06 November 2008

Cara Hemat Berinternet

Bro & Sis
Tidak di era mudah apalagi sulit secara ekonomi makro dewasa ini, berhemat adalah tindakan mulia. Pun termasuk dalam hal memanfaatkan teknologi internet, sebaiknya tetap memakai kaidah hemat ini. Bagaimana caranya?
Bagi Antum yang di kota atau daerah sekitar tempat tinggalnya telah 'ditanami' titik-titik panas (baca: hotspot) oleh Telkom dengan produk Speedy-nya, maka manfaatkanlah semaksimal mungkin. Dalam hal ini sejauh masih digratiskan lho. Karena denger-denger, di Semarang dan kota-kota lain mengakses internet melalui hotspot harus memiliki akun (dikenal dengan Speedy Prabayar, wujudnya kartu VSAT). Memang tips ini masih mensyaratkan antum kudu memiliki laptop yang ada fitur WiFi-nya (pake PC sih boleh, tinggal beli WiFi-card yang harganya sekitar 200ribuan. ini kalau antum mau sedikit repot dan sensasional, hehe...).
Seperti halnya di kotaku, Telkom berencana nandur 30 titik panas ini, dan masih digratiskan sampai akhir 2008. Katanya mulai 2009 akan diberlakukan sistem Speedy Prabayar. Sayangnya ane tidak bisa memanfaatkan hotspot gratis ini. Yah, karena belum punya laptop dan nggak mau cari sensasi bawa-bawa PC ke mall, kafe atau lapangan pemkot berhotspot!
Tapi untungnya, sebulan lalu dan dua bulan ke depan, Speedy lagi gencar promosi nih. Mereka buka stand di Mega Center (mall paling nyaman di Pekalongan) dan pasti memajang satu atau dua unit komputer untuk fasilitas icip-icip bagi pengunjung. Nah, yang seperti ini nih yang harus ditangkap peluangnya. Makanya hari-hari ini ane rajin ke mall (hehe... kayak ABG aja...) yang ada pameran Speedy-nya. Eman-eman kan, kalau nggak dimanfaatkan. Lumayan Bro, bisa ngecek email, update blog dan browsing hal-hal manfaat lain dengan tidak perlu melototin billing di taskbar...

Tentang "Bertebaran di Muka Bumi"

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung" [QS 62: 10]

Menurut ane, makna 'bertebaran di muka bumi' di sini adalah 'bergerak atau pindah dari satu tempat ke tempat lain di muka bumi ini dengan berjalan kaki (atau kendaraan yang berkaki --dalam arti sesungguhnya: kuda, unta, keledai)'. Mengapa berjalan kaki, kok tidak naik sepeda, motor atau mobil?

Pertama, karena dengan kaki, maka terjadi kontak antara tubuh kita dengan bumi, maka idealnya tidak beralas kaki, atau kalaupun toh beralas kaki, gunakan alas yang bersifat 'konduktor'.
Manfaatnya, dapat menetralisir muatan elektromagnetis pada tubuh kita akibat interaksi keseharian kita dengan benda-benda bermedan magnet. Tengoklah benda-benda tersebut di sekeliling kita: TV, hape, radio, mp3 player, listrik di rumah kita, dan sejenisnya. Alih-alih membawa manfaat (kemudahan) dalam hidup kita, benda-benda tersebut juga membawa dampak buruk karena pengaruh medan magnet yang ditimbulkannya. Dampak tersebut bisa berupa pusing, mual, sakit kepala sebelah dari tingkat ringan sampai ke level gawat, stroke.

Kedua, dengan berjalan kaki, kita lebih mengenal lingkungan tempat kita tinggal (ma'rifatul maidan).
Seperti pengalaman hari ini. Biasanya, ane kemana pun selalu bermotor ria. Nah, karena siang ini motor digunakan istri, maka ane menikmati berjalan kaki (sayangnya masih beralas kaki dengan sol karet yang tentu saja bersifat isolator). Namun hikmah kedua ini ane rasakan betul. Ternyata ane menemukan tempat-tempat 'baru', padahal setiap hari ane lewati. O, di sebelah toko ini ada kantor pos kecil, ada banyak warung becak dan masih banyak tempat yang biasanya tidak terlihat, kini jadi 'bermunculan'.

Ketiga, ramah lingkungan, 'ramah kantong' dan menyehatkan. Iya kan? Kita tidak perlu mengeluarkan biaya BBM serupiah pun. Yah... kalau toh perlu beli es teh di warung untuk melepas dahaga akibat banyak keluar keringat, tidak semahal seliter bensin. Dan dengan kita berkeringat, maka itu menyehatkan tubuh kita. Apalagi yang jarang berolah raga seperti ane. (Hehe...). Manfaat berikutnya, dengan berjalan kaki bisa mengurangi resiko osteoporosis. Setidaknya ini menurut Anlene, yang menganjurkan minimal 10.000 langkah perhari untuk mencegah penyakit yang mengerikan ini.

03 November 2008

Indosat, kembalikan pulsaku, plis...


Pengalaman menyebalkan dengan Indosat nih. Ceritanya daripada hape lamaku nganggur ane belikan perdana mentari aja. Karena seandainya dijual pun paling terima duit 50ribu tok (ada yang nawar cepek, tapi hape ini pernah diservice makan 50ribu). Mengapa produk Indosat yang ane pilih? Dari 500an nomor di phonebook, 60% pemakai Indosat, sementara punyaku telkomsel. Kebetulan lagi pas jalan-jalan di sebuah konter, ada nomor cukup cantik -bagiku lho- yakni 085866121970 (6 digit terakhir bulan ultahku). Dan harganya pun biasa, bukan harga cantik, langsung aja ane gebet.
Singkatnya ane pengin melanggan i-Ring "Bangkitlah Negeriku"nya ShouHar. Setelah ane ketik kodenya, tak berapa lama dapat sms balasan yang menginformasikan bahwa "lagu yang Anda pesan sudah tidak aktif. Lagu anda sekarang ...." (Wah, enak aja ngganti lagu yang bukan pesananan ane. Iya kalau gantinya ane banget, lha ini ABG banget. Bisa gawat kan, ntar kalo para kolegaku ngebel apa nggak dikira royal?).
Ane komplain sama Indosat Pekalongan, kebetulan dihandel langsung sama manajer areanya. Beliau bilang bisa diganti kok. Oke, ini melegakan. Esoknya ane dikasih tahu bahwa i-Ring ane diganti "Sang Murobbi"nya Izis.
Eh, tapi kok kena charge lagi? Pulsaku terpotong 7700 lagi! Jadi dalam sehari kena 2 kali langganan -yang seharusnya sekali registrasi kan berlaku sebulan? Wah, ini bukan diganti namanya, melainkan langganan baru lagi. Kapok dah langganan i-Ring Indosat...

27 Oktober 2008

Gadget Impian

Bukannya tidak bersyukur telah memiliki hape Motorola C-115 yang kini hargane mungkin cuma cepek, melainkan ini sekedar secuil wishlist kepada para vendor hape, itupun kalo mereka sempat membaca posting ini.
Bro & Sis, saat ini ane sedang memimpikan sebuah gadget ideal --dalam hal ini hape-- seorang aktivis dakwah. Dalam angan ane, hape tersebut kudu punya fitur sebagai berikut (di luar fitur standar sms, voice, kamera dan MP3 player):

1-- Holy Qur'an. Yah, fitur pembaca mushaf qur'an dengan khot standar timur tengah (al qur'an pojok) dan bukan aplikasi. Lebih sip lagi ada fasilitas search ayat, terjemah, tafsir dan asbabun nuzulnya sekaligus. Lha iya, karena ini tool utama seorang aktivis dakwah toh? Jadi wajib ada.

2-- Daily Mutaba'ah. Dengan fitur ini, seorang aktivis bisa mengevaluasi ibadah dan amaliahnya saban hari. Dari sholat tahajudnya, jamaahnya, hafalan qur'annya, sampai kunjungan silaturahim ke tetangga. Insya Allah gak ada yang bakal terlewat, beda kalau pakai catatan biasa, sering tertinggal di tas atau entah dimana. Ya nggak?

3--Multiformfile Reader, yang berguna untuk membaca segala format file, baik Office, PDF, PPT, JPG, MPEG, AVI dan lain-lain. Gunanya? Ketika mau ngisi liqo atau ceramah, dia bisa diandalkan untuk menunjang presentasi. Tentunya fitur ini lebih sip didukung oleh:

4--TV-out. Dengan dukungan koneksi tv-out, presentasi tidak hanya bisa dilakukan melalui LCD Proyektor, tapi juga TV biasa yang rata-rata punya colokan Video (port AV, kabel kuning).

Kira-kira sekarang sudah ada yang memproduksi belum yah? Kabari ane dong, jika antum telah menemukannya... O ya, kalau bisa sih yang harganya terjangkau rata-rata kantong kader. Hehehe...

22 Oktober 2008

Sudut Pandang Seorang Seniman Grafis

Bro & Sis,
Suatu hari ane disuruh bikin spanduk untuk pembangunan SDIT Ulul Albab oleh ketua yayasannya. Tentu saja, karena ekspertise ane di bidang disain, maka walaupun pesanannya asal jadi, namun ane bikin dengan sepenuh kesungguhan. Maka ane pengin spanduknya nanti harus tampil 'menghentak' alias extra ordinary. Maka lahirlah spanduk dengan tag line seperti di atas, yang di kemudian hari banyak menuai protes, baik dari kalangan internal maupun eksternal.
Repot memang, kadang sudut pandang seorang seniman musti berbenturan dengan 'kaidah umum' alias angle orang awam. Jadinya nasib spanduk --yang mencari idenya butuh mikir berhari-hari-- cuma sehari dipasang.
Secara material, ane gak rugi sih, wong order itu toh sudah lunas dibayar bendahara. Tapi secara moral ane "rugi" besar. Yah... nasib seorang seniman grafis.

14 Oktober 2008

Disain Kaos PKS

Ane ingin memproduksi kaos PKS seperti ini. Mungkin antum bisa memberikan penawaran harga kumplit dengan speknya? silakan kontak ane di nurhadi.sa@gmail.com atau langsung sms ke 08122994564.
Atau antum ingin memproduksi berdasarkan disain tersebut? Boleh saja, silakan antum manfaatkan disain ini. Langsung aja kontak ane --jangan malu-malu-- insya Allah ane email-kan file gambarnya untuk master sablon dalam format *.CDR (CorelDraw versi 13). O ya, gambar sesungguhnya tidak seperti "penampakan" di atas (karena tergesa, ane upload ala kadarnya), tapi untuk bagian punggung ane disain a la Dagadu Yogya, ada kartunnya. Pokokke keren punya dah.
Namun karena HAKI alias "paten" disain sudah ane wakafkan ke DPD PKS Kota Pekalongan, maka sudilah kiranya antum menginfaqkan "royalti" seikhlasnya ke DPD (bisa nitip ke ane).
Maklum bro & sis, DPD kami masih perlu dana hampir 1M untuk sukses dakwah 2009 nanti. Jadi infaq yang antum serahkan, sejatinya adalah investasi akhirat antum sendiri. Yang pasti akan dikembalikan Allah dengan eksponen 7 sampai 700 kali lipat!!! Jazakumullahu ahsanal jaza'
(Ssst.... Jangan percaya omongan ane, buktikan saja sendiri, oke?)

1 Syawal 1429 = 1 Oktober 2008


Sebelum kutulis posting ini, ijinkan ane mohon maaf atas semua khilaf kata, taqobbalallahu minna wa minkum. Semoga kita semua kembali fitri di Syawwal ini. Amin...

Bro & Sis
Lebaran tahun ini sangat membahagiakan hatiku. Betapa tidak, yang biasanya beda hari, tahun ini sebagian besar muslim di tempatku tinggal serentak melaksanakan sholat Id pada Rabu, 1 Oktober lalu.
Walaupun lebaran kali ini ane ambruk untuk bed rest pas malam takbiran. Bahkan sampai sepekan kemudian mriang yang biasanya hanya 3 hari, kali ini agak betah hinggap di tubuh. Jadinya, lebaran cuma nggletak saja di rumah mertua, sementara istri dan anak-anakku pada sibuk silaturrahim ke sanak famili.
Yah... alhamdulillah masih diberi sakit, mudah-mudahan Allah berkenan mencuci lebih bersih diri ini yang sangat kotor dan penuh noda.
Ya Allah Rabbul Izzati, terimalah segala pengabdian kami yang kadang tercoreng di sana-sini.