Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

09 Oktober 2012

"Steadycam"

Gambar 1
Banyak ragam steadycam di dunia ini. Dari mulai yang murah meriah buatan sendiri (Gambar 1) hingga yang canggih dan mahal (Gambar 2). Apa yang Anda ketahui tentang alat ini?
Gambar 2

Ya, steadycam adalah alat untuk menstabilkan perekaman gambar. Saya yakin Anda pernah menyaksikan tayangan hasil rekaman bencana tsunami beberapa waktu silam oleh seorang amatir. Bagaimana hasilnya? Menyaksikan tayangan itu serasa pening kepala? Atau setidaknya mata Anda tidak nyaman dengan gambar yang bergoyang-goyang. Intinya, tidak asyik dinikmati bukan?

Saat ini saya sedang tertarik pada topik vitografi. Ini istilah saya untuk menamai gabungan videografi dan fotografi. Maklum, baru pegang kamera DSLR Canon EOS 550D  ^_^

Nah, bicara videografi pasti tidak lepas dari steadycam. Mari kita lanjutkan pembahasan steadycam ini. Jadi prinsip kerja alat ini adalah meredam goyangan saat pengambilan gambar. Seperti halnya fungsi shockbreaker pada kendaraan kita. Karena kamera ini sangat sensitif terhadap getaran dan goyangan, maka untuk menghasilkan video yang bagus, kita harus ekstra tenang saat proses syutingnya. Padahal suatu saat kita butuh pengambilan gambar secara mobile. Misalnya, ketika kita mengikuti obyek yang bergerak, bisa dipastikan hasilnya tidak enak dinikmati karena kamera goyang. Anda bisa mencoba, merekam tidak usah sambil berlari, cukup berjalan menyusuri obyek. Hasilnya pasti "naik turun" mengikuti gerak tubuh Anda, bukan? Beda dengan hasil rekaman seorang kameraman profesional, yang "mengalir mulus" menyusuri obyek. Nyaman mata ini memandangnya.

Tiba-tiba saya jadi tersadarkan satu hal. Ternyata di dalam tubuh kita, Allah SWT telah menanamkan sebuah sistem peredaman yang sangat sempurna melebihi prinsip steadycam ini, yaitu pada mata kita. Mata, ibarat kamera video alami yang tidak cukup satu, tetapi Allah SWT memberinya "stereo", untuk capturing gambar lebih luas. Sudah begitu, "lensanya" wide angle lagi, bisa mengcover 180 derajat di depan kita. Sempurna sudah.

Mari kita berandai-andai. Andai Allah SWT tidak memberikan mekanisme "steadycam" pada mata kita, apa yang terjadi? Kita pasti berjalan terhuyung-huyung seperti orang mabuk. Karena pandangan kita goyang, seperti hasil syutingan para kameraman amatir yang baru belajar. Apa jadinya saat kita berkendara? Angka kecelakaan lalu lintas langsung meningkat. Bisa-bisa, Allah tidak usah menyuruh Israfil meniup sangkakala, kiamat otomatis terjadi. Banyak kematian di mana-mana karena tabrakan terjadi 3 matra: darat, laut dan udara sekaligus!

Karenanya, mari kita syukuri nikmat yang satu ini: sepasang mata dengan mekanisme "steadycam" nan canggih....

فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

28 Februari 2012

Setting Signature Email di BlackBerry

Mulanya saya penasaran, bagaimana sih, cara mengubah signature email. Biasanya, dari handheld BB, kita akan dapati signature default (nilai dari sono) nya seperti ini (sesuai operatornya masing-masing):

Sent from my BlackBerry® smartphone
from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT



Nggak asyik kan? Akhirnya tanpa kenal malu, saya bertanya ke milis yang saya ikuti. Alhamdulillah ada yang berbaik hati memberi tahu. Hanya sayang, beliau menganggap saya sudah familiar menggunakan gajet BB ini. Weleh, padahal baru kemaren sore nih...

Di tengah rasa penasaran dan pusing mengikuti petunjuk tadi, masuklah email dari orang kedua. Nah, yang ini lebih tepat sasaran. Saya praktekkan dan.... langsung berhasil... Hore... Berhasil... (Husy, saru, kayak Dora the Explorer aja, hehe...). Alhamdulillaah, ding....

Namun, ternyata, cara kedua yang menurut saya cukup gamblang, bagi orang lain masih dirasa membingungkan juga. Terbukti ada yang malu-malu men-japri saya, intinya beliau masih bingung mengikuti petunjuk orang kedua tadi. Akhirnya dengan i'tikad berbagi (kan, semakin diajarkan, ilmunya akan semakin berkah to?), saya buat tutorial sederhana ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para BB-newer  :-)

Selamat menikmati step by step-nya....

1. Dari tampilan utama (Homescreen) BB Anda, tekan tombol berlogo BB (di samping trackpad atau trackball)
















2. Maka akan muncul tampilan ini:
















3. Pilih folder berlogo GEAR warna hijau (yaitu folder SETUP), maka berikutnya tampil:
















 4. Pilih EMAIL SETTING  (ikon amplop surat ber-gear), akan muncul tampilan berikut:
















5. Tunggu sebentar hingga proses selesai. Jika sudah, tampilannya menjadi:
















6. Tinggal pilih, email mana yang mau di-set signature-nya. Sebagai contoh di atas, saya punya 3 akun email: Gmail, XL dan Ymail. Nah, saya akan menyetting yang Gmail dulu. Sorot emailnya, kemudian tekan trackpad / trackball. (Tombol ADD tidak usah di-utak-atik, karena itu hanya untuk menambah akun email baru). Tampilannya sebagai berikut jadinya:
















7. Pilih menu EDIT, maka akan muncul penampakan....
















8. Arahkan trackpad / trackball Anda ke bawah, maka....
















Nah, itu dia KOTAK SIGNATURE-nya.... Silakan ganti teks yang ada dengan yang Anda kehendaki. Jangan lupa jika sudah selesai, klik SAVE ya...

Selamat! Kini signature Anda telah "Anda Banget"
Hm....

11 Januari 2012

Selamat Hari Mendongeng Nasional!

Kak Bimo in action
Dongeng, ia mampu melekatkan tali kasih yang telah lekang antara orang tua dengan anak, menjadi obat kerinduan. Bahkan dongeng pun bisa menjadi satu lapisan batin yang kuat pada jiwa anak, sehingga mereka mencintai kebaikan dan kebenaran, serta menjauh dari kebatilan-keburukan. Kita terus membutuhkan cerita atau dongeng yang apik dan menggerakkan anak-anak negeri kita untuk mencapai martabat yang luhur, disegani kawan ataupun lawan, siap tanding maupun sanding.
(Kak Bimo; Pekerja Dongeng Indonesia)


Baru tahu kalau hari ini, 11 Januari, dinobatkan sebagai Hari Mendongeng Nasional. Kutipan Kak Bimo di atas sangat menggugah. Saya jadi teringat nasihat beliau tahun silam; bahwa jika ingin membentuk karakter generasi penerus negeri ini menjadi hebat, maka cekoki mereka dengan dongeng-dongeng bermutu. Karena, 20 tahun kemudian, ruh dongeng itu akan menjelma menjadi akhlaq mereka kelak.

Kak Bimo pernah memaparkan, ada sebuah penelitian terhadap dongeng (cerita rakyat) yang beredar 20 tahun lalu di dua negara (saya lupa namanya). Sebut saja Negara A yang saat itu dalam kondisi tertindas, dan dongeng-dongeng yang dituturkan kepada anak-anak negeri itu seputar kisah kepahlawanan, heroisme, optimisme untuk bangkit dan cerita sejenis yang bervisi. Ternyata 20 tahun kemudian negara itu bisa merdeka dari penindasan, bahkan mengalami kemajuan dan kemakmuran yang luar biasa.

Sementara di negara B yang tingkat kesejahteraan rakyatnya relatif lebih makmur saat itu, sehingga dongeng-dongeng yang beredar lebih meninabobokan rakyatnya. Apa yang terjadi 20 tahun kemudian? Ternyata tingkat kemakmuran negeri itu malah merosot tajam dan dapat disaingi oleh negara A tadi.

Saya jadi terperangah. Jangan-jangan amburadulnya negeri kita tercinta ini gara-gara dongeng yang beredar puluhan tahun lalu menanamkan kebobrokan moral? Simak saja dongeng paling masyhur di tanah Jawa: "Kancil Nyolong Timun". Kenapa musti harus nyolong jika bisa bicara baik-baik dengan Pak Tani untuk memintanya? Atau, mengapa tidak kita buat skenario: Sang Kancil minta diajari Pak Tani bercocok tanam timun yang baik dan benar. Sehingga nantinya bisa menghasilkan timun yang berkualitas super dan Kancil tak perlu nyolong lagi? Hayo, siapa mau mendongeng "Kancil Jadi Exportir Timun?"

Mudah-mudahan ini menginspirasi kita. Saya yakin masih banyak anak negeri yang benar-benar mencintai negeri ini dan berkeinginan kuat mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Maka segeralah kita mulai "menularkan virus" dongeng pembangkit semangat ini kepada anak-anak kita. Dengan semua media dan sumber daya yang kita punya, mari bersama menuturkan dongeng motivasi itu, sekarang!

SELAMAT MENDONGENG, INDONESIA!

11 Desember 2011

Harlah, Momentum untuk Berubah

"Met milad akh... Semoga Allah SWT kian menumbuhsuburkan karya-karya antum bagi ummat."

Sms pertama pagi ini dari seorang kawan.Tak segera kubalas karena pagi ini harus membantu kakak perempuanku pindah rumah. Padahal pagi ini juga ada acara motivasi yang dipandu trainer kondang Solikhin Abu Izzuddin. Bagaimana mengelolanya nih?

Kuputuskan membantu kakak terlebih dahulu, walau konsekuensinya terlambat ikut acara. Pertimbangannya, beliau satu-satunya kakak perempuanku dan kini berstatus janda. Maka kuniatkan walau tidak bisa membantu penuh, minimal dapat sebagiannya. Sesuai kaidah bijak: "kalau tidak bisa semuanya, jangan tinggalkan semuanya!"

Jadilah selama dua jam membantu kakak. Lumayan, dapat satu rit (sekali angkut) pindahan. Kebetulan usai membongkar muatan, mampir minum di warung bude yang letaknya 2 rumah dari rumah baru kakak, ada anaknya bude yang luang. Akhirnya kuminta dia menggantikanku. Alhamdulillah, bisa tenang untuk ijin ke kakak guna mengikuti acara motivasi.

Terlambat satu jam, kupikir tidak mengapa. Karena toh tadi hanya acara pembukaan. Kalau acara intinya hanya telat 15 menit. Alhamdulillah, mendapat suntikan motivasi dari trainer asal Sragen itu. Jadi semangat membara untuk terus membina: diri, keluarga dan masyarakat.

Jam 9 malam, usai mendongeng untuk anak kelimaku yang masih TK, langsung kubuka netbook HP-ku. Wow, banyak sekali pesan dinding dari teman-teman Facebook-ku. Terima kasih teman, atas doa tulus kalian. Semoga demikian adanya terhadapmu, Allah SWT memberkahi keluarga, karir dan bisnis kalian.

Namun maaf, dengan tidak bermaksud menyakiti perasaanmu, kutolak ucapan 'met milad', 'happy birthday', 'selamat harlah' dan sejenisnya. Karena memang itu bukan tuntunan dari agamaku dan sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasul panutanku. 'Ala kulli hal (anyway), terima kasih atas perhatianmu...

***
Yaa Rohman, Yaa Rohiim
Selendang puji dan puja hanya bagiMu
Sampaikanlah salam kami untuk kekasihMu, Muhammad saw
juga sanak kerabat dan para sahabtnya

Yaa Aziiz, Yaa Ghoffar
Ampunilah dosa kedua orang tua hamba
sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi hamba di sepanjang hidupnya
ampuni pula dosa saudara-saudara kami, se-rahim dan se-Islam
pun dosa guru-guru kami dan guru-guru orang tua kami

Duhai Robbi,
di penghujung angka 41 ini, ijinkan hamba memperbaiki diri
sungguh, tiada daya hamba melakukan itu kecuali atas perkenanMu

Duhai Robbi,
dengan segenap kemuliaan wajahMu, keagungan asmaMu, kupinta ridhoMu
memberikan setetes energiMu, agar hamba bisa merubah diri sesuai titahMu

Aamiin....

06 Desember 2011

Ada Gerhana Bulan Total pada 10 Desember 2011



[Foto: blogger-jepara.blogspot.com]




Bro & Sis, insya Allah pada tanggal 10 Desember 2011 bertepatan dengan  tanggal 14 malam 15 Muharram 1433 jam 19.45 sampai dengan 23.18 WIB akan terjadi gerhana bulan total dan bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Berikut ini info yang ane dapat dari institusi PERSIS:


=======================================================================

بسم الله الرّحمن الرّحيم

SURAT EDARAN
Nomor: 0476/JJ-C.3/PP/2011
Tentang
GERHANA BULAN TOTAL  

Merujuk kepada Almanak Persatuan Islam Tahun 1433 H sebagai hasil perhitungan Dewan Hisab dan Rukyat Persatuan Islam, maka dengan ini Pimpinan Pusat Persatuan Islam menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1.  Bahwa pada hari Sabtu tanggal 14 Muharram 1433 H / 10 Desember 2011 M, akan terjadi Gerhana Bulan Total;
  • Kontak Awal Gerhana : pukul 19.45’.06” WIB
  • Awal Total Gerhana : pukul 21.05’.36” WIB
  • Pertengahan Gerhana : pukul 21.31’.36” WIB
  • Akhir Total Gerhana : pukul 21.57’.42” WIB
  • Kontak Akhir Gerhana : pukul 23.18’.18” WIB
2.  Sehubungan dengan kejadian gerhana bulan tersebut di atas, kami anjurkan kepada seluruh jamaah dan simpatisan Persatuan Islam serta kaum muslimin untuk melaksanakan Shalat Gerhana pada waktunya. Untuk keseragaman pelaksanaan Shalat Gerhana dimaksud, kami atur sebagai berikut:
  • Mulai Takbir :  pk. 20.30 WIB
  • Shalat Gerhana : pk. 21.30 WIB (dilanjutkan dengan khutbah, pengumpulan dan pembagian shadaqoh).
Demikian hal ini kami sampaikan untuk dijadikan pedoman bagi seluruh anggota dan jajaran jam’iyyah serta kaum Muslimin pada umumnya.

الله يأخذ بايدينا الي مافيه خير للاسلام والمسلمين 

Bandung, 21 Dzulhijah   1432 H
17 November 2011 M
Ketua Umum,                                                                              Sekretaris Umum,
Prof.Dr.KH. M. Abdurrahman, MA.                                                 Dr. H. Irfan Safrudin, M.Ag.


=======================================================================



Untuk lebih menyemarakkan syiar ini mari bersiap meniatkan diri untuk melakukan sholat gerhana nanti. Nah, berikut ini cara sholat gerhana yang diajarkan ustadz Ulis Tofa, Lc kepada ane:

[1]  Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.

[2]  Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

[3]  Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِه
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.”
(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

[4]  Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

[5]  Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

[6]  Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

[7]  Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

[8]  Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[9]  Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

[10]  Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

[11]  Salam.

[12]  Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1/438)

“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (HR. Muslim no. 901)

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari, no. 1044)

05 Desember 2011

Keutamaan Bulan Muharram

Inspirasi desain dari Wong Atjeh
Selamat menunaikan puasa sunnah 'Asyuro Bro & Sis...

Alhamdulillah, kita memasuki hari ke-10 bulan Muharram 1433 H. Mari kita bersyukur kepada Allah Ta'ala atas kesempatan hidup yang masih diberikan kepada kita. Semoga kita dapat melaksanakan risalah ibadah secara ikhlas dan benar. Dan semoga seluruh umat Islam di tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu dan tahun yang akan datang akan lebih baik lagi dari tahun ini.

Bro & Sis, untuk lebih menyemangati kita melakukan ibadah di bulan suci ini, berikut ane cuilkan bayanat dari DSP. Semoga bermanfaat...


KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM

Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram" (QS. At Taubah: 36)

Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.

Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa nabi saw. ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu 'Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, 'Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah'. Rasul saw. berkata, 'Saya lebih berhak mengikuti Musa as. dari mereka'. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa." (HR Bukhari).

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam." (HR Muslim)

Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura.

Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan:

  1. Berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
  2. Berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal 9 dan 10, atau 10 dan 11.
  3. Puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari 'Asyura para sahabat berkata: "Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani", beliau bersabda: "Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut." (HR. Muslim)

Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram. Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.

Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram.

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Makkah dan Madinah.

LEGENDA DAN MITOS MUHARRAM

Di samping keutamaan bulan Muharram yang sumbernya sangat jelas, baik disebutkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah, tetapi banyak juga legenda dan mitos yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari 'Asyura. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari 'Asyura Nabi Adam diciptakan, Nabi Nuh as di selamatkan dari banjir besar, Nabi Ibrahim dilahirkan dan Allah Swt menerima taubatnya. Pada hari 'Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit.

Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.

Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari 'Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan dengan peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan hari 'Asyura.

BID'AH DI BULAN MUHARRAM

Selain legenda dan mitos yang dikait-kaitkan dengan Muharram, masih sangat banyak bid'ah yang jauh dari ajaran Islam. Lebih tepat lagi bahwa bid'ah tersebut merupakan warisan ajaran Hindu dan Budha yang sudah menjadi tradisi masyarakat Jawa yang mengaku dirinya sebagai penganut aliran kepercayaan. Mereka lebih dikenal dengan sebutan Kejawen. Dari segi sistem penanggalan, memang penanggalan dengan sistem peredaran bulan bukan hanya dipakai oleh umat Islam, tetapi masyarakat Jawa juga menggunakan penanggalan dengan sistem itu. Dan awal bulannya dinamakan Suro.

Sebenarnya penamaan bulan Suro, diambil dari 'Asyura yang berarti 10 Muharram. Kemudian sebutan ini menjadi nama bulan pertama bagi penanggalan Jawa. Beberapa tradisi dan keyakinan yang dilakukan sebagian masyarakat Jawa sudah sangat jelas bid'ah dan syiriknya. Seperti, Suro diyakini sebagai bulan yang keramat, gawat dan penuh bala. Maka diadakanlah upacara ruwatan dengan mengirim sesajen atau tumbal ke laut. Sebagian yang lain dengan cara bersemedi mensucikan diri bertapa di tempat-tempat sakral (di puncak gunung, tepi laut, makam, gua, pohon tua, dan sebagainya) dan ada juga yang melakukan dengan cara lek-lekan 'berjaga hingga pagi hari' di tempat-tempat umum (tugu Yogya, Pantai Parangkusumo, dan sebagainya). Sebagian masyarakat Jawa lainnya juga melakukan cara sendiri yaitu mengelilingi Benteng Kraton sambil membisu.

Masyarakat berkeyakinan apabila mengadakan pernikahan, khitanan dan membangun rumah pada malam Suro, akan membawa sial dan malapetaka bagi diri mereka. Melakukan ritual ibadah tertentu di malam Suro, seperti selamatan atau syukuran, Sholat Asyuro, membaca Do'a Asyuro (dengan keyakinan tidak akan mati pada tahun tersebut) dan ibadah-ibadah lainnya. Semua ibadah tersebut merupakan bid'ah (hal baru dalam agama) dan tidak pernah ada contohnya dari Rasululloh saw maupun para sahabatnya.

Hadits-hadits yang menerangkan tentang Sholat Asyuro adalah palsu sebagaimana disebutkan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-La'ali al-Masnu'ah. Tradisi Ngalap Berkah dilakukan dengan mengunjungi daerah keramat atau melakukan ritual-ritual, seperti mandi di grojogan (dengan harapan dapat membuat awet muda), melakukan kirab kerbau bule (kiyai Slamet) di kraton Kasunanan Solo, thowaf di tempat-tempat keramat, memandikan benda-benda pusaka, bergadang semalam suntuk dan lain-lainnya.

Ini semuanya merupakan kesalahan, sebab suatu hal boleh dipercaya mempunyai berkah dan manfaat jika dilandasi oleh dalil syar'i (Al Qur'an dan hadits) atau ada bukti bukti ilmiah yang menunjukkannya. Semoga Allah Ta'ala menghindarkan kita dari kesyirikan dan kebid'ahan yang membinasakan. Menyikapi berbagai macam tradisi, ritual, dan amalan yang jauh dari ajaran Islam, bahkan cenderung mengarah pada bid'ah, takahyul dan syirik, maka marilah kita bertobat kepada Allah dan melaksanakan amalan-amalan sunnah di bulan Muharram seperti puasa.

Rasulullah saw. menjelaskan bahwa puasa pada hari 'Asyura menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah berlalu.

Dari Abu Qatadah ra. Rasululllah saw ditanya tentang puasa hari 'asyura, beliau bersabda: "Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat." (HR. Muslim).

[Sumber: Bayan Dewan Syariah Pusat tentang Keutamaan bulan Muharram]

03 Desember 2011

Finlandia, Potret Pendidikan Terbaik di Dunia

Bro & Sis, banyak yang belum tahu bahwa Finlandia merupakan negara yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia!

Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA; mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No.1 dunia? Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa, tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau membombardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam per minggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam per minggu.

Lalu apa dong kuncinya ?. Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingannya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran!. Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.

Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas tinggi, tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa.

Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 tahun, siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab, mereka akan bekerja lebih bebas. Guru tidak harus selalu mengontrol mereka.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya.

Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan perilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya : Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah!" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing.

Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.


[Diambil dari Top of the Class - Fergus Bordewich]

29 November 2011

Sekali Waktu, Tengoklah Status Facebook Anakmu

Facebook, ibarat mata pisau, ia bisa sangat bermanfaat namun juga bisa sangat berbahaya. Tergantung kepada siapa yang 'memegangnya'. Karenanya bijaksanalah dalam memanfaatkan jejaring sosial ini. Bagaimana dengan putra-putri kita?

Bro & Sis, ane nemu catatan bro Mohammad Fauzil Adhim (pakar parenting) ini, nampaknya sangat bagus untuk kita renungkan, terutama bagi antum yang punya anak usia ABG. Selamat menikmati.
***

Sekali Waktu, Tengoklah Status Facebook Anakmu

Jelajahilah alam pikirannya. Pahamilah apa yang sedang terjadi padanya. Dan bersiap-siaplah untuk terkejut disebabkan apa yang berharga bagi hidupnya, membanggakan dirinya, menyenangkan hatinya dan menjadi keinginannya justru perkara yang kita membencinya. Mereka sangat berhasrat justru terhadap apa-apa yang kita ajarkan kepada mereka untuk menjauhi. Astaghfirullahal ‘adzim.

Sekali saat, periksalah status Facebook anak-anakmu. Ketahuilah apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya. Rasakan apa yang menjadi keinginan kuatnya. Rasakan pula yang membuatnya terkagum-kagum. Dan bersiap-siaplah untuk terperangah jika anak-anak itu lebih fasih mengucapkan kalimat-kalimat yang tak berharga, ucapan yang tak bernilai, pembicaraan yang mendekatkan kepada maksiat, dan bahkan ada yang mendekati kekufuran. Mereka berbicara kepada kita dengan bahasa yang kita inginkan, tetapi mereka membuka dirinya kepada manusia di seluruh dunia dengan perkataan-perkataan ingkar. Mereka menyiarkan keburukan dirinya sendiri, tetapi mereka tidak menyadarinya. Astaghfirullahal ‘adzim.


Kalau suatu saat ada kesempatan, cermatilah apa yang ditulis oleh anakmu, gambar apa yang ditampilkan dan siapa yang dielu-elukan di Facebooknya. Sadari apa yang telah terjadi dan sedang terjadi pada diri mereka. Ketahui perubahan apa yang menerpa jiwa mereka. Dan bersiaplah untuk terkejut bahwa apa yang tampak di depan mata tak selalu sama dengan apa yang terjadi di belakang kita. Mereka bisa bertutur tentang keshalihan karena berharap terhindar dari kedukaan atau bahkan kemurkaan kita. Tetapi diFacebook, mereka merasa merdeka mengungkapkan apa pun yang menjadi kegelisahan, keinginannya dan kebanggaannya yang benar-benar terlahir dari dalam diri mereka.

Beberapa waktu saya memeriksa akun Facebook anak-anak SDIT, alumni SDIT dan mereka yang masih belajar di SMPIT maupun SMAIT. Hasilnya? Sangat mengejutkan. Harapan saya tentang isi pembicaraan anak-anak yang telah memperoleh tempaan bertahun-tahun di sekolah Islam terpadu itu atau yang sejenis dengannya adalah sosok anak-anak yang hidup jiwanya, cerdas akalnya, tajam pikirannya dan jernih hatinya. Tetapi ternyata saya harus terkejut. Sekolah-sekolah Islam itu ternyata hanya mampu menyentuh fisiknya, tetapi bukan jiwanya. Betapa sedih ketika melihat anak-anak yang dulu jilbabnya besar berkibar-kibar, hanya beberapa bulan sesudah lulus dari SDIT atau SMPIT, sudah berganti dengan busana yang menampakkan auratnya dan ia perlihatkan kepada orang lain melalui foto-foto yang mereka pajang di Facebook.

Tentu saja saya tidak dapat mengatakan bahwa pendidikan Islam terpadu, integral atau apa pun istilahnya telah gagal total. Tetapi apa yang dapat dengan mudah kita telusuri dari tulisan mereka di Facebook maupun media sosial lainnya memberi gambaran betapa kita perlu berbenah dengan segera. Selagi aqidah, akhlak dan secara umum agama ini hanya kita sampaikan secara kognitif, maka tak banyak perubahan yang dapat kita harapkan. Jika yang kita berikan adalah pelajaran tentang agama, dan bukan pendidikan beragama yang dikuati oleh budaya karakter yang kuat di sekolah, maka anak-anak itu mampu berbicara agama dengan fasih tapi tidak menjiwai. Tak ada kebanggaan pada diri mereka terhadap apa-apa yang datang dari agama; apa-apa yang menjadi tuntunan Allah Ta’ala dan rasul-Nya.

Astaghfirullahal ‘adzim. Na’udzubillahi min dzaalik.

Lalu apa yang merisaukan dari anak-anak itu? Sekurangnya ada tiga hal. Pertama, cara mereka berbahasa. Ini menggambarkan alam berpikir sekaligus kesehatan mental mereka. Kedua, sosok yang mereka banggakan dan mereka elu-elukan kehadirannya maupun tingkah-lakunya. Sosok yang menjadi panutan (role model). Ketiga, nilai-nilai dan keyakinan yang mereka banggakan sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku mereka, meskipun tak tampak di mata orangtua dan guru.

Betapa Mengenaskan Bahasa Mereka

Salah satu kelebihan Bani Sa’diyah adalah kefasihannya berbahasa. Kepada Halimah dari Bani Sa’diyah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam disusukan, sehingga masa kecilnya memperoleh pengalaman berbahasa yang baik. Tampaknya sepele, tetapi bagaimana kita berbahasa sangat mempengaruhi pertumbuhan mental dan perkembangan cara berpikir.
Adalah Alfred Korzybski, ahli semantik asal Rusia yang menunjukkan bahwa cara berbahasa yang salah berhubungan erat dengan mental yang sakit pada masyarakat. Terlebih jika kesalahan serius dalam berbahasa itu secara intens dilakukan oleh seseorang, utamanya lagi yang masih dalam tahap perkembangan sangat menentukan, yakni anak atau remaja. Dan kondisi mengenaskan inilah yang sedang terjadi pada anak-anak kita; dalam pergaulan dan terutama terlihat dari SMS maupun status facebook mereka.

Mari kita ingat kembali ketika Lev Vygotsky, seorang psikolog yang juga asal Rusia. Ia menunjukkan bahwa apa pun kecerdasan yang ingin kita bangun, kuncinya adalah bahasa. Ia juga menunjukkan betapa erat kaitan antara bahasa dan pemikiran. Penggunaan bahasa mempengaruhi cara berpikir. Siapa diri kita tercermin dari bagaimana kita berbahasa. Sebaliknya, cara kita berbahasa akan berpengaruh besar terhadap diri kita.

Nah, lalu apa yang bisa kita katakan terhadap anak-anak yang berbahasa alay dan berbicara dengan perkataan yang tak berguna penuh sampah? Sungguh, tengoklah status Facebook dan SMS mereka. Dan bersiaplah terkejut dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Khawatirilah apa yang akan terjadi pada diri mereka di masa-masa mendatang.

Astaghfirullah. Laa ilaaha illa Anta subhanaKa ini kuntu minazh-zhaalimin.

Bukan Rasulullah Saw. yang Mereka Kagumi

Cara berbahasa mempengaruhi apa yang berharga dan apa yang tidak. Sulit bagi seseorang untuk mengagumi dan menjadikan seseorang yang cara berbahasanya sangat berbeda –apalagi bertolak-belakang– sedang sosok yang ingin mereka tiru, mereka banggakan dan mereka pelajari kehidupannya. Maka jangan heran jika mereka lebih terharu-biru oleh Justin Bieber daripada para shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Jangan terkejut pula jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam justru sosok yang sangat asing bagi mereka. Ironisnya, anak-anak yang seperti itu justru banyak lahir dari lembaga-lembaga Islam; sejak jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Apa pengaruhnya? Jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi sosok panutan (role model) yang mereka banggakan, maka mereka akan berusaha untuk mempelajari jejak-jejaknya, mengingati kata-katanya dan mencoba melaksanakan apa yang mereka mampu dalam hidupnya. Mereka juga bangga terhadap orang yang meniru sosok panutannya. Itu juga berarti, jika sosok panutan mereka adalah Justin Bieber atau Lady Gaga, maka atribut, kata-kata dan segala hal yang berkait dengan mereka akan mereka buru dengan penuh kebanggaan. Mereka juga berusaha mengidentifikasikan diri dengan sosok panutannya.

Na’udzubillahi min dzaalik. Laa haula wa laa quwwata illa biLlah.

Pacaran Online Pun Terjadi

Maka, jangan terkejut jika anak-anak alumni SDIT yang masih belajar di SMPIT atau sekolah Islam sejenis justru amat liar pikirannya. Jangan terkejut juga jika menemukan anak seorang ustadz asyik pacaran online, mengungkapkan perasaan yang tidak sepatutnya ia ungkapkan kepada lawan jenis, apalagi membiarkannya diketahui oleh orang banyak. Sungguh, kemaksiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi lebih ringan nilainya dibanding kemaksiatan yang ia umumkan sendiri.

Ingin sekali berbincang lebih panjang. Tetapi tak tega rasanya berbicara blak-blakan tentang masalah ini.

Semoga catatan sederhana ini dapat menjadi pengingat untuk kita semua. Semoga Allah mudahkan kita menempuh kebaikan. Semoga pula Allah Ta’ala menjaga iman kita dan anak-anak kita.

Sebelum kita akhiri perbincangan ini, mari sejenak kita ingat firman Allah ‘Azza wa Jalla:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa’: 9).

Wallahu a’lam bishawab

23 November 2011

Kecewa

Bro & Sis, pernahkah antum merasa kecewa? Tentu masing-masing pernah merasakan kekecewaan dengan latar belakang yang beragam. Semisal yang dialami Paul -sebut saja begitu- teman ane. Paul memiliki putra yang mondok di sebuah pondok pesantren tahfidzul qur'an. Usia putranya sekitar 14 tahun, masih duduk di kelas 7 SMP.

Ponpes putranya Paul ini rupanya pondok baru, belum ada 3 tahun berjalan dan belum memiliki aset apa pun, kecuali seorang ustadz dan semangat. Fisik pondoknya sendiri adalah 'belas kasihan' dari sebuah madrasah yang 'kurang diminati'. Kebetulan ada beberapa lokal di bagian belakang yang nganggur. Daripada tidak digunakan, lebih baik di-hibah-pakai-kan ke yayasan pengelola pondok tahfidz tadi. Mungkin begitu yang ada di benak pengelola madrasah tadi.

Singkat cerita putranya Paul baru 2 tahun mondok di sana. Saat ini hafalannya baru: juz 30, 29, 28 dan sebagian juz 1, itu pun tidak sempurna. Padahal waktu awal masuk, diprogramkan pada tahun pertama santri akan digenjot untuk hafal 20 juz! Semangat banget bukan?

Beberapa waktu lalu Paul curhat, bahwa kini putranya telah dikeluarkan dari pondok. "Lho, apa pasal? Sepertinya kemarin waktu dijenguk, baik-baik saja?" tanyaku penasaran. Paul mengisahkan, suatu siang dia ditelepon pengasuh pondok yang menyampaikan bahwa putranya dikeluarkan gara-gara ketahuan merokok. Paul kecewa dengan putranya. Karena sang putra telah menyelewengkan amanahnya untuk belajar sungguh-sungguh di pondok tahfidz. Namun Paul lebih kecewa terhadap pengasuh pondok, karena langsung menjatuhkan "Talak 3" tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Dan yang menambahi kekecewaannya, pemberitahuan itu hanya via telepon. Yang ketika hendak dikonfirmasi lebih detil lagi, telepon segera diputus. Kesannya, sang pengasuh takut pulsanya habis. Atau mungkin pengasuh tak mau meladeni pertanyaan Paul yang bertubi-tubi karena rasa penasarannya itu? Wallahu a'lam bish showab.

Di kesempatan lain mungkin Bro & Sis pernah merasa kecewa dengan orang yang  Bro & Sis jadikan panutan, idola atau sejenisnya. Kecewa lantaran orang itu tidak bertingkah laku sebagaimana seharusnya dia berlaku. Apa yang hendak Bro & Sis ambil tindakan? Saran ane, tetap hormati dia sebagai insan yang berhak dinasihati. Berikanlah hak-hak itu dengan tetap mengedepankan kesantunan dan kelapangan dada kita. Perkara dia mau menerima nasihat atau tidak, itu bukan kewenangan kita, itu wilayah Allah SWT Sang Maha Membolak-balikkan hati hamba-Nya.

Maka, tetaplah berdakwah dalam bingkai ukhuwwah Islamiyah...

31 Oktober 2011

Amalan Utama di Bulan Dzul Hijjah

Lihat-lihat kolom sebelah kanan (widget tanggal hijriyah), agak kaget juga. Lho, ternyata sudah tanggal 4 Dzul Hijjah to? Walah, padahal Bulletin Al-Ummah edisi Dzul Hijjah belum juga masuk ke percetakan nih. Proses desain dan layout -baik isi maupun cover- sudah rampung sih. Tapi slot iklan masih lowong banyak. Padahal dari para pemasang iklan lah bulletin ini 'bernafas', hehe... Mudah-mudahan segera tertutupi ya Robb...
Oke, Bro & Sis, ngomongin bulan Dzul Hijjah, berikut ane kutipkan secuil artikel di bulletin edisi November (Dzul Hijjah), semoga bermanfaat.

Amalan-amalan yang disyari’atkan pada bulan Dzul Hijjah: 

1. Haji dan Umroh
“Barang siapa berhaji karena Allah semata, ia tidak rofats dan berbuat dosa, ia pulang dari hajinya seperti hari dilahirkan oleh ibunya.” [HR. Bukhori]
“Dari umroh yang satu ke umroh yang lain sebagai penghapus dosa-dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.”

2. Perbanyak dzikir dan do’a
“Tiada hari yang lebih baik dan lebih dicintai Allah ta’ala untuk beramal baik padanya dari sepuluh hari Dzulhijjah, maka perbanyaklah membaca tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar) dan tahmid (Alhamdu lillah).” [HR. Ahmad]
Imam Bukhori rahimahullah menjelaskan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah ra.:
Mereka berdua pergi ke pasar pada 10 hari Dzulhijjah untuk menggemakan takbir pada khalayak ramai. Lalu orang-orang mengikuti takbir mereka berdua.
“Do’a terbaik adalah do’a pada hari ‘Arofah,. dan do’a terbaik yang saya baca pada hari ‘Arofah dan dibaca oleh semua nabi sebelum saya adalah: ‘tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya semua kekuasaan dan pujian, dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu’.” [HR. At-Tirmidzi]

3. Puasa
“Saya mengharap kepada Allah agar puasa pada hari ‘Arofah menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun yang sesudahnya.” [HR Muslim]
“Tidaklah ada seorang hamba yang berpuasa sehari di jalan Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka selama tujuh puluh tahun (jarak tempuh perjalanan selama tujuh puluh tahun) karena puasanya.” [Muttafaq ‘alaih]

4. Menyembelih hewan qurban
“Barang siapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan dia tidak berqurban, maka jangan dekati tempat shalat kami.” [HR Ibnu Majah, Al Hakim, Ahmad, Ad Daraquthni, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman].
“Wahai umat manusia, adalah wajib bagi penghuni setiap rumah “berqurban” di setiap tahun.” [HR Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi]
Sahabat Abu Ayyub ra ditanya, “Bagaimana cara berqurban pada zaman nabi saw?” Beliau menjawab, “Setiap orang (yang punya kemampuan) menyembelih seekor domba atas nama dirinya dan anggota keluarganya.” [HR At Tirmidzi]
Nabi saw tinggal di Madinah selama 10 tahun dan selalu menyembelih qurban di setiap tahunnya.

[diolah dari berbagai sumber]

21 Oktober 2011

Kesempatan Bertemu Syeikh M. Hamid Aliwa

[dari kiri ke kanan: ane, Syeikh MHA dan ustadz Husni Darojatun dari Tegal]

Syeikh M Hamid Aliwa adalah praktisi dan pakar pendidikan dari Mesir. Nampaknya masih cukup muda, namun taujihnya begitu mengena. Jadi malu diri ini dibuatnya. Betapa tidak, nasihat-nasihatnya terasa menelanjangi sekujur tubuh ini. Sungguh rugi orang yang tidak mau hadir di forum ini.




Tunggu postingan selanjutnya ya...
lagi meresume dari oret2an di kertas....
....[under writing]

21 September 2011

Indikator Kematangan Emosi: Rem & Klakson

Bro & Sis tentunya sering bepergian bukan? Nah, berbagai perangai para pengendara di jalan raya pasti akan kita jumpai. Ada yang temperamental, membunyikan klakson keras-keras karena terhalang pengendara lain. Ada yang tertib dan taat pada rambu-rambu lalu lintas.
Lucunya, sudah tahu kalau di depannya macet dan tidak mungkin bisa beringsut, eeh.. masih saja gemar mencet-mencet klakson. Lha lantas apa maunya sih? Ane pernah melihat tulisan yang cukup menyentil di 'bokong' truk: "Ora sabar, mabur!" (Kalau tidak sabar, terbanglah sana! begitu kira-kira pesan yang hendak disampaikan pemilik truk itu). Yah, mungkin akan dimaklumi manakala kita sedang dikejar urusan sehingga berkendara layaknya dikejar setan (hehe... memangnya setan suka main kejar-kejaran ya?). Sehingga klakson kita lebih sering menyalak ketimbang diam. Seolah para pengguna jalan lain kudu minggir karena kita akan lewat (pengin begini? nyewa vorj rider atau ambulan dong).
Ketika lalu lintas ramai atau di persimpangan jalan ada kendaraan lain mau menyeberang, segera saja kita meraungkan klakson memberi warning. Padahal kalau kita sedikit saja mau berempati, betapa susahnya memotong jalan kala lalu lintas sedang ramai, membunyikan klakson tidaklah perlu. Tempatkanlah diri kita di pihak yang hendak menyeberang itu, pasti kita akan beri kesempatan untuknya menyeberang. Toh yang punya urusan penting bukan kita seorang kan? Maukah kita memikirkan kemungkinan, bahwa urusan orang itu barangkali lebih penting dari kita? Maka gunakanlah rem yang telah melengkapi kendaraan kita itu. Beri orang lain kesempatan dan berlapang dadalah.
Bro & Sis yang dirahmati Allah, pabrikan telah melengkapi kendaraan kita ini dengan piranti yang komplit, ada rem juga klakson. Jadi gunakanlah keduanya secara proporsional dan bijak. Ini mungkin bisa menjadi indikator bagi kita, seberapa matangkah emosi kita kala berkendara di jalan raya. Jika klakson lebih sering kita pencet, maka beristighfarlah. Namun jika rem yang lebih sering, maka bersyukurlah.
Semuanya terserah Bro & Sis: rem atau klakson?

20 September 2011

Doa Naik Kendaraan


 
“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

atau yang singkat seperti ini:


"Dengan nama Allah, yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku Pemaaf dan Pengasih.” 

Itu doa naik kendaraan yang biasanya diajarkan di TK-TK Islam. Namun kalau ane hendak berkendara, maka do'anya tidak cukup itu saja. Biasanya ane menambahinya dengan redaksi yang customized, begini bunyinya:

"Yaa Robb 'ala kulli syai-in qodiir, tundukkanlah kendaraan ini dalam pengendalian hamba, dan tiadalah pengendalian hamba ini kecuali atas ridho dan kuasa-Mu.
Yaa Robb 'ala kulli syai-in qodiir, jadikanlah hamba dan pihak lain saling melihat dan terlihat, dan jadikanlah hamba dan pihak lain saling sigap dalam mengantisipasi setiap potensi benturan.
Yaa Muhaimin Yaa Salaam, hamba berlindung dari potensi musibah perjalanan darat, dan dari kecerobohan hamba dan pihak lain, serta dari keausan kendaraan ini dan kendaraan pihak lain. Aamiin..."

Biasanya kalau bepergiannya membonceng atau naik angkutan umum, maka kata "hamba" ane ganti "pak supir" atau nama orang yang mengendalikan kendaraannya. Pun ketika perjalanannya via matra lain, misal laut atau udara, maka kata "darat" tinggal diganti aja. Bro & Sis boleh meniru, menambahi atau bahkan meninggalkannya. Toh itu kreasi ane sendiri, yang tidak berdasar hadits maupun Qur'an. Itu dilatarbelakangi oleh kondisi di lapangan yang sering ane jumpai. Bahwa musibah (kecelakaan di jalan raya) tidak selamanya karena faktor kelalaian kita, namun juga bisa disebabkan oleh kecerobohan orang lain (yang saya istilahkan dengan "pihak lain" dalam doa di atas) serta faktor-faktor yang "di luar kendali kita". Wallahu a'lam bish showab.

19 September 2011

Pelajaran dari Kematian

 Pak Kyai memimpin do'a dalam sebuah prosesi pemakaman

Mengawali pagi dengan takziah ibunda dari ustadzah anakku yang masih TK. Alhamdulillah, banyak hikmah bisa kupetik, antara lain secuil berikut yang hendak kubagi untuk Bro & Sis semua...
Bekal apa yang sudah kita siapkan untuk kematian kita kelak? Astaghfirullah... ternyata ane belum satu pun mempersiapkan bekal. Iman dan amal sholeh? Mungkin kita bisa mengklaim diri beriman dan telah melakukan amal sholeh. Namun apakah jaminan bahwa itu semua bakal diterima Allah SWT? Taqwa! Kata Allah, bahwa sebaik-baik bekal adalah taqwa. Ya, tentunya sebenar-benarnya taqwa. Wah, kalau ane mawas diri, rasa-rasanya ane bukan orang yang bertaqwa deh. Betapa tidak, masih banyak warning-warning dari Allah yang tidak kita patuhi sepenuhnya. Astaghfirullah...
Kalau ane lihat pada takziah pagi ini, seonggok jenazah hanya akan dibekali (yah, dibekali, bukan membekali diri), selembar kain putih dan doa dari sanak kerabat. Handai taulan dan sahabat? Mungkin yang banyak kolega, akan banyak yang ikut mengantarkan ke makam. Bagaimana dengan diri ini? Berapa kira-kira sahabat, tetangga dan kenalan yang akan ikut mengantarkan jasad ini ke liang lahat? Kata orang, semakin banyak yang ikut mengantarkan merupakan indikator kesholehan jenazah tersebut. Maka berapa orang pentakziah yang kita damba: puluhan, ratusan atau sampai ribuan kah? Astaghfirullah...
Perhatikanlah Bro & Sis, bahwa di setiap kesempatan ketika kita ikut menyaksikan prosesi penguburan jenazah, orang-orang ramai akan memasukkan benda-benda apa saja ke liang lahat itu. Mulai dari galah pengukur panjang dan lebar lubang, daun pisang, cuilan-cuilan kayu sisa potongan lempeng atau bambu penahan tanah, bahkan tali rafia dan kertas pembungkus batu nisan pun ikut dilemparkan. Karena orang-orang itu meyakini, bahwa tak boleh satu pun ubo rampe penguburan jenazah tertinggal, semua harus ikut dicemplungkan.
Ane jadi merenung, kok sama seperti sampah ya? Jadi beginilah diri ini jika mati kelak, akan ditimbun bareng sampah-sampah itu. Maka, pantaskah kita menyombongkan diri?

16 Juni 2011

Selamat Jalan Adik...


Ahad, 12 Juni 2011 mungkin sekitar pukul 18.00, dirimu sendirian di sebuah ruang di RSUP Dr Kariadi Semarang, menghadapi detik-detik ajalmu. Air mata ini terus meleleh kala mengingat dirimu seorang diri menghadapi Izrail yang siap menjemput. Sementara engkau tersengal-sengal karena jantungmu yang tidak sempurna memompa darah ke seluruh tubuhmu. Dan di waktu yang sama cairan sudah memenuhi paru-parumu, sehingga menambah berat pernafasanmu.
Maafkan aku Adik, tak bisa membersamaimu kala Izrail menjemputmu...
Maafkan aku Adik, jika senantiasa crewet mengingatkanmu untuk segera tunaikan sholat, kala kau sedang moody menggarap desain2mu...
Maafkan aku Adik, tidak segera menindaklanjuti sms-mu yg naksir guru ponakanmu Irfan...
Maafkan aku... sejujurnya, masih banyak yg ingin kutuliskan...
Oh, maafkan aku adik...

**air mata ini tiba-tiba meleleh lagi...

29 Mei 2011

Secuil Kisah Akhir Hayat Ustadzah Yoyoh Yusroh

[sumber dari akhi Sahal, staff ust. Anis Matta]

Hari itu, ustadzah Yoyoh Yusroh, suaminya ustadz Budi Darmawan beserta putranya yang lain dan seorang supir menempuh perjalanan pulang ke Depok. Keluarga berbahagia itu baru saja menyempurnakan kebahagiaan dan rasa syukurnya dengan menghadiri wisuda putranya di UGM Yogyakarta. Masih dalam suasana penuh syukur itu, mereka menyempatkan berbagi kebahagiaan dengan mengunjungi besannya di Solo sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Subhanallah, rupanya Allah SWT sedang mencurahkan rahmatnya yang Maha Banyak pada keluarga pejuang dakwah itu. Karena pada hari itu juga khadimat mereka melangsungkan pernikahan di Tegal. Karenanya dalam perjalanan pulang itu mereka maraton silaturahim ke orang-orang terkasihnya. Usai dari Solo langsung meluncur ke Tegal untuk menghadiri walimah sang khadimat. Rasa lelah dalam perjalanan terhapus oleh curahan kebahagiaan.
Namun karena ada kewajiban mengisi halaqoh di Depok, ustadzah Yoyoh berkeinginan langsung pulang, tidak transit di Tegal. Subhanallah, dalam situasi yang mungkin kebanyakan kita akan dengan enteng beralasan untuk tidak menghadiri majelis liqo, beliau malah masih sempat memikirkannya (bhs Jawa: keron). Sebuah wujud komitmen seorang pejuang dakwah yang musti kita tiru: liqo' must go on, seperti apapun keadaannya!
Karena perjalanan yang melelahkan itu, sopir mengantuk. Sehingga di tengah perjalanan, posisinya digantikan putra beliau. Rupanya di sinilah takdir menjemput. Pada sebuah tikungan tajam di sudut Cirebon, musibah mengenaskan itu pun terjadi. Ketentuan Allah memang haruslah berlaku, walau kita tak menginginkannya.
Ustadzah Yoyoh dan suaminya terluka parah, juga para penumpang yang lain. Dengan tertatih sang suami menghampiri ustadzah Yoyoh. Apa yang dikatakan beliau? Beliau membisikkan sepenggal kalimat, "Bi, umi sudah sakaratul maut..." Dalam kepayahan menahan sakitnya sang suami tetap membesarkan hati istrinya. Sepanjang perjalanan evakuasi ke rumah sakit beliau terus menerus melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, dan di sela itu dengan bacaan syahadat. Berulang-ulang...
Tiga puluh menit usai penggal kalimat terakhir itu, beliau pun menghembuskan nafas terakhir. Rupanya kalimat itu menjadi kalimat perpisahan untuk sang suami tercinta. Beliau pulang ke rahmatullah dengan senyum kemenangan dan kepuasan.
Ikhwah fillah, jama'ah ini bukanlah tempat berkumpulnya malaikat. Ini adalah jama'ah manusia dengan segala sisi kemanusiaannya. Namun, dalam jama'ah inilah sosok wanita sederhana tersebut dapat berubah menjadi sosok wanita sholihah dan pejuang dakwah yang luar biasa. Kita kudu meneladaninya...
Selamat jalan ustadzahku... Allahu yarham wahai guruku yang mulia...

***

Berita terkait beliau, dapat disimak di:

23 Mei 2011

Ada Masanya Datang, Ada Masanya Pergi

Dulu, awal-awal pulang kampung Pekalongan, ane membayangkan, sungguh asyik rasanya banyak temen yang bergabung dengan jamaah tarbiyah ini. Alhamdulillah, seiring beringsutnya waktu, satu-satu ane jumpai teman-teman mulai menaiki "perahu" ini.
Hingga "pertarungan-pertarungan" kecil di kota tercinta ini mewarnai perjuangan ikhwah sekalian. Asyik. Bisa dibilang tidak ada dukanya. Walaupun kadang sampai larut malam bahkan harus begadang sampai pagi untuk tlusupan ke kampung-kampung hanya untuk mendirikan sebuah Ranting. Suasana rahat khas Pekalongan mewarnai "perjuangan" kecil ini. Alhamdulillah, nikmat Allah ini demikian besarnya. Liqo'-liqo' bermunculan di mana-mana. Pekalongan seperti menemukan jati dirinya yang telah lama hilang.
Dan panggilan "akhi", "ukhti" mulai akrab di telinga kita. Manisnya persaudaraan mulai bisa kita rasakan. Walau kadang ada friksi kecil di sana-sini, tapi itu tak mengurangi penghayatan materi "ukhuwah islamiyah" yang kita santap di liqo. Itulah romantika...
Hingga "pertarungan" besar pun mulai menghiasi perjuangan ini. Buahnya mulai ranum dan bisa dipetik. Satu-satu DPD mulai punya corong di mimbar parlemen. Bahkan musyarokah di tataran eksekutif pun mulai menampakkan hasilnya. Tarbiyah semakin greget, ikhwah semakin bertambah...
Ane sempat bergumam, kebersamaan ini pastilah tidak kekal. Siapa gerangan yang pertama akan "pergi" ya? Bukan karena hengkang dari jalan dakwah, melainkan dipanggil ke hadapanNya.
Walau sudah sunnatullah, kekagetan tetaplah ada. Begitu mendengar kabar akhina Wildan (allahuyarham) dipanggilNya dengan jalan kecelakaan tunggal di Subah, Batang Jum'at siang itu, rasa tidak percaya itu menyeruak. Cukup miris, karena dalam musibah itu sekaligus 2 nyawa melayang, beliau memboncengkan putra pertamanya (yang kebetulan angkatan pertama SDIT Ulul Albab, satu kelas dengan putri pertamaku). Apalagi mengingat almarhum meninggalkan anak-anak yang masih kecil, masih butuh banyak biaya untuk menuntaskan pendidikannya.
Tak berapa lama kudengar akhina Rosyid, mutarobbi (binaan)ku yang paling aktif dan antusias ini pun pergi menghadapNya dengan cara yang mirip. Diseruduk truk di perempatan Kalisari Batang pada sebuah sore, dalam perjalanan pulang dari Semarang. Almarhum usai menjaga ayahnya yang sedang dirawat di RS Kariadi Semarang, hendak pulang bergantian dengan sang kakak. Namun Allah punya rencana lain. Kita musti mengikhlaskannya. Masih terbayang olehku, senyum khasnya kala kutawari untuk segera nikah.
Kemudian sms mengagetkan itu datang lagi. Jelas tertera di sana nama Iwan Ketan, seorang pakar hypnoterapi, dia mutarobbi (binaan) dari temenku. Beberapa hari sebelumnya masih sempat berbalas komentar di akun Facebook-ku. Namun mata ini seolah tidak mau mempercayainya. Tapi apa boleh dikata, Allah berkehendak memanggilnya kembali. Padahal istrinya baru sepekan melahirkan putra keduanya. Selamat jalan sahabatku...
Dan kemarin kita masih dikagetkan dengan kepergian guru kita, ustazah Yoyoh Yusroh. Beliau dalam perjalanan pulang dari wisuda putranya di Yogya. Musibah terjadi di Cirebon, satu keluarganya terkena semua, suami dan putra-putrinya di mobil itu.
Allah, terimalah amal sholih mereka semua, ampunilah dosa-dosa mereka, dan tempatkanlah mereka di SurgaMu. Allah, jadikan kami tetap istiqomah di jalan dakwah ini, dan jadikan hidup kami bermakna bagi sesama. Taufik, maghfiroh dan hidayahMu senantiasa kami pinta.
Temans, SMS-SMS "mengagetkan" seperti ini pasti akan mulai kita terima. Memang, kematian selalu datang mengagetkan, tidak hanya bagi yang ditinggal, tapi juga bagi yang akan menghadap. Karenanya, marilah kita siapkan bekal itu...

07 Mei 2011

Hukum 10.000 Jam

Bro & Sis pernah dengar judul di atas? Yuk kita simak tulisan Dr. Meliala ini.

Apa persamaan yang dimiliki para pemain kelas dunia, baik pemain musik, pencipta lagu, penulis, bahkan pelaku kriminal? Hukum 10.000 Jam!

Angka ajaib 10.000 jam adalah rata-rata waktu yang dihabiskan untuk berlatih dalam pencapaian kelas dunia. Banyak buku yang mempopulerkan Hukum 10.000 jam, namun istilah itu pertama kali dikemukakan oleh Anders Ericsson, seorang psikolog yang meneliti keberhasilan para pemain biola di Berlin Academy of Music. Dia menemukan bahwa para pemain biola yang penampilannya terbaik berlatih paling banyak dibanding kelompok terbaik kedua, dan seterusnya kelompok kedua berlatih lebih banyak daripada
yang terendah.

Mozart, diperkirakan, pada usianya yang ke-6 telah berlatih musik selama 3.500 jam di bawah bimbingan ayah kandungnya. Demikian pula pecatur prodigy Bobby Fischer berlatih keras selama 9 tahun sebelum meraih level grandmaster di usia 17.

10 ribu jam sama dengan berlatih 3 jam sehari selama 10 tahun. Waktu yang nampaknya cukup lama, oleh karena itu langkah pertama sangat penting: temukan apa yang anak/anda sukai.

29 April 2011

Berkah Hafal Quran

Alhamdulillah, jadi mendaftarkan putri pertamaku masuk SMAIT Bina Umat Sleman. Dan ternyata berkat separuh hafalan Qur'annya, dia diterima tanpa tes! Subhanallah... salah satu berkah di dunia dari menghafal Qur'an. Padahal itu baru separuhnya! Coba Bro & Sis bayangkan, jika seseorang hafal seluruh Al Qur'an, maka berkah-berkah lainnya pasti akan berdatangan!

15 Maret 2011

10 Wasiat Hasan Al Banna

Lagu : Tombo Ati by Opick
Syair : by Nurhadi
================================

Hasan Al Banna telah mewasiatkan
Yang pertama: sholat saat dengar adzan
Yang kedua: baca, telaah dan dengarkan Al-Qur'an
Yang ketiga: bahasa Arab fasihkan

Yang keempat: janganlah suka berdebat
Yang kelima: sedikitkanlah tertawa
Yang keenam: hindari senda gurau yang berlebihan
Yang ketujuh: rendahkanlah suaramu

Kedelapan: ghibah jangan dilakukan
Kesembilan: jangan sungkan berkenalan
Kesepuluh: efektifkanlah waktumu
Insya Allah, Allah 'kan meridhoimu


----------------------------------------------
Bro & Sis, syair lagu di atas ane gubah pada Senin, 7 Desember 2009. "Asbabul wurud"nya karena waktu itu didaulat untuk ngisi taujih pada Jalsah Ruhiyah DPD PKS Kabupaten Batang. Maka dengan sistem kebut semalem, jadilah gubahan lagu ini... Semoga bisa untuk bahan rengeng-rengeng (bersenandung) antum di kala suntuk....