Tampilkan postingan dengan label Menuju ke Baitullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menuju ke Baitullah. Tampilkan semua postingan
31 Maret 2015
03 November 2011
Qurban Pertamaku
Bismillah, mengawali langkah menuju ke rumahMu, ya Allah, izinkan hamba mengorbankan honor desain selama dua edisi ini... Terimalah ya Robb ini qurban pertama hamba. Padahal hamba telah Engkau beri kesempatan hidup empat dasawarsa. Ampuni hamba wahai Dzat Yang Maha Pengampun....
#LangkahNyataPertama...
#LangkahNyataPertama...
02 November 2011
Labbaik Allahumma Labbaik...
Buku "Pergi Haji dengan Rp 100" terbitan Asma Nadia Publishing ini sangat menggugah, inspiratif dan renyah. Begitulah kesanku membacanya. Hingga dalam sekali duduk, tamatlah sudah riwayatnya hehe...
Bro & Sis, dari kisah nyata yang dituturkan penulis (Sis Ocha dan Bro Awan, keduanya pasutri) membuat ane malu habis-habisan.
Pertama: tentang implikasi niat berhaji. Ane sudah lama mengidamkan bisa pergi haji. Tapi apa langkah nyatanya? Kalau cuma niat mah sama dengan NOL BESAR!!! Jadi, musti bagaimana? Setelah niat, ya, diterusin dengan tindakan nyata dong. Buka rekening haji kek, atau bahkan ternyata, langkah awal tidak sesulit yang ane fikirkan selama ini. Penulis buku ini menunjukkan caranya: buatlah celengan dari stoples bekas wafer, dan mulai isi dengan koin seratus rupiah.
Haa? Seratus rupiah? Benar, hanya pecahan besar seratus rupiah. Asal istiqomah dan jangan tergoda untuk membongkarnya. Maka, Allah SWT dengan kebesaranNya, akan menurunkan barokahNya dan rizki dari arah yang tiada kita sangka sebelumnya. Allahu Akbar!
Kedua: tentang 'tema minor' buku ini, romantisme. Subhanallah, pasangan Ocha-Awan ini demikian romantisnya. Pengin niru jadinya, tapi kok... untuk akselerasi awalnya berat sekali yah? Kikuk dan salah tingkah nih jadinya...
Oke, let's action. Yuk, bareng-bareng pergi haji dengan seratus rupiah! Biar lebih romantis, bareng suami atau istri kita. Cihuiii...
Bro & Sis, dari kisah nyata yang dituturkan penulis (Sis Ocha dan Bro Awan, keduanya pasutri) membuat ane malu habis-habisan.
Pertama: tentang implikasi niat berhaji. Ane sudah lama mengidamkan bisa pergi haji. Tapi apa langkah nyatanya? Kalau cuma niat mah sama dengan NOL BESAR!!! Jadi, musti bagaimana? Setelah niat, ya, diterusin dengan tindakan nyata dong. Buka rekening haji kek, atau bahkan ternyata, langkah awal tidak sesulit yang ane fikirkan selama ini. Penulis buku ini menunjukkan caranya: buatlah celengan dari stoples bekas wafer, dan mulai isi dengan koin seratus rupiah.
Haa? Seratus rupiah? Benar, hanya pecahan besar seratus rupiah. Asal istiqomah dan jangan tergoda untuk membongkarnya. Maka, Allah SWT dengan kebesaranNya, akan menurunkan barokahNya dan rizki dari arah yang tiada kita sangka sebelumnya. Allahu Akbar!
Kedua: tentang 'tema minor' buku ini, romantisme. Subhanallah, pasangan Ocha-Awan ini demikian romantisnya. Pengin niru jadinya, tapi kok... untuk akselerasi awalnya berat sekali yah? Kikuk dan salah tingkah nih jadinya...
Oke, let's action. Yuk, bareng-bareng pergi haji dengan seratus rupiah! Biar lebih romantis, bareng suami atau istri kita. Cihuiii...
Langganan:
Postingan (Atom)







