belajar yang menyenangkan. Bukankah rentang usia SD masih dalam masa golden age? Dan tentang 'teror' oleh pihak lain, tak usahlah diacuhkan. Teruslah bekerja dengan profesional, insya Allah mereka akan melihat hasilnya. Setelah itu, ane yakin, dukungan akan terus mengalir.

Jika hal ini terwujud, maka pihak sekolah bisa menjual skill yang dimiliki siswanya, seperti halnya pada Sekolah Kejuruan yang bisa menghasilkan uang dengan mengerjakan proyek tertentu. Tentunya dengan tetap memperhatikan dampaknya terhadap siswa dan sekolah. Atau pun jika tidak, maka pihak sekolah telah melakukan penghematan yang cukup signifikan karena pengelolaan even-evennya tidak diorderkan ke pihak lain.

Lantas, apa yang kita tunggu?

09 Januari 2009

Hujan Sore-Sore, Enaknya Ngapain Ya?

← Zaid & Jundi sedang asyik melanglang buana dengan Google Earth (ketimbang main hujan-hujanan, bisa mriang nanti). Foto terpaksa direkayasa, karena backgroundnya gak layak tampil di sini. Berantakan abis, karena bocor dimana-mana :-(

Bro & Sis,
Sore ini hujan di langit kotaku. Brrr.... dingin udara menusuk sumsum. Apalagi bocoran yang mengucur di sana-sini, jadi tambah malas untuk beraktivitas apa pun.
Ada tips uhuy buat Antum nih. Tapi maaf, hanya untuk yang sudah punya istri atau suami saja. Jadi, yang bujangan dilarang baca posting ini! Oke, aktivitas kala hujan seperti ini, yang paling asyik adalah rekreasi berdua. Lho? Hujan-hujan kok malah disuruh rekreasi? Benar, tapi maksud ane rekreasi di rumah aja. Itu lho, 'rekreasi' yang fungsi lainnya adalah prokreasi, berdua saja (ehm... tahu kan, maksudku?). Tanpa gangguan anak-anak, mana bisa? Bisa. Alihkan saja perhatian mereka ke permainan yang mengasyikkan.
Sebagai contoh, lihat tuh Zaid dan Jundi. Mereka asyik bergoogle-earth-ria setelah ane kasih tahu cara-caranya. Zaid sibuk meng-add-placemark di tempat-tempat yang ia kenal. Mulai dari sekolahnya, rumah eyangnya, kantor DPD yang biasa kami mampir, dan lain-lain. Antum bisa lebih kreatif lagi mengalihkan perhatian anak. Hm... Jadi, jika mereka tersibukkan dengan sesuatu yang mengasyikkan, pasti takkan bergeming ke mana pun. Pastikan pintu terkunci dan... sssst... jangan brisik!
Tapi sayang, hujan gini ane gak bisa 'rekreasi' bareng istri (hiks...). Karena istri ada liqo' (pengajian) rutin di sekolahnya. Duh kaciaaan... (Nggak juga sih. Ane kan asyik main-main sama anak-anak di rumah. Sekalian memberikan pengetahuan dan eksplorasi pengalaman mereka di dunia maya. Weee....)

20 Desember 2008

Keceriaan Dibalik Musibah

Bro & Sis,
Sore ini hujan deras mengguyur di langit Pekalongan. Seperti air seember besar ditumpahkan pada segayung wadah. Akibatnya dalam beberapa menit saja seantero Pekalongan sudah tergenang. Beberapa tempat yang agak cekung, lumayan kedalaman banjirnya, hingga setengah meter.
Sedianya ane mau keluar rumah mengantarkan barang cetakan (brosur caleg PKS Kec. Pekalongan Timur), tapi akhirnya ane batalkan melihat derasnya hujan sore ini. Sementara itu istri (dan teman-teman gurunya) sedari pagi lembur di TKIT Ulul Albab mengisi rapor. Kami bertiga (ane, Zaid [anak kedua, kls.6] dan Jundi [anak keempat, TK B]) menikmati hujan ini di rumah.
Lama-lama miris juga melihat hujannya semakin menjadi-jadi. Betapa tidak, ternyata "hujan"nya juga pindah ke dalam rumah kontrakan ane! Dari 6 ruang (2 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, km/wc, dapur) cuma kamar tidur yang aman, itu pun terdapat beberapa tetes kebocoran. Selainnya, kami harus berpayung jika tidak ingin basah kuyup.
Pontang-panting diri ini mengantisipasi kebocoran, sendirian. Masya Allah... air dengan cepatnya menelusup dari segala arah. Walaupun banjir ini cuma sebatas kaki (kodok), membuat ane sumpek juga. Akhirnya ane menyerah... Tentunya setelah berusaha maksimal dan mengerahkan segenap sumber daya (ember, panci, baskom, rantang, karpet, kain-kain bekas). Itu pun ternyata masih ada bocoran yang tidak tercover dan luberan air dari depan dan belakang rumah, tak terbendung!
Sementara anak-anak malah asyik bermain bola di tengah musibah. Tidak berempati atas kesusahan orang tua membendung banjir lokal ini. Dasar anak-anak, mana ada rasa sedih. Namun sebagai orang tua yang bijak (cieee...) ane tidak boleh memarahi mereka. Bagaimana menyikapinya nih?
Aha, dapat ide! Ane instruksikan saja mereka untuk melucuti pakaian, kecuali celana pendek. Terus ane kasih kain pel dan.... "Oke anak-anak, sekarang permainan kita ganti dengan Banjir Skate!" Eh, apaan tuh? "Kalian boleh seluncuran di lantai dari ruang tengah ke depan, sambil menyapukan kain pel". O ya satu lagi, mas Zaid (yang hobi jadi keeper di ekskul sepak bola-nya) bertugas jaga gawang! Itu tuh, ember penampung bocor, yang jika sudah penuh harus segera dibuang. Wow, mereka menyambut antusias, berhasil!
Nah, sistem "antisipasi banjir" sudah berjalan "otomatis". Kini saatnya istirahat, untuk hemat energi sih. Karena nanti jika sudah reda, ane toh harus bersih-bersih seluruh lantai rumah ini, tanpa bantuan mereka. Dan ini akan menyita banyak energi bukan? Hehe... licik ya?

08 November 2008

Obat Stress Tanpa Efek Samping: Ngeblog!

Tidak percaya? Coba saja... Ini bukan ngarang lho ya. Melainkan ane kutip dari sebuah artikel di Majalah Kartini (kalo tidak salah, pinjeman sih) edisi bulan ini. Memang di sana tidak dikatakan dengan ngeblog, stress jadi hilang, tetapi yang diulas adalah terapi menulis.
Dikisahkan seorang workaholic yang terkena beberapa penyakit akibat sering telat makan, terpaksa keluar-masuk rumah sakit untuk diopname. Karena tak kunjung sembuh beliau mencoba berbagai macam terapi, di samping pengobatan medis dan pengobatan alternatif. Nah, pada suatu hari seorang kawannya mengajaknya ikut training motivasi. Dalam kesempatan itu beliau menyaksikan video testimoni seorang budayawan yang sembuh lewat terapi menulis.
Awalnya beliau bingung harus menulis apa, mulai dari mana, dan sebagainya. Tetapi berkat bimbingan trainernya, akhirnya beliau menulis tentang rumah dan bangunan, dua hal yang memang menjadi ekpertasinya. Maklum, 16 tahun beliau bekerja di kontraktor.
Menurut dokter yang merawatnya, sebenarnya bukan aktivitas menulisnya itu yang dapat mengurangi stress. Melainkan ini adalah stress yang dialihkan. Yah, pengalihan fokus otak terhadap stressnya ke aktivitas lain yang menyibukkan, menulis adalah salah satunya. Selain menulis, aktivitas lain yang cenderung fun untuk dilaksanakan juga bisa mengurangi stress.
Jadi, menurut ane, ngeblog pun merupakan terapi mengurangi stress. Jadi Bro & Sis, kalau antum stress, ngeblog aja. Tulis apa saja yang terloncat dari benak antum, tidak perlu mikir, mengalir saja... Atau, kalau masih bingung, ikuti (baca) terus blog ane ini. Obat stress juga kan... Hehehe...

06 November 2008

Cara Hemat Berinternet

Bro & Sis
Tidak di era mudah apalagi sulit secara ekonomi makro dewasa ini, berhemat adalah tindakan mulia. Pun termasuk dalam hal memanfaatkan teknologi internet, sebaiknya tetap memakai kaidah hemat ini. Bagaimana caranya?
Bagi Antum yang di kota atau daerah sekitar tempat tinggalnya telah 'ditanami' titik-titik panas (baca: hotspot) oleh Telkom dengan produk Speedy-nya, maka manfaatkanlah semaksimal mungkin. Dalam hal ini sejauh masih digratiskan lho. Karena denger-denger, di Semarang dan kota-kota lain mengakses internet melalui hotspot harus memiliki akun (dikenal dengan Speedy Prabayar, wujudnya kartu VSAT). Memang tips ini masih mensyaratkan antum kudu memiliki laptop yang ada fitur WiFi-nya (pake PC sih boleh, tinggal beli WiFi-card yang harganya sekitar 200ribuan. ini kalau antum mau sedikit repot dan sensasional, hehe...).
Seperti halnya di kotaku, Telkom berencana nandur 30 titik panas ini, dan masih digratiskan sampai akhir 2008. Katanya mulai 2009 akan diberlakukan sistem Speedy Prabayar. Sayangnya ane tidak bisa memanfaatkan hotspot gratis ini. Yah, karena belum punya laptop dan nggak mau cari sensasi bawa-bawa PC ke mall, kafe atau lapangan pemkot berhotspot!
Tapi untungnya, sebulan lalu dan dua bulan ke depan, Speedy lagi gencar promosi nih. Mereka buka stand di Mega Center (mall paling nyaman di Pekalongan) dan pasti memajang satu atau dua unit komputer untuk fasilitas icip-icip bagi pengunjung. Nah, yang seperti ini nih yang harus ditangkap peluangnya. Makanya hari-hari ini ane rajin ke mall (hehe... kayak ABG aja...) yang ada pameran Speedy-nya. Eman-eman kan, kalau nggak dimanfaatkan. Lumayan Bro, bisa ngecek email, update blog dan browsing hal-hal manfaat lain dengan tidak perlu melototin billing di taskbar...

Tentang "Bertebaran di Muka Bumi"

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung" [QS 62: 10]

Menurut ane, makna 'bertebaran di muka bumi' di sini adalah 'bergerak atau pindah dari satu tempat ke tempat lain di muka bumi ini dengan berjalan kaki (atau kendaraan yang berkaki --dalam arti sesungguhnya: kuda, unta, keledai)'. Mengapa berjalan kaki, kok tidak naik sepeda, motor atau mobil?

Pertama, karena dengan kaki, maka terjadi kontak antara tubuh kita dengan bumi, maka idealnya tidak beralas kaki, atau kalaupun toh beralas kaki, gunakan alas yang bersifat 'konduktor'.
Manfaatnya, dapat menetralisir muatan elektromagnetis pada tubuh kita akibat interaksi keseharian kita dengan benda-benda bermedan magnet. Tengoklah benda-benda tersebut di sekeliling kita: TV, hape, radio, mp3 player, listrik di rumah kita, dan sejenisnya. Alih-alih membawa manfaat (kemudahan) dalam hidup kita, benda-benda tersebut juga membawa dampak buruk karena pengaruh medan magnet yang ditimbulkannya. Dampak tersebut bisa berupa pusing, mual, sakit kepala sebelah dari tingkat ringan sampai ke level gawat, stroke.

Kedua, dengan berjalan kaki, kita lebih mengenal lingkungan tempat kita tinggal (ma'rifatul maidan).
Seperti pengalaman hari ini. Biasanya, ane kemana pun selalu bermotor ria. Nah, karena siang ini motor digunakan istri, maka ane menikmati berjalan kaki (sayangnya masih beralas kaki dengan sol karet yang tentu saja bersifat isolator). Namun hikmah kedua ini ane rasakan betul. Ternyata ane menemukan tempat-tempat 'baru', padahal setiap hari ane lewati. O, di sebelah toko ini ada kantor pos kecil, ada banyak warung becak dan masih banyak tempat yang biasanya tidak terlihat, kini jadi 'bermunculan'.

Ketiga, ramah lingkungan, 'ramah kantong' dan menyehatkan. Iya kan? Kita tidak perlu mengeluarkan biaya BBM serupiah pun. Yah... kalau toh perlu beli es teh di warung untuk melepas dahaga akibat banyak keluar keringat, tidak semahal seliter bensin. Dan dengan kita berkeringat, maka itu menyehatkan tubuh kita. Apalagi yang jarang berolah raga seperti ane. (Hehe...). Manfaat berikutnya, dengan berjalan kaki bisa mengurangi resiko osteoporosis. Setidaknya ini menurut Anlene, yang menganjurkan minimal 10.000 langkah perhari untuk mencegah penyakit yang mengerikan ini.

27 Oktober 2008

Gadget Impian

Bukannya tidak bersyukur telah memiliki hape Motorola C-115 yang kini hargane mungkin cuma cepek, melainkan ini sekedar secuil wishlist kepada para vendor hape, itupun kalo mereka sempat membaca posting ini.
Bro & Sis, saat ini ane sedang memimpikan sebuah gadget ideal --dalam hal ini hape-- seorang aktivis dakwah. Dalam angan ane, hape tersebut kudu punya fitur sebagai berikut (di luar fitur standar sms, voice, kamera dan MP3 player):

1-- Holy Qur'an. Yah, fitur pembaca mushaf qur'an dengan khot standar timur tengah (al qur'an pojok) dan bukan aplikasi. Lebih sip lagi ada fasilitas search ayat, terjemah, tafsir dan asbabun nuzulnya sekaligus. Lha iya, karena ini tool utama seorang aktivis dakwah toh? Jadi wajib ada.

2-- Daily Mutaba'ah. Dengan fitur ini, seorang aktivis bisa mengevaluasi ibadah dan amaliahnya saban hari. Dari sholat tahajudnya, jamaahnya, hafalan qur'annya, sampai kunjungan silaturahim ke tetangga. Insya Allah gak ada yang bakal terlewat, beda kalau pakai catatan biasa, sering tertinggal di tas atau entah dimana. Ya nggak?

3--Multiformfile Reader, yang berguna untuk membaca segala format file, baik Office, PDF, PPT, JPG, MPEG, AVI dan lain-lain. Gunanya? Ketika mau ngisi liqo atau ceramah, dia bisa diandalkan untuk menunjang presentasi. Tentunya fitur ini lebih sip didukung oleh:

4--TV-out. Dengan dukungan koneksi tv-out, presentasi tidak hanya bisa dilakukan melalui LCD Proyektor, tapi juga TV biasa yang rata-rata punya colokan Video (port AV, kabel kuning).

Kira-kira sekarang sudah ada yang memproduksi belum yah? Kabari ane dong, jika antum telah menemukannya... O ya, kalau bisa sih yang harganya terjangkau rata-rata kantong kader. Hehehe...

19 Agustus 2008

Nada Sambung Pribadi "Aura Kemenangan"

[www.shoutulharokah.com]

Bro & Sis sudah punya CD terbaru Shoutul Harokah? Ceritanya ane baru beli nih. Mantep bro! Cuma rada kecewa nih. Ane kira formatnya video, eh tahunya audio doang. Ya udah, bersyukur aja bisa bayar CDnya.
Eh, di backcovernya ada promo untuk nada sambung pribadinya lho. Langsung aja ane coba. Ane melanggan yang "Bangkitlah Negriku", maklum, aura kemenangan yang digaungkan ustad Anis Matta di Makassar tempo hari masih membara nih. Langsung dicoba ah... pake hape satunya. Masya Allah... aura kemenangan itu benar-benar terasa, Bro & Sis!
Wah, dapat ide nih. Bagaimana seandainya Shoutul Harokah (atau grup nasyid yang lain) mau membuat "Nasyid Aura Kemenangan" untuk nada sambung pribadi. Tentunya yang bisa diakses oleh semua provider selular. Dan setiap kader di"wajib"kan melanggan! Bayangkan, setiap kolega dari kader yang menelponnya, akan mendengar "Pesan-pesan PKS" lewat nada tunggu tadi! Nah, selama beberapa bulan ke depan, pesan itu akan tertanam dalam amygdala setiap penelpon!
Mudah-mudahan saja Allah meridhoi, sehingga pada 2009 nanti, dukungan penuh untuk partai dakwah ini meraih 20%. Allahu Akbar!!!

Ane ada sumbangan syair [dilagukan seperti "Mars Hizbul Wathon" (?) yang tempo doeloe sering terdengar di radio itu lho...] :

Wahai kawan dukunglah nomor delapan
itu PKS tahun dua ribu sembilan
Tempat tumpuan semua harapan
Yang ingin kita wujudkan 2x
Allahu Akbar 2x
Allah - Allahu Akbar

Well, siapa mau memproduksi? Silakan ambil... semoga Allah senantiasa meridhoi dan membimbing setiap jengkal langkah kita... Amin....