Tampilkan postingan dengan label Islam Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam Kita. Tampilkan semua postingan

23 September 2015

Selamat Hari Raya Idul Adha 1436H

Saya ucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1436H. Selamat menunaikan ibadah Qurban, semoga qurban kita diterima Allah SWT.

Walaupun ada perbedaan dalam pelaksanaan sholat id tahun ini, namun bagi saya tidak masalah. Marilah kita saling jaga ukhuwwah di antara kita. Yang masalah itu, jika ada orang yang sibuk mempermasalahkan perbedaan, namun qurban pun tak kunjung dilaksanakan.

Nah, bagi om dan tante seller BukaLapak yang beragama Islam, sudahkah kita klik beli hewan qurban via BukaLapak? Apa? Masih ragu? Hohoho... Mari kita singkirkan keraguan itu. Tenang saja, qurban Anda bukan BukaLapak yang handel, melainkan hanya memfasilitasi transaksinya saja. Adapun pengelolaan sepenuhnya oleh ACT, sebuah lembaga pengelola zakat, infaq dan sedekah nasional. Jadi insya Allah qurban Anda akan ditangani secara profesional. Pendistribusian dagingnya pun tepat sasaran, ke daerah daerah rawan pangan dan daerah konflik lain. Tidak hanya di nusantara, bahkan penyalurannya bisa sampai manca negara.

Bagi om dan tante yang bosan dengan qurban yang itu itu saja  (maksudnya kalau tidak kambing ya sapi), maka berqurban via ACT yang bekerjasama dengan BukaLapak ini jalan termudah, aman, dan cepat. Anda mungkin bisa sedikit bergaya dengan qurban untuk dibagi di Palestina misalnya. Atau, mungkin Anda pengin berqurban dengan unta? Bisa banget!

Mari, mumpung masih ada sisa beberapa hari tasyrik, buruan klik beli hewan qurban via BukaLapak. Qurban tanpa repot, bisa kirim ke mana saja.

Taqobbalallahu minna wa minkum... Happy Eid Mubarak!

04 Oktober 2014

Cewek Idaman

Ini dia cewek idamanku

Lamaaa sekali saya mengidamkan punya cewek cantik. Alhamdulillah Idul Adha tahun ini terlaksana juga meminang si putih nan cantik ini. Maharnya cukup 11 juta saja.

Atas bantuan seorang kawan akhirnya saya bisa mempersembahkan ini untuk:

  1. Ibunda tercinta, Sudiyanti binti Raden Siswo Haryono,
  2. Ayahanda, Sijam Sami Adji bin Singa Bangsa,
  3. Nenek Aminah binti Tasli
  4. Nenek Rakmah binti Tasli
  5. Adinda Sinoro Puji bin Sijam Sami Adji
  6. Kakak Sinorowedi bin Sijam Sami Adji
  7. Kakak Sionalis binti Sijam Sami Adji

Nomor 1 sampai 5 sudah meninggal semua, semoga Allah mengasihi mereka. Sementara mas Sinorowedi dan mbak Sionalis masih hidup. Mereka bertujuh adalah orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan saya.

Ya Allah, Rabb yang telah mengilhamkan mimpi kepada nabi mulianya Ibrahim dan anaknya Ismail, tahun ini hamba absen dulu menunaikan syariat qurbanMU. Namun terimalah sekedar tanda cinta hamba untuk orang-orang terkasih hamba. Ampunilah dosa-dosa mereka dan sayangilah mereka lebih daripada mereka menyayangi hamba. Amiin...

01 Desember 2013

Hah?? PKN!

Hari ini, seantero jagad memperingati Hari AIDS. Sebetulnya saya tidak begitu peduli. Namun ketika negara kita, khususnya melalui kementerian kesehatannya merestui Pekan Kondom Nasional (PKN), jadi muak saya dibuatnya.

Di bawah ini komentar seorang teman di Purwodadi, menurut saya bagus untuk direngungkan:

Ketika saya ditanya tentang bagaimana sikap terhadap Pekan KONDOM yang digalakkan MENKES dalam menyambut hari AIDS sedunia.

Saya hanya bilang, ketika keluarga harmonis, mampu berbagi kasih dan cinta dengan bijak bersama pasangan. Ketika orangtua mampu mengajarkan akhlaq yang baik bagi anak-anaknya. Maka jangankan 1 bus KONDOM dengan gambar JUPE. 1 armada dan beribu kontiner KONDOM dengan gambar yang lebih menantang pun. Kita semua tak akan terpengaruh.

Memang kita saat ini harus protes, karena melihat fenomena yang mengerikan. Mohon Maaf, karena pemerintah sedang main "kelamin" untuk menyelamatkan anak bangsa dr AIDS dr pada dengan mempergunakan benteng akhlaq.

Pemerintah lebih memilih memproteksi "kelamin" dari pada akhlaq para remaja.
Jadi kalau boleh saya bilang bahwa logika pemerintah adalah logika "kelamin", akal mereka ada dikelamin mereka karena mereka lebih peka pada kelamin dengan memproteksi dengan kondom dari pada memproteksi remaja dengan ahlaqul karimah!

Kalau akal pemerintah sudah ada di kelamin! Lantas bagaimana dengan kehidupan mereka!?
Ayo mulai dari diri kita dan keluarga kita! Itu lebih baik!

21 Maret 2012

Cermin Bening itu...

**sedang tidak mood nulis, berikut ane posting tulisan ust. Cahyadi Takariawan...


Masyarakat boleh berkata apa saja tentang proses Pilkada DKI Jakarta. Media sudah banyak memberitakannya. Kader sudah melek dan senang membaca berita. Ada cermin bening, sangat bening, dalam proses yang menyertainya. Sangat banyak mutiara hikmah yang harus kita ambil darinya.
Adalah Triwisaksana, kader dakwah yang mendapatkan amanah untuk dimajukan dalam Pilkada. Kerja keras sudah dilakukannya, pagi, siang, sore hingga malam tiba. Keringat mengucur dengan deras, membasahi sekujur tubuhnya. Mencoba merangkai harapan masa depan, merenda cita-cita kemenangan, membayangkan Jakarta diliputi pribadi mulia.

Namun apa hendak dikata. Realitas politik sangat sulit diduga. Bang Sani menerima keputusan pimpinan, ia tidak jadi dimajukan dalam proses Pilkada. Pilihan yang sulit bagi para pimpinan partainya, karena sangat banyak kendala untuk tetap memajukan Triwisaksana. Pilihan telah ditetapkan, keputusan telah dikeluarkan, Hidayat Nurwahid tidak pernah menyangka. Ya, ustadz Hidayat mendapatkan amanah maju dalam Pilkada DKI Jakarta.

Subhanallah, lihatlah kedua kader terbaik kita. Demikian tinggi etika mereka jaga. Mereka saling melempar pujian kepada lainnya. Hidayat mengatakan siap mendukung Sani jika partai memilih Sani untuk maju dalam Pilkada. Hidayat menganggap Sani cocok dan memiliki kapasitas untuk memimpin Jakarta. Sebaliknya Sani menyatakan Hidayat lebih baik darinya. Subhanallah, betapa mulia mereka berdua.

Keduanya menyatakan siap menjadi Tim Sukses bagi yang lainnya, apabila dirinya tidak jadi dimajukan dalam Pilkada. Subhanallah, betapa mulia hati mereka. Presiden Partai menyatakan, Bang Sani telah melakukan pemanasan, bagi jalan yang akan dilalui oleh Hidayat Nurwahid untuk memimpin Jakarta.
Cermin bening itu, menjadi isyarat kebersihan niat dalam mengikuti proses Pilkada. Kebesaran jiwa Bang Sani, kebersahajaan ustadz Hidayat, menjadi modal utama memenangkan kontestasi politik menuju pemimpin DKI Jakarta.

Dari Sani ke Wahid, keduanya kader dakwah yang setia. Dari Sani ke Wahid, keduanya simbol perjuangan yang menggelora. Dari Sani ke Wahid, lihatlah tidak ada yang perlu terluka dan kecewa. Dari Sani ke Wahid, keduanya memang istimewa.

19 Februari 2012

Sekolah Pra Nikah #1

Peserta ikhwan bergambar bersama Ustadz Anwar Jufri & Moderator


Sekolah pra nikah yang diadakan oleh Rumah Keluarga Indonesia (DPD Kota Pekalongan) ini digelar di Hotel Syari'ah Pekalongan. Menghadirkan Ustadz Anwar Jufri, Lc dari Bawen Kab. Semarang. Beliau adalah ustadz yang berkompeten membahas masalah seluk beluk mahligai rumah tangga. Taujih dan motivasinya sungguh super. "Motivasi dosis tinggi", kata salah seorang peserta.

Rangkaian acara dibagi dalam dua sesi, pagi dan siang. Sesi pagi dimulai pukul 8 hingga 12 khusus untuk akhwat. Alhamdulillah, dari 100 kursi yang disediakan, 90% terisi. Psst... semua peserta ini masih single lho... Yang sudah menikah hanya beberapa orang (panitianya saja). Sayangnya, saya tidak boleh masuk untuk mengambil gambar.... Khusus akhwat katanya. Takut saya nikah ya? Ha..ha..ha..

Sementara sesi macho, yaitu untuk para ikhwan, digelar usai jam makan siang hingga pukul 17.00. Namun kenyataannya baru berakhir hingga pukul 17.25, karena antusiasme peserta yang tinggi. Itu pun sudah memaksa untuk menyudahi acara. Mohon maaf bagi peserta yang ingin mengajukan pertanyaan di sesi akhir karena tidak kebagian waktu. Dari segi kuantitas, jumlah peserta ikhwan ini memang cuma 20 orang. Namun kualitas diskusinya seru banget...

Mudah-mudahan pasca acara ini, mereka semua segera menikah. Sebagaimana yang dipesankan oleh moderator: "Menikahlah, dan reguklah banyak pahala!" dan pesan Ustadz Anwar: "Jangan sibukkan diri dengan mencari, tapi sibukkan dengan memperbaiki diri!"

Silakan nikmati  foto-fotonya di sini

11 Januari 2012

Selamat Hari Mendongeng Nasional!

Kak Bimo in action
Dongeng, ia mampu melekatkan tali kasih yang telah lekang antara orang tua dengan anak, menjadi obat kerinduan. Bahkan dongeng pun bisa menjadi satu lapisan batin yang kuat pada jiwa anak, sehingga mereka mencintai kebaikan dan kebenaran, serta menjauh dari kebatilan-keburukan. Kita terus membutuhkan cerita atau dongeng yang apik dan menggerakkan anak-anak negeri kita untuk mencapai martabat yang luhur, disegani kawan ataupun lawan, siap tanding maupun sanding.
(Kak Bimo; Pekerja Dongeng Indonesia)


Baru tahu kalau hari ini, 11 Januari, dinobatkan sebagai Hari Mendongeng Nasional. Kutipan Kak Bimo di atas sangat menggugah. Saya jadi teringat nasihat beliau tahun silam; bahwa jika ingin membentuk karakter generasi penerus negeri ini menjadi hebat, maka cekoki mereka dengan dongeng-dongeng bermutu. Karena, 20 tahun kemudian, ruh dongeng itu akan menjelma menjadi akhlaq mereka kelak.

Kak Bimo pernah memaparkan, ada sebuah penelitian terhadap dongeng (cerita rakyat) yang beredar 20 tahun lalu di dua negara (saya lupa namanya). Sebut saja Negara A yang saat itu dalam kondisi tertindas, dan dongeng-dongeng yang dituturkan kepada anak-anak negeri itu seputar kisah kepahlawanan, heroisme, optimisme untuk bangkit dan cerita sejenis yang bervisi. Ternyata 20 tahun kemudian negara itu bisa merdeka dari penindasan, bahkan mengalami kemajuan dan kemakmuran yang luar biasa.

Sementara di negara B yang tingkat kesejahteraan rakyatnya relatif lebih makmur saat itu, sehingga dongeng-dongeng yang beredar lebih meninabobokan rakyatnya. Apa yang terjadi 20 tahun kemudian? Ternyata tingkat kemakmuran negeri itu malah merosot tajam dan dapat disaingi oleh negara A tadi.

Saya jadi terperangah. Jangan-jangan amburadulnya negeri kita tercinta ini gara-gara dongeng yang beredar puluhan tahun lalu menanamkan kebobrokan moral? Simak saja dongeng paling masyhur di tanah Jawa: "Kancil Nyolong Timun". Kenapa musti harus nyolong jika bisa bicara baik-baik dengan Pak Tani untuk memintanya? Atau, mengapa tidak kita buat skenario: Sang Kancil minta diajari Pak Tani bercocok tanam timun yang baik dan benar. Sehingga nantinya bisa menghasilkan timun yang berkualitas super dan Kancil tak perlu nyolong lagi? Hayo, siapa mau mendongeng "Kancil Jadi Exportir Timun?"

Mudah-mudahan ini menginspirasi kita. Saya yakin masih banyak anak negeri yang benar-benar mencintai negeri ini dan berkeinginan kuat mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Maka segeralah kita mulai "menularkan virus" dongeng pembangkit semangat ini kepada anak-anak kita. Dengan semua media dan sumber daya yang kita punya, mari bersama menuturkan dongeng motivasi itu, sekarang!

SELAMAT MENDONGENG, INDONESIA!

09 Januari 2012

The Spirit of Giving

Ini adalah tema Bulletin Al-Ummah edisi bulan ini. Seharusnya awal bulan sudah terbit, namun karena ada beberapa kendala non-teknis, terpaksa mundur. Saat ini sedang dalam proses pencetakan, mudah-mudahan Kamis sudah bisa beredar.

Dilatari oleh mimpi besar proyek Assalaam Boarding School Pekalongan yang saat ini baru dalam tahap pengurugan lahan, maka yayasan membuka peluang investasi akhirat sebesar-besarnya. Karenanya, tema bulletin juga diselaraskan. Agar para donatur dan para karyawan di lembaga-lembaga yayasan turut berpartisipasi menyukseskan proyek ini.

Rahasia dapur [foto cover]:
Menemukan foto ini di tumpukan koleksi TKIT Ulul Albab 2 Kota Pekalongan. Sepertinya foto saat mereka menggelar baksos (pemberian sembako kepada warga sekitar). Saya suka ekspresi anak ini, polos dan fotogenik. Juga ekspresi nenek yang menerima bingkisan, tawanya sumringah, memperjelas guratan-guratan di pipinya. Manis sekali... Sayang fotografernya (ustadzah?) meng-cropping terlalu ketat. Bagian atas kepala nenek ini terpotong dan bagian kiri badan nenek juga terpotong seperti itu. Akhirnya dengan sentuhan Photoshop, "operasi" menambal tengkorak atas sang nenek berhasil dilakukan... mau nambah lengan dan punggung nenek, terlalu rumit. Ah, biar saja wis, dipepetkan kiri saja. Selak dikejar deadline sih.... hm... :-)  Dan untuk lebih memusatkan perhatian pada dua insan beda generasi ini, saya kaburkan backgroundnya.

Penasaran bagaimana isinya? Silakan mengunduhnya di sini.

06 Desember 2011

Ada Gerhana Bulan Total pada 10 Desember 2011



[Foto: blogger-jepara.blogspot.com]




Bro & Sis, insya Allah pada tanggal 10 Desember 2011 bertepatan dengan  tanggal 14 malam 15 Muharram 1433 jam 19.45 sampai dengan 23.18 WIB akan terjadi gerhana bulan total dan bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Berikut ini info yang ane dapat dari institusi PERSIS:


=======================================================================

بسم الله الرّحمن الرّحيم

SURAT EDARAN
Nomor: 0476/JJ-C.3/PP/2011
Tentang
GERHANA BULAN TOTAL  

Merujuk kepada Almanak Persatuan Islam Tahun 1433 H sebagai hasil perhitungan Dewan Hisab dan Rukyat Persatuan Islam, maka dengan ini Pimpinan Pusat Persatuan Islam menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1.  Bahwa pada hari Sabtu tanggal 14 Muharram 1433 H / 10 Desember 2011 M, akan terjadi Gerhana Bulan Total;
  • Kontak Awal Gerhana : pukul 19.45’.06” WIB
  • Awal Total Gerhana : pukul 21.05’.36” WIB
  • Pertengahan Gerhana : pukul 21.31’.36” WIB
  • Akhir Total Gerhana : pukul 21.57’.42” WIB
  • Kontak Akhir Gerhana : pukul 23.18’.18” WIB
2.  Sehubungan dengan kejadian gerhana bulan tersebut di atas, kami anjurkan kepada seluruh jamaah dan simpatisan Persatuan Islam serta kaum muslimin untuk melaksanakan Shalat Gerhana pada waktunya. Untuk keseragaman pelaksanaan Shalat Gerhana dimaksud, kami atur sebagai berikut:
  • Mulai Takbir :  pk. 20.30 WIB
  • Shalat Gerhana : pk. 21.30 WIB (dilanjutkan dengan khutbah, pengumpulan dan pembagian shadaqoh).
Demikian hal ini kami sampaikan untuk dijadikan pedoman bagi seluruh anggota dan jajaran jam’iyyah serta kaum Muslimin pada umumnya.

الله يأخذ بايدينا الي مافيه خير للاسلام والمسلمين 

Bandung, 21 Dzulhijah   1432 H
17 November 2011 M
Ketua Umum,                                                                              Sekretaris Umum,
Prof.Dr.KH. M. Abdurrahman, MA.                                                 Dr. H. Irfan Safrudin, M.Ag.


=======================================================================



Untuk lebih menyemarakkan syiar ini mari bersiap meniatkan diri untuk melakukan sholat gerhana nanti. Nah, berikut ini cara sholat gerhana yang diajarkan ustadz Ulis Tofa, Lc kepada ane:

[1]  Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.

[2]  Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

[3]  Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِه
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.”
(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

[4]  Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

[5]  Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

[6]  Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

[7]  Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

[8]  Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[9]  Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

[10]  Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

[11]  Salam.

[12]  Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1/438)

“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (HR. Muslim no. 901)

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari, no. 1044)

05 Desember 2011

Keutamaan Bulan Muharram

Inspirasi desain dari Wong Atjeh
Selamat menunaikan puasa sunnah 'Asyuro Bro & Sis...

Alhamdulillah, kita memasuki hari ke-10 bulan Muharram 1433 H. Mari kita bersyukur kepada Allah Ta'ala atas kesempatan hidup yang masih diberikan kepada kita. Semoga kita dapat melaksanakan risalah ibadah secara ikhlas dan benar. Dan semoga seluruh umat Islam di tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu dan tahun yang akan datang akan lebih baik lagi dari tahun ini.

Bro & Sis, untuk lebih menyemangati kita melakukan ibadah di bulan suci ini, berikut ane cuilkan bayanat dari DSP. Semoga bermanfaat...


KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM

Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram" (QS. At Taubah: 36)

Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.

Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa nabi saw. ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu 'Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, 'Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah'. Rasul saw. berkata, 'Saya lebih berhak mengikuti Musa as. dari mereka'. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa." (HR Bukhari).

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam." (HR Muslim)

Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura.

Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan:

  1. Berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
  2. Berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal 9 dan 10, atau 10 dan 11.
  3. Puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari 'Asyura para sahabat berkata: "Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani", beliau bersabda: "Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut." (HR. Muslim)

Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram. Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.

Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram.

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Makkah dan Madinah.

LEGENDA DAN MITOS MUHARRAM

Di samping keutamaan bulan Muharram yang sumbernya sangat jelas, baik disebutkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah, tetapi banyak juga legenda dan mitos yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari 'Asyura. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari 'Asyura Nabi Adam diciptakan, Nabi Nuh as di selamatkan dari banjir besar, Nabi Ibrahim dilahirkan dan Allah Swt menerima taubatnya. Pada hari 'Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit.

Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.

Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari 'Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan dengan peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan hari 'Asyura.

BID'AH DI BULAN MUHARRAM

Selain legenda dan mitos yang dikait-kaitkan dengan Muharram, masih sangat banyak bid'ah yang jauh dari ajaran Islam. Lebih tepat lagi bahwa bid'ah tersebut merupakan warisan ajaran Hindu dan Budha yang sudah menjadi tradisi masyarakat Jawa yang mengaku dirinya sebagai penganut aliran kepercayaan. Mereka lebih dikenal dengan sebutan Kejawen. Dari segi sistem penanggalan, memang penanggalan dengan sistem peredaran bulan bukan hanya dipakai oleh umat Islam, tetapi masyarakat Jawa juga menggunakan penanggalan dengan sistem itu. Dan awal bulannya dinamakan Suro.

Sebenarnya penamaan bulan Suro, diambil dari 'Asyura yang berarti 10 Muharram. Kemudian sebutan ini menjadi nama bulan pertama bagi penanggalan Jawa. Beberapa tradisi dan keyakinan yang dilakukan sebagian masyarakat Jawa sudah sangat jelas bid'ah dan syiriknya. Seperti, Suro diyakini sebagai bulan yang keramat, gawat dan penuh bala. Maka diadakanlah upacara ruwatan dengan mengirim sesajen atau tumbal ke laut. Sebagian yang lain dengan cara bersemedi mensucikan diri bertapa di tempat-tempat sakral (di puncak gunung, tepi laut, makam, gua, pohon tua, dan sebagainya) dan ada juga yang melakukan dengan cara lek-lekan 'berjaga hingga pagi hari' di tempat-tempat umum (tugu Yogya, Pantai Parangkusumo, dan sebagainya). Sebagian masyarakat Jawa lainnya juga melakukan cara sendiri yaitu mengelilingi Benteng Kraton sambil membisu.

Masyarakat berkeyakinan apabila mengadakan pernikahan, khitanan dan membangun rumah pada malam Suro, akan membawa sial dan malapetaka bagi diri mereka. Melakukan ritual ibadah tertentu di malam Suro, seperti selamatan atau syukuran, Sholat Asyuro, membaca Do'a Asyuro (dengan keyakinan tidak akan mati pada tahun tersebut) dan ibadah-ibadah lainnya. Semua ibadah tersebut merupakan bid'ah (hal baru dalam agama) dan tidak pernah ada contohnya dari Rasululloh saw maupun para sahabatnya.

Hadits-hadits yang menerangkan tentang Sholat Asyuro adalah palsu sebagaimana disebutkan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-La'ali al-Masnu'ah. Tradisi Ngalap Berkah dilakukan dengan mengunjungi daerah keramat atau melakukan ritual-ritual, seperti mandi di grojogan (dengan harapan dapat membuat awet muda), melakukan kirab kerbau bule (kiyai Slamet) di kraton Kasunanan Solo, thowaf di tempat-tempat keramat, memandikan benda-benda pusaka, bergadang semalam suntuk dan lain-lainnya.

Ini semuanya merupakan kesalahan, sebab suatu hal boleh dipercaya mempunyai berkah dan manfaat jika dilandasi oleh dalil syar'i (Al Qur'an dan hadits) atau ada bukti bukti ilmiah yang menunjukkannya. Semoga Allah Ta'ala menghindarkan kita dari kesyirikan dan kebid'ahan yang membinasakan. Menyikapi berbagai macam tradisi, ritual, dan amalan yang jauh dari ajaran Islam, bahkan cenderung mengarah pada bid'ah, takahyul dan syirik, maka marilah kita bertobat kepada Allah dan melaksanakan amalan-amalan sunnah di bulan Muharram seperti puasa.

Rasulullah saw. menjelaskan bahwa puasa pada hari 'Asyura menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah berlalu.

Dari Abu Qatadah ra. Rasululllah saw ditanya tentang puasa hari 'asyura, beliau bersabda: "Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat." (HR. Muslim).

[Sumber: Bayan Dewan Syariah Pusat tentang Keutamaan bulan Muharram]

30 November 2011

AIDS Saja Punya Hari Khusus

Besok, 1 Desember, orang sedunia ramai memperingati Hari HIV/AIDS. Ane tidak tahu, sejak kapan hari ini diperingati. Juga mengapa tanggal 1 Desember yang dipilih. Cuma yang menjadi ganjalan di otak ane, setelah sekian kali diperingati, apakah ada penurunan signifikan angka korban HIV/AIDS ini? Lantas sejauh mana upaya mengurangi angka itu?

Banyak slogan tercecer di sekitar kita. Mulai dari stiker kecil di angkot, spanduk di tempat strategis sampai baliho besar di sudut jalan. Isinya himbauan untuk 'tidak mengucilkan' korban penderita penyakit mengerikan ini. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya. Begitu kurang lebih bunyi kampanyenya.

Menurut ane, selama Bro & Sis memegang prinsip-prinsip syariat Islam, tak perlu mengkhawatirkan penyakit ini. Bagi penderita yang merupakan korban dari perilaku menyimpangnya, ane sarankan untuk 'menikmati' saja 'hadiah' dari Allah SWT berupa penyakit ini. Anggap saja sebagai 'uang muka' atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Mudah-mudahan kelak di akhirat tidak 'ditagih' lagi karena telah 'terbayar lunas' di dunia. Sedangkan bagi penderita yang merupakan korban tidak langsung (bukan pelaku menyimpang), bersabar sambil terus berikhtiar adalah jalan terbaik. Insya Allah banyak hikmah bisa dipetik dari musibah ini.

29 November 2011

Sekali Waktu, Tengoklah Status Facebook Anakmu

Facebook, ibarat mata pisau, ia bisa sangat bermanfaat namun juga bisa sangat berbahaya. Tergantung kepada siapa yang 'memegangnya'. Karenanya bijaksanalah dalam memanfaatkan jejaring sosial ini. Bagaimana dengan putra-putri kita?

Bro & Sis, ane nemu catatan bro Mohammad Fauzil Adhim (pakar parenting) ini, nampaknya sangat bagus untuk kita renungkan, terutama bagi antum yang punya anak usia ABG. Selamat menikmati.
***

Sekali Waktu, Tengoklah Status Facebook Anakmu

Jelajahilah alam pikirannya. Pahamilah apa yang sedang terjadi padanya. Dan bersiap-siaplah untuk terkejut disebabkan apa yang berharga bagi hidupnya, membanggakan dirinya, menyenangkan hatinya dan menjadi keinginannya justru perkara yang kita membencinya. Mereka sangat berhasrat justru terhadap apa-apa yang kita ajarkan kepada mereka untuk menjauhi. Astaghfirullahal ‘adzim.

Sekali saat, periksalah status Facebook anak-anakmu. Ketahuilah apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya. Rasakan apa yang menjadi keinginan kuatnya. Rasakan pula yang membuatnya terkagum-kagum. Dan bersiap-siaplah untuk terperangah jika anak-anak itu lebih fasih mengucapkan kalimat-kalimat yang tak berharga, ucapan yang tak bernilai, pembicaraan yang mendekatkan kepada maksiat, dan bahkan ada yang mendekati kekufuran. Mereka berbicara kepada kita dengan bahasa yang kita inginkan, tetapi mereka membuka dirinya kepada manusia di seluruh dunia dengan perkataan-perkataan ingkar. Mereka menyiarkan keburukan dirinya sendiri, tetapi mereka tidak menyadarinya. Astaghfirullahal ‘adzim.


Kalau suatu saat ada kesempatan, cermatilah apa yang ditulis oleh anakmu, gambar apa yang ditampilkan dan siapa yang dielu-elukan di Facebooknya. Sadari apa yang telah terjadi dan sedang terjadi pada diri mereka. Ketahui perubahan apa yang menerpa jiwa mereka. Dan bersiaplah untuk terkejut bahwa apa yang tampak di depan mata tak selalu sama dengan apa yang terjadi di belakang kita. Mereka bisa bertutur tentang keshalihan karena berharap terhindar dari kedukaan atau bahkan kemurkaan kita. Tetapi diFacebook, mereka merasa merdeka mengungkapkan apa pun yang menjadi kegelisahan, keinginannya dan kebanggaannya yang benar-benar terlahir dari dalam diri mereka.

Beberapa waktu saya memeriksa akun Facebook anak-anak SDIT, alumni SDIT dan mereka yang masih belajar di SMPIT maupun SMAIT. Hasilnya? Sangat mengejutkan. Harapan saya tentang isi pembicaraan anak-anak yang telah memperoleh tempaan bertahun-tahun di sekolah Islam terpadu itu atau yang sejenis dengannya adalah sosok anak-anak yang hidup jiwanya, cerdas akalnya, tajam pikirannya dan jernih hatinya. Tetapi ternyata saya harus terkejut. Sekolah-sekolah Islam itu ternyata hanya mampu menyentuh fisiknya, tetapi bukan jiwanya. Betapa sedih ketika melihat anak-anak yang dulu jilbabnya besar berkibar-kibar, hanya beberapa bulan sesudah lulus dari SDIT atau SMPIT, sudah berganti dengan busana yang menampakkan auratnya dan ia perlihatkan kepada orang lain melalui foto-foto yang mereka pajang di Facebook.

Tentu saja saya tidak dapat mengatakan bahwa pendidikan Islam terpadu, integral atau apa pun istilahnya telah gagal total. Tetapi apa yang dapat dengan mudah kita telusuri dari tulisan mereka di Facebook maupun media sosial lainnya memberi gambaran betapa kita perlu berbenah dengan segera. Selagi aqidah, akhlak dan secara umum agama ini hanya kita sampaikan secara kognitif, maka tak banyak perubahan yang dapat kita harapkan. Jika yang kita berikan adalah pelajaran tentang agama, dan bukan pendidikan beragama yang dikuati oleh budaya karakter yang kuat di sekolah, maka anak-anak itu mampu berbicara agama dengan fasih tapi tidak menjiwai. Tak ada kebanggaan pada diri mereka terhadap apa-apa yang datang dari agama; apa-apa yang menjadi tuntunan Allah Ta’ala dan rasul-Nya.

Astaghfirullahal ‘adzim. Na’udzubillahi min dzaalik.

Lalu apa yang merisaukan dari anak-anak itu? Sekurangnya ada tiga hal. Pertama, cara mereka berbahasa. Ini menggambarkan alam berpikir sekaligus kesehatan mental mereka. Kedua, sosok yang mereka banggakan dan mereka elu-elukan kehadirannya maupun tingkah-lakunya. Sosok yang menjadi panutan (role model). Ketiga, nilai-nilai dan keyakinan yang mereka banggakan sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku mereka, meskipun tak tampak di mata orangtua dan guru.

Betapa Mengenaskan Bahasa Mereka

Salah satu kelebihan Bani Sa’diyah adalah kefasihannya berbahasa. Kepada Halimah dari Bani Sa’diyah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam disusukan, sehingga masa kecilnya memperoleh pengalaman berbahasa yang baik. Tampaknya sepele, tetapi bagaimana kita berbahasa sangat mempengaruhi pertumbuhan mental dan perkembangan cara berpikir.
Adalah Alfred Korzybski, ahli semantik asal Rusia yang menunjukkan bahwa cara berbahasa yang salah berhubungan erat dengan mental yang sakit pada masyarakat. Terlebih jika kesalahan serius dalam berbahasa itu secara intens dilakukan oleh seseorang, utamanya lagi yang masih dalam tahap perkembangan sangat menentukan, yakni anak atau remaja. Dan kondisi mengenaskan inilah yang sedang terjadi pada anak-anak kita; dalam pergaulan dan terutama terlihat dari SMS maupun status facebook mereka.

Mari kita ingat kembali ketika Lev Vygotsky, seorang psikolog yang juga asal Rusia. Ia menunjukkan bahwa apa pun kecerdasan yang ingin kita bangun, kuncinya adalah bahasa. Ia juga menunjukkan betapa erat kaitan antara bahasa dan pemikiran. Penggunaan bahasa mempengaruhi cara berpikir. Siapa diri kita tercermin dari bagaimana kita berbahasa. Sebaliknya, cara kita berbahasa akan berpengaruh besar terhadap diri kita.

Nah, lalu apa yang bisa kita katakan terhadap anak-anak yang berbahasa alay dan berbicara dengan perkataan yang tak berguna penuh sampah? Sungguh, tengoklah status Facebook dan SMS mereka. Dan bersiaplah terkejut dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Khawatirilah apa yang akan terjadi pada diri mereka di masa-masa mendatang.

Astaghfirullah. Laa ilaaha illa Anta subhanaKa ini kuntu minazh-zhaalimin.

Bukan Rasulullah Saw. yang Mereka Kagumi

Cara berbahasa mempengaruhi apa yang berharga dan apa yang tidak. Sulit bagi seseorang untuk mengagumi dan menjadikan seseorang yang cara berbahasanya sangat berbeda –apalagi bertolak-belakang– sedang sosok yang ingin mereka tiru, mereka banggakan dan mereka pelajari kehidupannya. Maka jangan heran jika mereka lebih terharu-biru oleh Justin Bieber daripada para shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Jangan terkejut pula jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam justru sosok yang sangat asing bagi mereka. Ironisnya, anak-anak yang seperti itu justru banyak lahir dari lembaga-lembaga Islam; sejak jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Apa pengaruhnya? Jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi sosok panutan (role model) yang mereka banggakan, maka mereka akan berusaha untuk mempelajari jejak-jejaknya, mengingati kata-katanya dan mencoba melaksanakan apa yang mereka mampu dalam hidupnya. Mereka juga bangga terhadap orang yang meniru sosok panutannya. Itu juga berarti, jika sosok panutan mereka adalah Justin Bieber atau Lady Gaga, maka atribut, kata-kata dan segala hal yang berkait dengan mereka akan mereka buru dengan penuh kebanggaan. Mereka juga berusaha mengidentifikasikan diri dengan sosok panutannya.

Na’udzubillahi min dzaalik. Laa haula wa laa quwwata illa biLlah.

Pacaran Online Pun Terjadi

Maka, jangan terkejut jika anak-anak alumni SDIT yang masih belajar di SMPIT atau sekolah Islam sejenis justru amat liar pikirannya. Jangan terkejut juga jika menemukan anak seorang ustadz asyik pacaran online, mengungkapkan perasaan yang tidak sepatutnya ia ungkapkan kepada lawan jenis, apalagi membiarkannya diketahui oleh orang banyak. Sungguh, kemaksiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi lebih ringan nilainya dibanding kemaksiatan yang ia umumkan sendiri.

Ingin sekali berbincang lebih panjang. Tetapi tak tega rasanya berbicara blak-blakan tentang masalah ini.

Semoga catatan sederhana ini dapat menjadi pengingat untuk kita semua. Semoga Allah mudahkan kita menempuh kebaikan. Semoga pula Allah Ta’ala menjaga iman kita dan anak-anak kita.

Sebelum kita akhiri perbincangan ini, mari sejenak kita ingat firman Allah ‘Azza wa Jalla:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa’: 9).

Wallahu a’lam bishawab

28 November 2011

Sekedar Mengingatkan

Bagi Bro & Sis yang masih suka menggunakan kata :

''Ass, Askum'' dalam ucapan salam (lisan maupun sms).
''Mohd'' untuk panggilan nama Nabi Muhammad.
''Mosque'' untuk panggilan sebuah masjid.
''4JJI'' untuk menulis lafadz Allah SWT.
''Mecca'' untuk sebutan Mekah.

Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya. Gunakan sesuai dengan aturannya yuuuk...

  • Janganlah bilang Mosque tapi tetap gunakan kata MASJID, karena sebuah Organisasi Islam menemukan bahwa Mosque berasal dari kata "mosquito" yang berarti "nyamuk".
  • Jangan menulis MECCA tapi MEKAH, karena MECCA adalah "rumah anggur/bir".
  • Jangan menulis MOHD tapi MUHAMMAD, karena Mohd adalah "anjing bermulut besar".
  • Jangan menulis 4JJI tapi ALLAH SWT, karena tulisan "4JJI" artinya "For Judas Jesus Isa al masih".
  • Jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi lengkapilah dengan ASSALAAMU'ALAIKUM (karena salam adalah doa, atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali), karena "Ass" artinya (maaf) "pantatmu", dan "Askum" artinya "celakalah kamu".

Maka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu'alaikum.

O ya, satu hal lagi tentang penulisan dan pelafadzan AMIN:

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

  1. AMIN (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
  2. AAMIN (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
  3. AMIIN (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
  4. AAMIIN (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI

Terus, bagaimana dengan pengucapan/penulisan "Amien"?

Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do’a. Ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)

Semoga bermanfaat!

[terima kasih sahabat FB-ku yang telah berbagi]

27 November 2011

Rumah Dakwah

Numpang narsis dulu ah... Dari tadi motreti orang melulu
[syukron akh Fachu, atas jepretannya]
Selamat tahun baru Islam Bro & Sis!

Mengawali tahun 1433 Hijriyah ini, DPD PKS Kota Pekalongan pindahan kantor nih. Semoga ini menjadi langkah baik menyongsong kerja-kerja dakwah ke depan.. Penyebutan sekretariat yang sekarang adalah: Rumah Dakwah. Sungguh, ini bukan rumah yang cedak sawah. Melainkan karena di sini diniatkan sebagai Rumah-nya ummat. Go publik ceritanya.

Alamatnya cukup jelas 'kan? Ancar-ancarnya, jika Bro & Sis melalui jalur Pantura Jakarta-Semarang, pasti lewat di Jalan Wilis atau Jalan KHM Mansyur. Letak Jalan Kurinci berada di antara dua jalan besar itu. Tepatnya di dekat Lapangan Mataram, itu lho kompleks Kantor Walikota dan Gedung DPRD Kota Pekalongan. Lebih pasnya lagi depan Radio Kota Batik, nah itu dia gang 3A-nya.

Masih susah juga? Telpon ane 'dah... ntar ane jemput! Catat ya nomer hp ane: 08122994564. Gunakan nomor ini sebijaksana mungkin. Ditunggu silaturahimnya...

24 November 2011

Terima Kasih Mas Slamet

Slamet, itulah namanya. Sederhana sekali ya? Begitulah. Orangnya juga sesederhana namanya, namun hatinya sangat baik. Dia hanya dua orang bersaudara, adiknya perempuan. Karena orang tuanya tidak mampu menyekolahkan anaknya hingga pendidikan tinggi, maka ia mengalah untuk tidak menamatkan SDnya. Ia membantu orang tuanya mencari nafkah, apa saja asal halal katanya. Dan dari penghasilannya yang kecil itu, ia rela menyokong adik perempuan satu-satunya untuk terus bersekolah, bahkan hingga lulus di perguruan tinggi terkenal di Semarang. Subhanallah, pengorbananmu sangat inspiratif Mas Slamet.

Membicarakan jiwa berkorbannya Mas Slamet ini, tak akan ada habisnya. Lihat saja malam ini, ketika DPD PKS Kota Pekalongan mengadakan tasyakuran pindahan kantor. Acara intinya adalah mabit (bermalam) semua kader dan simpatisan (laki-laki) di kantor baru, sekaligus diisi khataman Qur'an dan taujih dari ketua. Nah, saat kami hendak sholat berjama'ah di masjid terdekat, Mas Slamet rela tidak ikut meraup pahala berjama'ah. Dia rela sholat munfarid setelah kami semua pulang dari masjid. Mengapa? Ternyata Mas Slamet khawatir terhadap keselamatan motor, sepeda dan helm milik kami yang terparkir di halaman kantor baru.

Terima kasih Mas Slamet... Atas pengorbananmu, kami semua bisa sholat berjama'ah dengan tenang di masjid. Subhanallah, berilah pahala berjamaah pada sholatnya mas Slamet ini Yaa Robb...

23 November 2011

Kecewa

Bro & Sis, pernahkah antum merasa kecewa? Tentu masing-masing pernah merasakan kekecewaan dengan latar belakang yang beragam. Semisal yang dialami Paul -sebut saja begitu- teman ane. Paul memiliki putra yang mondok di sebuah pondok pesantren tahfidzul qur'an. Usia putranya sekitar 14 tahun, masih duduk di kelas 7 SMP.

Ponpes putranya Paul ini rupanya pondok baru, belum ada 3 tahun berjalan dan belum memiliki aset apa pun, kecuali seorang ustadz dan semangat. Fisik pondoknya sendiri adalah 'belas kasihan' dari sebuah madrasah yang 'kurang diminati'. Kebetulan ada beberapa lokal di bagian belakang yang nganggur. Daripada tidak digunakan, lebih baik di-hibah-pakai-kan ke yayasan pengelola pondok tahfidz tadi. Mungkin begitu yang ada di benak pengelola madrasah tadi.

Singkat cerita putranya Paul baru 2 tahun mondok di sana. Saat ini hafalannya baru: juz 30, 29, 28 dan sebagian juz 1, itu pun tidak sempurna. Padahal waktu awal masuk, diprogramkan pada tahun pertama santri akan digenjot untuk hafal 20 juz! Semangat banget bukan?

Beberapa waktu lalu Paul curhat, bahwa kini putranya telah dikeluarkan dari pondok. "Lho, apa pasal? Sepertinya kemarin waktu dijenguk, baik-baik saja?" tanyaku penasaran. Paul mengisahkan, suatu siang dia ditelepon pengasuh pondok yang menyampaikan bahwa putranya dikeluarkan gara-gara ketahuan merokok. Paul kecewa dengan putranya. Karena sang putra telah menyelewengkan amanahnya untuk belajar sungguh-sungguh di pondok tahfidz. Namun Paul lebih kecewa terhadap pengasuh pondok, karena langsung menjatuhkan "Talak 3" tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Dan yang menambahi kekecewaannya, pemberitahuan itu hanya via telepon. Yang ketika hendak dikonfirmasi lebih detil lagi, telepon segera diputus. Kesannya, sang pengasuh takut pulsanya habis. Atau mungkin pengasuh tak mau meladeni pertanyaan Paul yang bertubi-tubi karena rasa penasarannya itu? Wallahu a'lam bish showab.

Di kesempatan lain mungkin Bro & Sis pernah merasa kecewa dengan orang yang  Bro & Sis jadikan panutan, idola atau sejenisnya. Kecewa lantaran orang itu tidak bertingkah laku sebagaimana seharusnya dia berlaku. Apa yang hendak Bro & Sis ambil tindakan? Saran ane, tetap hormati dia sebagai insan yang berhak dinasihati. Berikanlah hak-hak itu dengan tetap mengedepankan kesantunan dan kelapangan dada kita. Perkara dia mau menerima nasihat atau tidak, itu bukan kewenangan kita, itu wilayah Allah SWT Sang Maha Membolak-balikkan hati hamba-Nya.

Maka, tetaplah berdakwah dalam bingkai ukhuwwah Islamiyah...

15 November 2011

Tentang Mimpi

Inilah mimpi yang hendak kami wujudkan:
Ponpes Tahfidzul Qur'an dan SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan

Seorang rekan datang membawa brosur dari sebuah yayasan yang hendak membebaskan lahan guna mendirikan TPQ dan pesantren tahfidz. Di sana tertera lahan yang hendak dibebaskan seluas1.000-an meter persegi.

"Ini mimpinya masih kecil," komentar rekan ane terhadap yayasan tadi. Memang jika dibanding mimpi yayasan kami, mereka hanya sepersepuluhnya. Ane tak hendak menyombongkan diri lho. Postingan ini hanya ingin menuturkan, betapa pentingnya memiliki sebuah mimpi. Dan lebih penting lagi mimpi yang besar, jangan yang remeh temeh.

Sebagaimana Rasul panutan kita mencontohkan, milikilah mimpi besar agar kita senantiasa memiliki energi besar guna mewujudkannya. Tentunya tak lepas dari kesadaran sepenuhnya atas pertolongan Allah SWT.

Bro & Sis, mari kita berlatih memiliki keberanian untuk punya mimpi besar. Jangan batasi mimpi kita pada segala keterbatasan yang saat ini sedang melingkupi kita. Bebaskan sebebas-bebasnya. Sepanjang mimpi besar itu akan membawa perubahan positif, bermanfaat bagi sesama dan melibatkan banyak pihak, maka imajinasikanlah. Kemudian ikuti dengan langkah-langkah nyata, sekecil apa pun ia.

Misal Bro & Sis ingin bisa pergi ke Baitullah untuk menunaikan rukun kelima, maka bermimpilah bisa pergi haji sekarang juga. Tidak usah melihat habisnya gaji sebulan sebelum datang gajian selanjutnya. Pun hutang-hutang yang belum terbayar. Segera saja membuka rekening haji. Terlalu besar? Ya sudah, menabung koin seratus rupiah dengan kaleng bekas roti di rumah, mudah kan? Atau sekedar silaturahim ke orang-orang yang hendak maupun baru kembali dari pergi haji, rasakan emosinya. Lengkapi juga langkahmu dengan mengilmui seluk beluk ibadah haji ini: membaca buku-buku haji, googling di internet, tanya ke ustadz, dll.

Atau Bro & Sis ingin membangun sebuah pesantren tahfidz qur'an dan lembaga pendidikan komprehensif mulai dari PAUD hingga Universitas? Maka mimpikanlah sekarang! Dan segera ikuti dengan menjalin silaturahim dengan orang-orang berpikiran positif yang sevisi. Atau melihat-lihat profil sekolah/pesantren unggulan di internet atau datang mengunjunginya. Namun intinya, tidak penting apakah langkah yang kita ambil itu kecil atau besar, karena Dia hanya melihat kesungguhan kita melangkah. Kemudian biarkan Dia yang akan memberikan kepada kita jalan-jalan kemudahan untuk mewujudkannya.

Ikhtiar adalah kewajiban kita, sementara anugerah adalah milik-Nya...

11 November 2011

11-11-11

Wow, hanya karena triple 11 berjejer, lantas orang ramai memaknainya berlebihan. Di Pekalongan saja, KUA mencatat ratusan orang mengajukan permintaan akad nikah pada tanggal itu. Yang jadi masalah petugas pencatat nikahnya, kelabakan. Lha, semuanya minta serentak pada jam 11 lewat 11 menit. Piye jal?

10 November 2011

Apa itu Pahlawan?

Cuplikan Pidato BUNG TOMO, di Surabaya

Bismillahirrohmanirrohim..
MERDEKA!!!
............................................
Dan untuk kita saudara-saudara
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!

03 November 2011

Qurban Pertamaku

Bismillah, mengawali langkah menuju ke rumahMu, ya Allah, izinkan hamba mengorbankan honor desain selama dua edisi ini... Terimalah ya Robb ini qurban pertama hamba. Padahal hamba telah Engkau beri kesempatan hidup empat dasawarsa. Ampuni hamba wahai Dzat Yang Maha Pengampun....


#LangkahNyataPertama...