Keterangan Resmi Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq Terkait Isu Penyuapan.
Assalamu'alaykum warohmatulloh wabarokaatuh,
Pertama kami mengapresiasi kinerja KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi. Kita berharap pemberantasan korupsi di Indonesia terus berjalan dengan baik sesuai dengan aturan undang-undang yang sudah ada.
Yang kedua, saya agak terkejut tadi mendapatkan berita dari kawan-kawan bahwa di KPK, ada pernyataan resmi tentang nama LHI sebagai salah satu yang diindikasikan terlibat kasus penyuapan.
Saya tidak tahu yang dimaksudkan siapa, tetapi memang nama saya adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang biasa orang menyebutnya LHI.
Seandainya yang dimaksudkan adalah saya, maka saya sebagai warga negara Indonesia sudah tentu akan taat kepada proses hukum yang ada.
Tetapi, andai isu penyuapan itu benar, sudah barang tentu, saya tidak akan menerimanya. Tidak saya, tidak partai saya, tidak juga kader-kader Partai Keadilan Sejahtera.
Untuk itu, kepada seluruh jajaran, kader dan seluruh pengurus partai, Saya berharap para kader tetap menahan diri, terus berdoa, dan menyerahkan semua urusan pada Allah SWT, dan terus berjuang agar negeri kita ini bebas dari korupsi. Karena tindakan itu merugikan negara dan menyengsarakan rakyat, dan pemberantasan korupsi itu sudah menjadi komitmen PKS.
Biasanya menjelang pemilu, kita rajin mengucapkan kalimat "hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wa niman nashir".
Demikian saya sampaikan keterangan ini, terima kasih. Wassalamu'alaykum warohmatulloh wabarokaatuh.
Salam @FPKSJakarta
Tampilkan postingan dengan label Ke-PKS-an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ke-PKS-an. Tampilkan semua postingan
31 Januari 2013
21 Maret 2012
Cermin Bening itu...
Masyarakat boleh berkata apa saja tentang proses Pilkada DKI Jakarta. Media sudah banyak memberitakannya. Kader sudah melek dan senang membaca berita. Ada cermin bening, sangat bening, dalam proses yang menyertainya. Sangat banyak mutiara hikmah yang harus kita ambil darinya.
Adalah Triwisaksana, kader dakwah yang mendapatkan amanah untuk dimajukan dalam Pilkada. Kerja keras sudah dilakukannya, pagi, siang, sore hingga malam tiba. Keringat mengucur dengan deras, membasahi sekujur tubuhnya. Mencoba merangkai harapan masa depan, merenda cita-cita kemenangan, membayangkan Jakarta diliputi pribadi mulia.
Namun apa hendak dikata. Realitas politik sangat sulit diduga. Bang Sani menerima keputusan pimpinan, ia tidak jadi dimajukan dalam proses Pilkada. Pilihan yang sulit bagi para pimpinan partainya, karena sangat banyak kendala untuk tetap memajukan Triwisaksana. Pilihan telah ditetapkan, keputusan telah dikeluarkan, Hidayat Nurwahid tidak pernah menyangka. Ya, ustadz Hidayat mendapatkan amanah maju dalam Pilkada DKI Jakarta.
Subhanallah, lihatlah kedua kader terbaik kita. Demikian tinggi etika mereka jaga. Mereka saling melempar pujian kepada lainnya. Hidayat mengatakan siap mendukung Sani jika partai memilih Sani untuk maju dalam Pilkada. Hidayat menganggap Sani cocok dan memiliki kapasitas untuk memimpin Jakarta. Sebaliknya Sani menyatakan Hidayat lebih baik darinya. Subhanallah, betapa mulia mereka berdua.
Keduanya menyatakan siap menjadi Tim Sukses bagi yang lainnya, apabila dirinya tidak jadi dimajukan dalam Pilkada. Subhanallah, betapa mulia hati mereka. Presiden Partai menyatakan, Bang Sani telah melakukan pemanasan, bagi jalan yang akan dilalui oleh Hidayat Nurwahid untuk memimpin Jakarta.
Cermin bening itu, menjadi isyarat kebersihan niat dalam mengikuti proses Pilkada. Kebesaran jiwa Bang Sani, kebersahajaan ustadz Hidayat, menjadi modal utama memenangkan kontestasi politik menuju pemimpin DKI Jakarta.
Dari Sani ke Wahid, keduanya kader dakwah yang setia. Dari Sani ke Wahid, keduanya simbol perjuangan yang menggelora. Dari Sani ke Wahid, lihatlah tidak ada yang perlu terluka dan kecewa. Dari Sani ke Wahid, keduanya memang istimewa.
22 Desember 2011
Mukhoyam, Suka dan Dukanya
Persiapan untuk keberangkan Mukhoyam Pandu Keadilan Menengah 1 (MPKM1) nih. Di penghujung 2011 ini, DPD PKS Kota Pekalongan memberangkatkan 18 kadernya dalam "mukhoyam pungkasan" ini.
Mukhoyam (kemah) diselenggarakan di desa Getasan, Kabupaten Semarang, sejak tanggal 23 hingga 25 Desember 2011
Mukhoyam (kemah) diselenggarakan di desa Getasan, Kabupaten Semarang, sejak tanggal 23 hingga 25 Desember 2011
27 November 2011
Rumah Dakwah
| Numpang narsis dulu ah... Dari tadi motreti orang melulu [syukron akh Fachu, atas jepretannya] |
Mengawali tahun 1433 Hijriyah ini, DPD PKS Kota Pekalongan pindahan kantor nih. Semoga ini menjadi langkah baik menyongsong kerja-kerja dakwah ke depan.. Penyebutan sekretariat yang sekarang adalah: Rumah Dakwah. Sungguh, ini bukan rumah yang cedak sawah. Melainkan karena di sini diniatkan sebagai Rumah-nya ummat. Go publik ceritanya.
Alamatnya cukup jelas 'kan? Ancar-ancarnya, jika Bro & Sis melalui jalur Pantura Jakarta-Semarang, pasti lewat di Jalan Wilis atau Jalan KHM Mansyur. Letak Jalan Kurinci berada di antara dua jalan besar itu. Tepatnya di dekat Lapangan Mataram, itu lho kompleks Kantor Walikota dan Gedung DPRD Kota Pekalongan. Lebih pasnya lagi depan Radio Kota Batik, nah itu dia gang 3A-nya.
Masih susah juga? Telpon ane 'dah... ntar ane jemput! Catat ya nomer hp ane: 08122994564. Gunakan nomor ini sebijaksana mungkin. Ditunggu silaturahimnya...
24 November 2011
Terima Kasih Mas Slamet
Slamet, itulah namanya. Sederhana sekali ya? Begitulah. Orangnya juga sesederhana namanya, namun hatinya sangat baik. Dia hanya dua orang bersaudara, adiknya perempuan. Karena orang tuanya tidak mampu menyekolahkan anaknya hingga pendidikan tinggi, maka ia mengalah untuk tidak menamatkan SDnya. Ia membantu orang tuanya mencari nafkah, apa saja asal halal katanya. Dan dari penghasilannya yang kecil itu, ia rela menyokong adik perempuan satu-satunya untuk terus bersekolah, bahkan hingga lulus di perguruan tinggi terkenal di Semarang. Subhanallah, pengorbananmu sangat inspiratif Mas Slamet.
Membicarakan jiwa berkorbannya Mas Slamet ini, tak akan ada habisnya. Lihat saja malam ini, ketika DPD PKS Kota Pekalongan mengadakan tasyakuran pindahan kantor. Acara intinya adalah mabit (bermalam) semua kader dan simpatisan (laki-laki) di kantor baru, sekaligus diisi khataman Qur'an dan taujih dari ketua. Nah, saat kami hendak sholat berjama'ah di masjid terdekat, Mas Slamet rela tidak ikut meraup pahala berjama'ah. Dia rela sholat munfarid setelah kami semua pulang dari masjid. Mengapa? Ternyata Mas Slamet khawatir terhadap keselamatan motor, sepeda dan helm milik kami yang terparkir di halaman kantor baru.
Terima kasih Mas Slamet... Atas pengorbananmu, kami semua bisa sholat berjama'ah dengan tenang di masjid. Subhanallah, berilah pahala berjamaah pada sholatnya mas Slamet ini Yaa Robb...
Membicarakan jiwa berkorbannya Mas Slamet ini, tak akan ada habisnya. Lihat saja malam ini, ketika DPD PKS Kota Pekalongan mengadakan tasyakuran pindahan kantor. Acara intinya adalah mabit (bermalam) semua kader dan simpatisan (laki-laki) di kantor baru, sekaligus diisi khataman Qur'an dan taujih dari ketua. Nah, saat kami hendak sholat berjama'ah di masjid terdekat, Mas Slamet rela tidak ikut meraup pahala berjama'ah. Dia rela sholat munfarid setelah kami semua pulang dari masjid. Mengapa? Ternyata Mas Slamet khawatir terhadap keselamatan motor, sepeda dan helm milik kami yang terparkir di halaman kantor baru.
Terima kasih Mas Slamet... Atas pengorbananmu, kami semua bisa sholat berjama'ah dengan tenang di masjid. Subhanallah, berilah pahala berjamaah pada sholatnya mas Slamet ini Yaa Robb...
19 November 2011
Sosialisasi Manhaj Taqwim
LATAR BELAKANG
LANDASAN
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS. 8:27)
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (QS.61:4)
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (QS. 3:159)
TUJUAN
SASARAN
Acara berlangsung hari ini dan besok di BKK Jl. Supriyadi Semarang. Ini adalah acara Bidang Kaderisasi DPW PKS Jateng; mengundang semua bidang turunannya di level DPD. Jumlah peserta sekitar 100-an orang. Intinya adalah sosialisasi manhaj taqwim yang baru yakni manhaj 1432. Dibandingkan dengan manhaj taqwim 1421, banyak perubahan yang cukup signifikan pada manhaj baru ini. Hal-hal yang dulunya hanya bisa dinikmati oleh segelintir aktivis dakwah kampus, kini sudah dibuka ke ranah publik. Inilah keniscayaan sebuah jama'ah dakwah, yang kemaslahatannya tidak hanya untuk 'orangnya sendiri' tetapi juga untuk ummat pada umumnya.
Bro & Sis, sebagai sebuah partai politik, maka proses kaderisasi adalah hal yang niscaya. Nah, manhaj taqwim ini adalah panduan penjenjangan anggota PKS. Jika Bro & Sis adalah 'new comer' di PKS, maka mau tidak mau harus melalui proses penjenjangan ini dari titik start: yaitu Anggota Pemula. Tidak memandang apakah Bro & Sis adalah 'senior' di organisasi lain ataupun telah memiliki berbagai pengalaman dan keahlian yang diperlukan oleh PKS untuk berkembang. Baru setelah melalui berbagai proses pembinaan, kenaikan jenjang adalah hak setiap anggota. Di sinilah peran manhaj taqwim ini agar hak-hak anggota untuk 'meniti karier' dalam keanggotaannya tidak terzholimi. Dengan manhaj taqwim 1432 ini diharapkan struktur (baik DPP, DPW maupun DPD) memiliki pedoman yang pasti dalam menetapkan kenaikan jenjang anggota dan melantiknya.
Seperti diutarakan ustadz Abdul Fikri Faqih (Ketua DPW) dalam sambutan pembukaannya, bahwa hendaknya struktur dalam proses rekrutmen adalah seperti filosofi nelayan. Tebar jaring saja, dan dapatkan 'ikan' sebanyak-banyaknya. Tidak pandang dapatnya 'ikan jenis apa' yang penting dapat banyak. Baru kemudian semua orang yang bersedia bergabung dengan PKS, mau tidak mau harus ikut dalam pembinaan rutin. Dalam poses pembinaan ini, ada anggota yang 'semakin menanjak karirnya', pun tidak menafikan yang 'gagal proses'. Biarkan saja berproses secara alami, asal ketika membinanya telah maksimal mengerahkan segenap potensi kebaikan yang dimiliki.
Apa itu Taqwim? Taqwim adalah penilaian atas proses pembinaan yang dilakukan struktur terhadap para anggotanya. Semangat yang dibangun adalah semangat memperbaiki, bukan menghukumi. Dan PKS adalah partai kader, maka semua anggota PKS yang tercatat berhak mendapatkan pembinaan yang intensif agar memiliki karakter unggul sebagaimana tersurat dalam Visi-Misi PKS. Sehingga diharapkan tercipta kader-kader yang siap siaga setiap saat [hehe... kayak iklan pewangi ketiak?] untuk terlibat dalam kerja-kerja dakwah dan kerja-kerja politik PKS.
Visi-Misi yang telah dicanangkan PKS akan tinggal banner dan slogan semata jika tidak didukung oleh kader yang siap kerja. Untuk itulah proses taqwim ini diadakan, agar benar-benar mewujud sosok kader ideal.
- Di antara karakteristik tarbiyah Islamiyah adalah berkesinambungan dan adanya jenjang keanggotaan
- Proses tarbiyah yang efektif dan produktif diukur dengan parameter pencapaian sasaran tarbiyah sesuai manhaj tarbiyah
- Salah satu instrument asasi dalam proses tarbiyah yang berkesinambungan adalah taqwim
- Oleh karena itu perlu diadakan dauroh taqwim sebagai sarana sosialisasi risalah taqwim dan peningkatan kemampuan elemen kaderisasi dalam melakukan aktifitas taqwim
LANDASAN
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS. 8:27)
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (QS.61:4)
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (QS. 3:159)
TUJUAN
- Mensosialisasikan risalah taqwim 1432 H kepada pengurus kaderisasi wilayah dan daerah
- Meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan keterampilan pengurus kaderisasi wilayah maupun daerah dalam mentaqwim kader
- Berbagi pengalaman serta menghimpun kendala dan permasalahan yang muncul di wilayah maupun daerah seputar pelaksanaan taqwim
SASARAN
- Tersosialisasikannya risalah taqwim 1432 H bagi pengurus kaderisasi di tingkat wilayah dan daerah
- Terbangunnya pemahaman yang baik dan benar di kalangan pengurus kaderisasi wilayah maupun daerah terhadap mekanisme taqwim sesuai risalah taqwim 1432 H
- Terbangunnya penguasaan teknis yang baik dan benar di kalangan pengurus kaderisasi wilayah maupun daerah dalam pelaksanaan proses taqwim sesuai risalah taqwim 1432 H
- Meningkatnya kemampuan dan keterampilan pengurus kaderisasi wilayah maupun daerah dalam mentaqwim kader
- Terhimpunnya data seputar kendala dan historikal pengalaman taqwim yang ada di tingkat wilayah maupun daerah
Acara berlangsung hari ini dan besok di BKK Jl. Supriyadi Semarang. Ini adalah acara Bidang Kaderisasi DPW PKS Jateng; mengundang semua bidang turunannya di level DPD. Jumlah peserta sekitar 100-an orang. Intinya adalah sosialisasi manhaj taqwim yang baru yakni manhaj 1432. Dibandingkan dengan manhaj taqwim 1421, banyak perubahan yang cukup signifikan pada manhaj baru ini. Hal-hal yang dulunya hanya bisa dinikmati oleh segelintir aktivis dakwah kampus, kini sudah dibuka ke ranah publik. Inilah keniscayaan sebuah jama'ah dakwah, yang kemaslahatannya tidak hanya untuk 'orangnya sendiri' tetapi juga untuk ummat pada umumnya.
Bro & Sis, sebagai sebuah partai politik, maka proses kaderisasi adalah hal yang niscaya. Nah, manhaj taqwim ini adalah panduan penjenjangan anggota PKS. Jika Bro & Sis adalah 'new comer' di PKS, maka mau tidak mau harus melalui proses penjenjangan ini dari titik start: yaitu Anggota Pemula. Tidak memandang apakah Bro & Sis adalah 'senior' di organisasi lain ataupun telah memiliki berbagai pengalaman dan keahlian yang diperlukan oleh PKS untuk berkembang. Baru setelah melalui berbagai proses pembinaan, kenaikan jenjang adalah hak setiap anggota. Di sinilah peran manhaj taqwim ini agar hak-hak anggota untuk 'meniti karier' dalam keanggotaannya tidak terzholimi. Dengan manhaj taqwim 1432 ini diharapkan struktur (baik DPP, DPW maupun DPD) memiliki pedoman yang pasti dalam menetapkan kenaikan jenjang anggota dan melantiknya.
Seperti diutarakan ustadz Abdul Fikri Faqih (Ketua DPW) dalam sambutan pembukaannya, bahwa hendaknya struktur dalam proses rekrutmen adalah seperti filosofi nelayan. Tebar jaring saja, dan dapatkan 'ikan' sebanyak-banyaknya. Tidak pandang dapatnya 'ikan jenis apa' yang penting dapat banyak. Baru kemudian semua orang yang bersedia bergabung dengan PKS, mau tidak mau harus ikut dalam pembinaan rutin. Dalam poses pembinaan ini, ada anggota yang 'semakin menanjak karirnya', pun tidak menafikan yang 'gagal proses'. Biarkan saja berproses secara alami, asal ketika membinanya telah maksimal mengerahkan segenap potensi kebaikan yang dimiliki.
Apa itu Taqwim? Taqwim adalah penilaian atas proses pembinaan yang dilakukan struktur terhadap para anggotanya. Semangat yang dibangun adalah semangat memperbaiki, bukan menghukumi. Dan PKS adalah partai kader, maka semua anggota PKS yang tercatat berhak mendapatkan pembinaan yang intensif agar memiliki karakter unggul sebagaimana tersurat dalam Visi-Misi PKS. Sehingga diharapkan tercipta kader-kader yang siap siaga setiap saat [hehe... kayak iklan pewangi ketiak?] untuk terlibat dalam kerja-kerja dakwah dan kerja-kerja politik PKS.
Visi-Misi yang telah dicanangkan PKS akan tinggal banner dan slogan semata jika tidak didukung oleh kader yang siap kerja. Untuk itulah proses taqwim ini diadakan, agar benar-benar mewujud sosok kader ideal.
13 Maret 2011
DPC PKS Pekalongan Timur Memulai
Hari ini, tepatnya jam 16.30 sampai 17.30 WIB, bertempat di Sekretariat DPD, Jl. Sulawesi 20D Kergon Pekalongan, diadakan Pemilihan Umum Internal (PUI) untuk memilih calon pengurus DPC Pekalongan Timur. Ini merupakan DPC pertama di kota Pekalongan yang mengadakan PUI. PUI merupakan rangkaian acara Muscab yang harus dilalui. Ditargetkan akhir bulan ini keempat DPC telah melaksanakan PUI.
Alhamdulillah, dari 50an undangan, lebih dari separuhnya telah hadir. Berarti secara kuorum telah memenuhi syarat. Acara dibuka dengan tilawah oleh akh Budi, dilanjutkan sambutan ketua DPC lama. Berikutnya Pak Topo selaku kabid Kaderisasi memberikan taujihnya. Ane kebagian membacakan surat edaran dari Wilda Jatijaya tentang penyelenggaraan Muscab.
Sebetulnya DPD mengagendakan hari ini untuk acara pelantikan pengurus dari keempat DPC. Namun karena beberapa kendala teknis akhirnya baru satu DPC yang berhasil menyelenggarakannya. Mudah-mudahan sebelum akhir pekan depan tiga yang lain segera menyusul. Direncanakan akhir bulan Maret ini pelantikan secara kolosal...
Alhamdulillah, dari 50an undangan, lebih dari separuhnya telah hadir. Berarti secara kuorum telah memenuhi syarat. Acara dibuka dengan tilawah oleh akh Budi, dilanjutkan sambutan ketua DPC lama. Berikutnya Pak Topo selaku kabid Kaderisasi memberikan taujihnya. Ane kebagian membacakan surat edaran dari Wilda Jatijaya tentang penyelenggaraan Muscab.
Sebetulnya DPD mengagendakan hari ini untuk acara pelantikan pengurus dari keempat DPC. Namun karena beberapa kendala teknis akhirnya baru satu DPC yang berhasil menyelenggarakannya. Mudah-mudahan sebelum akhir pekan depan tiga yang lain segera menyusul. Direncanakan akhir bulan Maret ini pelantikan secara kolosal...
29 Januari 2011
Para Korban Sejatinya Tidak Butuh Relawan
Sungguh, sejatinya para korban bencana alam itu tidak butuh kehadiran relawan dari mana pun. Termasuk Relawan PKS yang biasanya paling awal tanggap terhadap urusan beginian. Seperti terlihat di hari kedua saya ikut rombongan relawan kloter kedua dari Pekalongan yang ditempatkan di dusun Sirahan.
Kami dapati kenyataan bahwa kerja-kerja relawan --apalagi hanya puluhan orang dengan 2 hari kerja-- sungguh tidak signifikan dengan pengurangan derita korban. Yang mereka butuhkan hanyalah empati dari kita. Bahkan hanya dengan kehadiran kita yang --seandainya saja-- tidak melakukan kerja fisik apa pun, sudah cukup jadi faktor pengurang derita itu.
Bahkan di tengah deritanya dan dalam segala keterbatasannya, mereka masih menyempatkan untuk menjamu kami, para relawan dari luar daerah. Subhanallah... sebuah pelajaran ketulusan dan ketabahan yang luar biasa!
Perlunya Kita ke Daerah Bencana
Pukul 06.00 meluncur ke Posko Merapi di Jalan Magelang-Yogya km.10. Ternyata rombongan dari Pemalang sudah lebih dulu tiba. Tidak sempat mandi, karena sehabis sarapan kami langsung diberangkatkan ke lokasi bencana: Dusun Ngemplak, Desa Ngrajek, Kec. Mungkid, Kab. Magelang. Di sinilah saya mendapatkan cerita langsung dari para korban lahar dingin, seperti yang pernah diberitakan di Suara Merdeka beberapa waktu lalu tentang seorang wanita dan anaknya yang selamat setelah hanyut 500 meter terbawa arus.
Bekas-bekas arus lahar dingin itu masih jelas terukir di seluruh dusun yang terletak 200 meter dari sungai Pabelan. Sungai inilah yang merupakan alur lahar dingin, yang pada waktu kejadian tidak sanggup lagi menampung volume material sehingga memuntahkan seluruh isinya ke sisi sebelah selatan sungai yang mengarah ke dusun Ngemplak. Gundukan pasir setebal 1 hingga 3,5 meter menenggelamkan rumah warga. Beberapa di antaranya jebol temboknya akibat tidak kuat menahan gempuran arus lahar dan beberapa lainnya bahkan rata dengan tanah dan berpindah dari tempatnya semula. Sawah dan ladang warga kini berubah menjadi ladang pasir dengan ketebalan 2 meter.
14 Januari 2011
13 Januari 2011
Satu Lagi Persembahan DPD PKS Kota Pekalongan
Buat siapa saja yang kebetulan di Kota Pekalongan, sempatkanlah mampir ke sekretariat DPD PKS (Jl. Sulawesi 20D, Kergon Pekalongan). Yah, menjalin silaturahim kan banyak manfaatnya, ya toh? Apalagi mulai hari ini DPD telah menambah fasilitas publiknya: koneksi internet via wifi modem.
Asyiiik... hanya dengan membawa laptop, hp atau gajet lain yang berfitur wifi, antum bisa menjalin silaturahim fisik dengan kader-simpatisan di Pekalongan maupun non fisik dengan seluruh jejaring antum....
Ke depannya, DPD berencana mengadakan training-training yang berkaitan dengan pemanfaatan internet ini. Banyak juga lho, kader dan bahkan pengurus yang belum melek internet. Sst... jangan bilang ke siapa-siapa ya?!
Asyiiik... hanya dengan membawa laptop, hp atau gajet lain yang berfitur wifi, antum bisa menjalin silaturahim fisik dengan kader-simpatisan di Pekalongan maupun non fisik dengan seluruh jejaring antum....
Ke depannya, DPD berencana mengadakan training-training yang berkaitan dengan pemanfaatan internet ini. Banyak juga lho, kader dan bahkan pengurus yang belum melek internet. Sst... jangan bilang ke siapa-siapa ya?!
05 Januari 2011
Asyiknya Mukhoyam di Merapi
Sehabis kerja bakti bikin bendungan bareng warga, Regu Kalong mejeng sejenak.Kepala sukunya yang bawa sekop oranye tuh...
Masih tentang Merapi nih. Ceritanya pada 24-26 Desember lalu, ane dan temen-temen kader lain yang belum ikut Mukhoyam Pandu Keadilan Menengah I tahun 2010 kudu berangkat. MPKM putaran akhir di tahun 2010 itu diikuti 358 kader dari berbagai wilayah Jawa Tengah, bertempat di tiga kecamatan lereng Merapi, kab. Magelang. Dari sejumlah itu, peserta dibagi menjadi 3 grup yang terdiri dari beberapa regu beranggotakan 15-17 orang.
Kebetulan ane didapuk jadi salah satu kepala suku nih, nama regunya "Kalong" (karena dari 17 anggota, 7 berasal dari Kota Pekalongan, 3 dari Kab. Pekalongan, 1 dari Kab. Batang ditambah 3 dari Tegal dan 3 lagi dari Kota Semarang). Kami memilih ditempatkan di dusun Gowok Ringin, Kelurahan Sengi, Kec. Dukun, Kab. Magelang, yang merupakan dusun tertinggi --berjarak 8 km dari puncak Merapi-- di antara dusun lain tempat MPKM ini diselenggarakan.
Kondisi umum, pembersihan sudah dilaksanakan oleh warga dan relawan sebelum kami datang, sehingga relatif sarana transportasi sudah lancar. Keluhan utama warga adalah masalah pengadaan air bersih. Karena akibat erupsi kemarin banyak sumber air dan infra struktur pipa saluran air bersih milik warga yang berada di sepanjang kali Telingsing hilang tersapu banjir lahar dingin. Akibatnya bisa ditebak, air menjadi barang mewah di sana. Untungnya kami sudah terlatih mandi kucing dalam situasi seperti ini. Jadi, relatif no problem lah.
Tapi, alhamdulillah-nya, rumah pak kadus (yang jadi basecamp kami), berlimpah air bersih, karena suplai air bersihnya dari sungai sebelah utara dusun. Sementara sungai Telingsing yang membelah selatan dusun ini kondisinya full material vulkanik. Jadi, di sanalah tempat yang tepat bagi antum yang pengin panen pasir kualitas premium dan batu gunung asli.
Ane menyebut mukhoyam kali ini sebagai "Mukhoyam Bintang Lima". Betapa tidak, pakemnya mukhoyam itu ya: 3 hari tidak mandi, tiap saat mesti waspada alias kudu pasang kuping, sewaktu-waktu peluit dari para trainer membelah angkasa dan kudu mau disuguhi cemilan khas: push-up, sit-up, lari dan sejenisnya!
Tapi sungguh, mukhoyam kali ini berbeda 180 derajat. Kami bisa mandi 3 kali sehari kalau mau (praktiknya sih sekali saja, itu pun rada dipaksakan saking dinginnya). Tidur juga sangat pulas tanpa khawatir mimpi indah kami terobek bunyi peluit. Bahkan kehangatan tidak hanya merasuki tubuh kami, tapi juga sleeping bag kami juga ikut merasakan kehangatan (lha wong tidurnya di dalam rumah, beralas tikar didobel matras, eh masih pake sleeping bag lagi, apa gak melebihi hotel tuh?). Belum lagi logistiknya (walau sering telat suplainya), kami tak perlu repot-repot ngrokoti akar ilalang dan dedaunan hutan, pun tak harus melahap belalang dan ayam mentah. Semuanya sudah cemawis, masih ditambah bonus klethikan dan lauk (opor ayam bro!) dari pak kadus, wuih mantep!
Sudah inputnya demikian jossnya, outputnya kami cuma suruh membaur warga: kerja bakti bikin bendungan sederhana dan ngangkuti batu/tanah bikin jalan setapak ke arah sungai. Malamnya paling suruh jalan-jalan mengakrabi warga, bertandang dari satu rumah ke rumah sebelah. So pasti, nyamikan dan teh panas --bahkan pernah kopi-- menemani.
Ada yang berpendapat, inilah the real mukhoyam, haha... ada-ada saja. Tapi ane setuju juga sih. Paling tidak, dampak mukhoyam model begini semuanya positif. Akseptabilitas warga terhadap PKS meningkat, kita juga mengerjakan hal-hal riil, kasat mata dan langsung terasa hasilnya. Trus, (ini nih yang vital) para kader juga tidak terserang diare dadakan ketika dengar taklimat mau ada mukhoyam!
06 Agustus 2010
Biasakan Yang Benar
Membiasakan yang benar, jangan membenarkan yang biasa. Kalimat ini ane peroleh dari Ustadz Madi Mulyana, anggota DPRD I Jawa Tengah saat reses bulan kemaren. Waktu itu acara reses dimulai tepat jam 14.00 sesuai undangan, walaupun sebagian peserta -seperti biasanya- belum memenuhi kursi yang disediakan. Ane sendiri termasuk golongan orang-orang telat, sekitar 30 menit dari jadual. (Jadi tersindir nih...)
Bro & Sis,
Jika direnungkan, memang benar apa yang beliau katakan itu. Sering kita membenarkan molornya sebuah acara, karena dianggap jam karet adalah hal yang biasa. Padahal seharusnya tidak. Karena kewajiban kita lebih banyak dibanding waktu yang tersedia. Jadi efektifkanlah waktumu!
Dan banyak hal lain yang sudah biasa kita saksikan dan praktikkan, yang semestinya salah. Kebiasaan yang salah itu harus kita hentikan sekarang juga. Dan marilah kita mulai membiasakan hal-hal yang benar semisal: berhenti tepat di belakang garis marka saat lampu merah, tertib antrian di mana pun, tidak bersedia memberikan nota kosong, berkata jujur, dan masih banyak lagi yang lainnya... [bang haji Rhoma mode is on]
Bro & Sis,
Jika direnungkan, memang benar apa yang beliau katakan itu. Sering kita membenarkan molornya sebuah acara, karena dianggap jam karet adalah hal yang biasa. Padahal seharusnya tidak. Karena kewajiban kita lebih banyak dibanding waktu yang tersedia. Jadi efektifkanlah waktumu!
Dan banyak hal lain yang sudah biasa kita saksikan dan praktikkan, yang semestinya salah. Kebiasaan yang salah itu harus kita hentikan sekarang juga. Dan marilah kita mulai membiasakan hal-hal yang benar semisal: berhenti tepat di belakang garis marka saat lampu merah, tertib antrian di mana pun, tidak bersedia memberikan nota kosong, berkata jujur, dan masih banyak lagi yang lainnya... [bang haji Rhoma mode is on]
03 Januari 2009
Aksi Solidaritas Palestina

Bro & Sis
Kemarin ane diamanahi jadi SC pada Aksi Solidaritas untuk Palestina oleh DPD PKS Kota Pekalongan. Alhamdulillah acara berlangsung lancar dan dengan timing yang tepat.
Diawali ba'da jum'atan, kumpul di alun-alun kota Pekalongan, para peserta mulai berdatangan, berasal dari DPD kota dan kabupaten Pekalongan serta kabupaten Batang, kurang lebih 200-an orang ikhwan-akhwat dan anak-anak mereka.
Pukul 13.45 WIB iring-iringan peserta aksi mulai longmarch menyusuri perempatan Kauman, belok kiri masuk Jalan Hayam Wuruk terus finish di Monumen Perjuangan (Jalan Pemuda), menempuh jarak kurang lebih 1,5 km. Diiringi orasi dan nasyid-nasyid bernuansa perjuangan dan Palestina secara selang-seling, sembari mengedarkan kotak infaq, menjumput sumbangan dari para peserta aksi sendiri dan masyarakat sekitar sepanjang rute yang dilewati.
Selain orasi, aksi juga diisi happening art dan diakhiri pembacaan pernyataan sikap dan pembakaran simbol-simbol Yahudi dan Israel.
Alhamdulillah hujan mengguyur dengan lebatnya pas usai pembacaan doa penutup pada pukul 15.15 WIB. Dari aksi ini terkumpul dana Rp 3.563.700,- yang rencananya akan ditransfer via rekening Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).
***
Berita terkait: ada di blognya DPD PKS Kota Pekalongan
***
Update : 7 Januari 2009
- Tambahan dari KAMMI = Rp 1.296.900,-
- dari Hamba Allah...... = Rp 225.000,-
-------------------------------------------------
Jadi Saldo Sementara... = Rp 5.085.600,-
>>> Dana dikirim via Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP):
14 Oktober 2008
Disain Kaos PKS
Ane ingin memproduksi kaos PKS seperti ini. Mungkin antum bisa memberikan penawaran harga kumplit dengan speknya? silakan kontak ane di nurhadi.sa@gmail.com atau langsung sms ke 08122994564.Atau antum ingin memproduksi berdasarkan disain tersebut? Boleh saja, silakan antum manfaatkan disain ini. Langsung aja kontak ane --jangan malu-malu-- insya Allah ane email-kan file gambarnya untuk master sablon dalam format *.CDR (CorelDraw versi 13). O ya, gambar sesungguhnya tidak seperti "penampakan" di atas (karena tergesa, ane upload ala kadarnya), tapi untuk bagian punggung ane disain a la Dagadu Yogya, ada kartunnya. Pokokke keren punya dah.
Namun karena HAKI alias "paten" disain sudah ane wakafkan ke DPD PKS Kota Pekalongan, maka sudilah kiranya antum menginfaqkan "royalti" seikhlasnya ke DPD (bisa nitip ke ane).
Maklum bro & sis, DPD kami masih perlu dana hampir 1M untuk sukses dakwah 2009 nanti. Jadi infaq yang antum serahkan, sejatinya adalah investasi akhirat antum sendiri. Yang pasti akan dikembalikan Allah dengan eksponen 7 sampai 700 kali lipat!!! Jazakumullahu ahsanal jaza'
(Ssst.... Jangan percaya omongan ane, buktikan saja sendiri, oke?)
14 September 2008
Digigit Tikus!
Masya Allah sakit sekali! Tadi subuh, kelingking kiriku luka, gak tahu nih siapa 'oknum'-nya. Tapi satu-satunya tersangka, ya si tikus yang memang di lingkunganku populasinya banyak banget, gede-gede lagi. Lukanya sih cuma 2mm, tapi pegelnya minta ampun wis tho.
Semalem pulang dari 'hunting' tepung ikan, jam 00.00, ane langsung nglonjor di samping anak keempatku yang tidurnya di bawah (tidak pake ranjang). Eh, tahu-tahu pas azan subuh tadi ada yang menyabotase mimpiku. Mungkin kalo nggigitnya sebelum subuh sih ane malah berterima kasih, hehehe... Lha ini, mbanguninnya pas subuh! Wah, telat lagi nih, gak makan sahur... Hiks...
Eh, omong-omong soal tikus, pikiran ane jadi tersangkut soal 'tikus' lain yang lebih menyakitkan. Apa tuh? Itu lho, para koruptor yang menggerogoti asset dan uang rakyat negeri ini dari jaman bahuela sampe kiwari. Betapa sakitnya tubuh ibu pertiwi ini! Lha wong lukaku yang cuma secuil aja sakitnya minta ampun je. Opo maneh yang nggigit 'tikus-tikus' rakus berdasi itu!
Ane setuju banget sama pemberantasan korupsi yang sungguh-sungguh. Tidak lipstik tok! Tapi, siapa yang punya nyali memegang amanah seberat itu? Makanya nih, Bro n Sis musti dukung tuh nomor 8! Ini bukan ngecap, insya Allah para kader PKS siap jadi bumper menggebrak korupsi sampe ke akar-akarnya. Baca dan pelajari tuh, 8 alasan dukung PKS...
Semalem pulang dari 'hunting' tepung ikan, jam 00.00, ane langsung nglonjor di samping anak keempatku yang tidurnya di bawah (tidak pake ranjang). Eh, tahu-tahu pas azan subuh tadi ada yang menyabotase mimpiku. Mungkin kalo nggigitnya sebelum subuh sih ane malah berterima kasih, hehehe... Lha ini, mbanguninnya pas subuh! Wah, telat lagi nih, gak makan sahur... Hiks...
Eh, omong-omong soal tikus, pikiran ane jadi tersangkut soal 'tikus' lain yang lebih menyakitkan. Apa tuh? Itu lho, para koruptor yang menggerogoti asset dan uang rakyat negeri ini dari jaman bahuela sampe kiwari. Betapa sakitnya tubuh ibu pertiwi ini! Lha wong lukaku yang cuma secuil aja sakitnya minta ampun je. Opo maneh yang nggigit 'tikus-tikus' rakus berdasi itu!
Ane setuju banget sama pemberantasan korupsi yang sungguh-sungguh. Tidak lipstik tok! Tapi, siapa yang punya nyali memegang amanah seberat itu? Makanya nih, Bro n Sis musti dukung tuh nomor 8! Ini bukan ngecap, insya Allah para kader PKS siap jadi bumper menggebrak korupsi sampe ke akar-akarnya. Baca dan pelajari tuh, 8 alasan dukung PKS...
08 September 2008
Mukernas Makassar [02]

Shoutul Harokah bikin heboh di penutupan
Bro & Sis, Ane lanjutkan cerita mukernas tempo hari.
Senin [21/07] pukul 19.00 WITA, kami dijemput dari hotel transit ke hotel inti, Clarion Hotel Makassar. Acara sudah mulai. Ballroom utama dipenuhi ribuan orang, kader dan tamu undangan. Sebagai videografer kampung, momen nasional ini tentunya menciutkan nyali ane. Apalagi "rival"nya adalah para kameraman TV nasional. Bismillah, kutebalkan muka, kuatkan niat dan perbesar nekat. Alhamdulillah dapet tempat yang lumayan strategis di depan stage, dua shof dari kursinya presiden, Ustad Tifatul dan rombongan.
Ada kursi ketiga isinya cuma snack, ane singkirin aja. Ngapling kursi itu langsung pasang tripod --eh, jadinya monopod ding, karena gak bisa mekar, sesak. Sering-sering berdiri buat ngepasin bidikan viewfinder --mohon maaf ikhwah di belakang ane, atas ketidaknyamanan ini. Terpaksa, karena takut kehabisan baterai bila buka LCDnya.
Alhamdulillah 90% acara pembukaan berhasil ane rekam. Hanya ketika menjelang akhir, pas sesi hiburan handycam ngadat. Waduh, sempat panik juga nih. Error messagenya: "Reinsert the cassette". Lho, padahal masih banyak? Ane ganti yang baru juga sama. Masya Allah, mengapa nih?? Yah, terpaksa ngikhlasin tampilan permainan asli Makassar nih. Padahal seru n asyik banget, lho!
* * *
Selasa [22/07] pukul 08.15 WITA tiba kembali di hotel inti, setelah semalem putus asa gak bisa ngakalin handycam yang ngadat. Rasa was-was masih menghantui, walau sudah dapat secercah solusi dari kawan di Jawa, suruh menjemur peralatan!Waktunya menjajal solusi. Pas momen taujih Ustadz Hilmi Aminudin ternyata handycamku belum juga mau kompromi. Keringat dingin mengucur, tangan gemeter mencoba-coba ngakali. Gonta-ganti kaset baru ane lakukan, tapi hasilnya nihil. Akhirnya istighfar aja deh... Tanganku gontai mengambil notebook dan pulpen pemberian panitia. Kurangkum taujih sebisanya, sebagai bekal sosialisasi ke DPD sebagai bentuk pertanggungjawaban misi ini
Di sela-sela acara break, ane coba jemur lagi aset berharga ini sambil melihat-lihat stand yang ada. Antara senang dan cemas berkecamuk di dada. Menikmati pameran stand yang sangat menggiurkan (andai bawa uang jutaan pun, pasti habis buat nurutin 'nafsu' mborong souvenir yang cantik-cantik ini) sambil meneteskan air liur. Hehe... karena ane hanya bawa 'awak abang' alias no fulus. Cleguks... Tapi itu segera kutepis, karena 'tanggungjawab besar' merekam semua momen menggelayuti pundak kurus ini. Gimana nggak ketar-ketir, wong acarane masih lama dan masih banyak je.
Ya Robbi, alhamdulillah dua sesi seminar berhasil terekam....
16 Agustus 2008
Haruskah PKS Mengambil Peran dan Fungsi Dinas Sosial dan Polisi?
Bro & Sis, tadi siang pas ane mampir kantor DPD PKS Kota Pekalongan, akh Riska --petugas jaga-- sedang menerima 2 orang tamu, pasutri beserta seorang balitanya. Ternyata tamu tadi mengaku simpatisan PKS di kota Semarang, yang sedang jalan-jalan di Pekalongan dan kebetulan hari itu tertimpa musibah. Sebuah hape dan dompetnya kecopetan.
Ini adalah tamu kesekian kalinya, PKS dijadikan tempat pengaduan orang-orang tertimpa musibah. Akh Riska --karena masih baru-- agak kebingungan menyikapi tamu tersebut. Di satu sisi ingin menyatakan empatinya, apatah lagi membawa-bawa nama PKS, di sisi lain dia sedang tidak memiliki 'sesuatu' yang bisa dia berikan kepada tamu tadi, ditambah dia saat itu sendirian.
Ane katakan kepada tamu tadi, bahwa kami turut prihatin atas musibah yang menimpanya dan turut mendoakan agar mereka diberi jalan keluar terbaik oleh Allah SWT. Ane tunjukkan ke mana seharusnya pasutri muda tadi mengeluhkan halnya. Dan kepada akh Riska, ane tegaskan bahwa urusan ini harus dipisahkan antara menjaga citra baik PKS dengan Kasus Kehilangan. Ini adalah dua hal yang saling lepas, setidaknya menurut ane. Jadi tidak ada kaitannya satu sama lain. Adapun mereka mengaku simpatisan PKS, terima kasih, mudah-mudahan tulus. Tetapi itu masalah lain lagi, yang tidak serta merta menjadikannya berhak mendapatkan kompensasi yang diinginkan.
Bro & Sis, ane jadi tak habis pikir. Mengapa orang-orang seperti ini larinya ke PKS ya? Bukankah ada Dinas Sosial dan Polisi? Apakah hal ini dikarenakan kader-kader PKS terkenal orang baik-baik dan dermawan? Sementara partai tetangga (kebetulan ada kantor DPD dari dua partai lain dalam radius 500 meter) jarang sekali menerima tamu serupa.
Hikmahnya :
- Muliakan tamu sewajarnya, jangan teraduk emosi kita
- Tempatkan permasalahan pada porsinya masing-masing
- Jangan khawatir citra PKS melorot. Jalin Komunikasi simpatik
Ini adalah tamu kesekian kalinya, PKS dijadikan tempat pengaduan orang-orang tertimpa musibah. Akh Riska --karena masih baru-- agak kebingungan menyikapi tamu tersebut. Di satu sisi ingin menyatakan empatinya, apatah lagi membawa-bawa nama PKS, di sisi lain dia sedang tidak memiliki 'sesuatu' yang bisa dia berikan kepada tamu tadi, ditambah dia saat itu sendirian.
Ane katakan kepada tamu tadi, bahwa kami turut prihatin atas musibah yang menimpanya dan turut mendoakan agar mereka diberi jalan keluar terbaik oleh Allah SWT. Ane tunjukkan ke mana seharusnya pasutri muda tadi mengeluhkan halnya. Dan kepada akh Riska, ane tegaskan bahwa urusan ini harus dipisahkan antara menjaga citra baik PKS dengan Kasus Kehilangan. Ini adalah dua hal yang saling lepas, setidaknya menurut ane. Jadi tidak ada kaitannya satu sama lain. Adapun mereka mengaku simpatisan PKS, terima kasih, mudah-mudahan tulus. Tetapi itu masalah lain lagi, yang tidak serta merta menjadikannya berhak mendapatkan kompensasi yang diinginkan.
Bro & Sis, ane jadi tak habis pikir. Mengapa orang-orang seperti ini larinya ke PKS ya? Bukankah ada Dinas Sosial dan Polisi? Apakah hal ini dikarenakan kader-kader PKS terkenal orang baik-baik dan dermawan? Sementara partai tetangga (kebetulan ada kantor DPD dari dua partai lain dalam radius 500 meter) jarang sekali menerima tamu serupa.
Hikmahnya :
- Muliakan tamu sewajarnya, jangan teraduk emosi kita
- Tempatkan permasalahan pada porsinya masing-masing
- Jangan khawatir citra PKS melorot. Jalin Komunikasi simpatik
Mukernas Makassar [01]
Bersama ikhwah Papua: Hadi Santoso, Radi Nurhamidin & Muin (aleg)
Bro & Sis,
Alhamdulillah, pada Mukernas di Makassar yang lalu ane berkesempatan hadir (karena ketua DPD berhalangan, ane yg didapuk mewakili). Kesempatan ini tentu saja ane manfaatkan sebaik-baiknya.
Sebelum berangkat, ane siapkan senjata andalan: Handycam Sony DCR TRV285E asset DPD, kaset Hi-8 sebanyak 12 biji, baterai bawaan + cadangan, tripod, charger tambahan dan tentu saja seransel kelengkapan pribadi disamping beberapa lembar data (yg biasanya diminta struktur pd momen2 spt ini plus surat mandat tentu).
Berdua akh Amirudin, kami meluncur dari kota Pekalongan Ahad (20/07) jam 08.00 ke Semarang. Dari sana bertolak by bus ke Surabaya. Perjalanan yang melelahkan pada etape pertama ini karena jalanan macet dan armada bus yg kami tumpangi sudah tak laik jalan. Akhirnya kami tiba di terminal surabaya jam 8 malam. Salah seorang famili akh Amir telah siap menjemput. Alhamdulillah, malam itu ane bisa selonjor di rumah adiknya akh Amir.
Senin (21/07) menjelang subuh kami sudah siap-siap. Terpaksa menolak sarapan (eh, makan sahur kali?) karena perut belum bisa kompromi bila suasana hati "under pressure" begini. Kebiasaan burukku jika menghadapi momen yang cukup bikin senewen, nafsu makan jadi ilang. Diantar pake suzuki carry-nya, kami meluncur ke bandara Juanda di tengah pagi buta benderang jalanan Surabaya.
Hm.... Bandara Juanda layaknya 'milik' PKS, utamanya mushollanya. Di sana-sini terlihat wajah-wajah lelah sumringah orang-orang muda berjenggot. Lihat tuh, pak Madi sudah teriak-teriak membagikan tiket pesawat, sementara pak Prap bagi-bagi amplop. Angpao? Bukan. Cuma selembar 'surat sakti' untuk menembus 'barikade' panitia Mukernas. Amplop kubuka, tertangkap mataku di bawah logo PKS yang belum dikasih nomor 8, sederet huruf times new roman bold 16 point: SURAT MANDAT. O-o... Namaku berganti jadi Nuryadi (wah rugi nih, nama kerenku jadi kampungan gini. Hehe.... Apalah artinya sebuah nama di Surat Mandat, kilah pak Prap. Husy, sembarangan ente! Bisa merusak tatanan peradaban lho. Hehe...)
Untungnya ane dan pak Amir menyempatkan mandi tadi. Sehingga bisa mengurangi polusi pemandangan di ruang tunggu pagi itu. Bayangkan, ratusan kader PKS siap terbang dengan Merpati, belum pada mandi! Yah... walaupun wajah-wajah mereka memancarkan 'aura kesenangan' --karena rata-rata baru mau berpengalaman naik plane-- tetap saja bekas kelelahan perjalanan darat itu kelihatan.
Jam 6 tepat Merpati yang kami tumpangi mulai merayapi landasan pacu. Dan beberapa saat kemudian kami telah melayang di udara. Perjalanan Surabaya-Makassar ditempuh 1 jam 15 menit.
Udara masih sejuk saat kami menginjakkan kaki di Makassar. Panitia penjemput telah siap di gate utama. Kami langsung diarahkan ke bus yang akan mengantarkan kami ke hotel.
O ya, beberapa hari yang lalu ane sempat browsing situs Hotel Clarion, tempat Mukernas ini berlangsung. Tujuannya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang hotel ini dan Makassar pada umumnya. Antum tahu tarifnya? US$ 83 per malam per orang! Atau hampir Rp 800.000! Bagi ane, ini sebuah ongkos yang mahal untuk sekedar numpang tidur. Lantas berapa milyarkah dana penyelenggaraan acara ini ya? Antum hitung sendiri lah. Jika tiap DPD mengirim 3 orang utusannya dan 8 orang untuk DPW. Ditambah personel panitia dan lain-lain. Mbuh ah, dihitung sendiri!
Ane mengira semua peserta akan tidur dengan ongkos US$ 83 tadi. Ternyata tidak. Kami -rombongan dari Jawa Tengah- ditempatkan di Hotel Grand Wisata, yang letaknya 30 menit perjalanan bus dari Hotel Clarion dan 200 meter dari tepi Pantai Losari, sang ikon Makassar itu.
Setelah pembagian kamar, ane dan akh Amir dapat kamar 215 di lantai 3. Langsung saja kami tempatkan barang-barang di kamar dan bergegas mengejar jam brekfast. Menurut tulisan di kupon kamar, breakfast time adalah jam 6 sampai 10. Dan waktu itu jam di hapeku menunjuk angka 09.50. Pikirku masih terkejar nih. Cepat-cepat kami menuruni tangga (belum orientasi medan, jadinya belum tahu letak liftnya) menuju breakfast room. Lho? Kok sudah kukutan? Oalah... ternyata jam disini 10.50, pantas saja. Kami lupa bahwa Makassar sudah beda zona. Akhirnya dengan langkah gontai, kami terpaksa keluar hotel 'mencari hidup' sendiri-sendiri. Hehe...
Panitia sepertinya terlihat belum siap. Sudah 4 jam sejak tiba di hotel ini, kami belum mendapat manual acara apalagi kit mukernas. Boro-boro kok itu, informasi kapan Acara Pembukaannya saja belum kami dapatkan. Baru sejam kemudian ada info bahwa acara akan dimulai habis isya'. Untuk mengisi jeda waktu, ane mengajak beberapa ikhwah untuk jalan-jalan ke pantai Losari
Diapit Kepanduan, Supriyadi dan Rizal
(bersambung aja yah....)
11 Agustus 2008
8-8-08
Kuawali blog ini dengan liputan launching nomor 8 oleh DPD PKS Kota Pekalongan. Tepat pada Jum'at, 8 Agustus 2008 lalu secara serentak digelar acara sosialisasi ini. Tampak dalam gambar, akhwat-akhwat DPC Pekalongan Timur sedang bersiap-siap menyukseskan acara ini. DPC ini paling heboh lho. Lihat saja tampilan mereka... Maklum saja, pendukungnya adalah para gadis, yang nota bene masih seger akan kreativitas. Dibanding DPC lain yang rata-rata dominasi ummahatnya lebih banyak.
Langganan:
Postingan (Atom)





