03 April 2015
01 April 2015
31 Maret 2015
29 Maret 2015
Wishlist to Bukalapak
Sejak promosi gencar-gencaran di lini media sosialku, banyak teman yang merespon positif dagangan yang saya pampang di bukalapak. Namun rata-rata mereka agak malas ketika proses jual belinya sedikit ribet.
Di sisi konsumen, "birokrasi" yang diterapkan Bukalapak --yang musti transfer via bank ke rekening Bukalapak dan setiap item kena charge ongkos kirim, karena opsi jasa pengiriman memakai pihak ketiga-- sedikit menghambat antusiasme pembeli offline. Khususnya teman-teman dekat yang setiap hari bisa bertatap muka.
Coba bayangkan ini. Anda sangat tertarik salah satu desain kaos Islami dagangan saya dan hendak membelinya. Setelah klik tombol "beli" di situs Bukalapak, kemudian diminta transfer sejumlah harga bandrol ditambah ongkos kirim sesuai alamat dan jasa kurir yang dipilih. Lha, padahal Anda sedang bertatap muka dengan saya. Kan jadinya lucu. Okelah prosedur transfer bisa dilakukan saat itu juga dengan fasilitas M-Banking nya, namun ketika Anda hendak membawa pulang barang itu, Anda musti menunggu setelah saya packing dan kirim via jasa kurir. Baru besoknya nyampai ke tangan Anda... Lucu sekali bukan?
Karena itu saya, selaku pengguna jasa lapak online di Bukalapak, sangat berharap ada opsi "Hand to Hand" di moda pengiriman barang. Sehingga, setelah konfirmasi transfer diklik di Bukalapak, pembeli offline bisa langsung membawa pulang barangnya, tidak perlu menunggu saya packing dan kirim via kurir. (Mana tahaan, sudah keburu mau dipakai nih... he...)
Selanjutnya sebelum pembeli itu beranjak dari hadapan saya, saya bisa sekaligus meminta budi baiknya untuk mengklik konfirmasi barang telah diterima dan mengisi kolom feedback positifnya... Karena inilah keuntungan non finansial yang sangat diharapkan di bisnis online, khususnya Bukalapak.
22 Maret 2015
Kopdar Bukalapak Solo
![]() |
| Dari kiri: Oom Jeep, om belum kenalan, om Rully juragan kamera, om Fajar FBD Kamera, om Iyan, om Juragan onderdil sepeda, dan saya... |
Alhamdulillah sempat "menyelundup" ke acara kopdar Bukalapak Solo. Lho, kok menyelundup? Hehe... iya, karena bukan wong Solo. Dibela-belain jauh-jauh dari Pekalongan hanya supaya dapat menyedot ilmu dari para master seller Solo.
Asli, acara kopdarnya Bukalapak ini termasuk acara yang sangat-sangat berbahaya! Betapa tidak, di dalamnya mengandung "virus" yang sangat cepat menular. Gegara ikut acara ini, sepulangnya saya terserang "flu" kemaruk bisnis. Sampai-sampai ketika mendapati produk kaos distro islami yang cukup keren, saya rela menguras isi ATM. Haha...
Namun di balik gegap gempitanya acara ini, ada dua hal yang saya sesali. Pertama, karena tidak bawa kamera. Jadi hanya ngiler dan mupeng lihat para juragan pada narsis. Belum lagi, dengar-dengar ada kontes selfie... Walah, nasib... Tapi untungnya om Fajar baik hati, saya bisa nunut narsis groupi bareng mereka... Matur suwun om Fajar.
Penyesalan kedua, karena saya tidak dapat goodie bag-nya... hiks...
10 Februari 2015
Hafidz Telah Menemukan "Mesin Waktu"nya
![]() |
| Hafidz (alm) dan kakak perempuannya |
Tim SAR dan kepolisian yang mencoba menyisir DAS Pencongan hingga ke pintu air dekat muara tak kunjung mendapatkan hasil. Akhirnya pada H+3 upaya dihentikan. Tim SAR menyerah, keluarga pun pasrah.
Kabar mengejutkan Ahad (8/2) kemarin. Hafidz ditemukan di pantai Kartini, oleh tim SAR Jepara! Masya Allah, itu sama dengan perjalanan 170 KM!!! Jenazah Hafidz begitu datang, langsung masuk keranda dan disholatkan di masjid. Ia dimakamkan jelang maghrib, hari itu juga.
Hari ini, kutuliskan kisah Hafidz, dari penuturan Rahma, kakak perempuannya...
Sehari sebelum hilang di sungai Pencongan, Hafidz menunjukkan perilaku aneh. Ia silaturahim ke seluruh paman dan bibinya untuk meminta maaf. Ia juga minta potong rambut dan mandi keramas. Beberapa kali diskusi dengan kakaknya, temanya seputar "Mesin Waktu". Rupanya selepas menonton film Kiamat 2012, ia sangat terobsesi dengan sang mesin waktu ini. Ia menghayalkan untuk membeli mesin ini. Ketika diyakinkan bahwa itu cerita fiktif, yang hanya ada di film, ia bersikeras bahwa mesin itu benar-benar ada.
"Adanya di Amerika, Mbak... Memang di sini tidak ada yang jual. Nanti adik mau beli di sana ah..." begitu jawabnya.
Ketika sang kakak bertanya, "Kenapa sih, adik pengin sekali beli mesin waktu?"
"Biar bisa menemui ayah dan ibu, mbak... Adik mau minta maaf sama ayah dan ibu. Adik banyak berbuat dosa pada ayah..." jawabnya lugu.
O ya, sebagai informasi, mereka berdua sudah yatim piatu sejak dua dan satu tahun terakhir. Karenanya, satu-satunya tempat curhat Hafidz adalah Rahma, sang kakak. Mereka berdua tinggal di rumah peninggalan orang tuanya di desa Pencongan Wiradesa.
Rupanya, Selasa pekan lalu itu, ia telah menemukan sang "mesin waktu". Dan hari itu, bagi kakak satu-satunya, menjadi hari kelabu. Selamat jalan Hafidz, engkau sekarang pasti telah bahagia, bisa meminta maaf pada ibu dan ayahmu...
12 November 2014
Longmarch Ujung Negoro
Selasa, 11 November 2014, pukul 16.45 WIB, membersamai para santri bertolak menuju pantai Ujung Negoro Kabupaten Batang.
Rute yang dilalui: start dari pondok (SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan, sebagai Pos 1) - Jl. Ir. Sutami - melewati bawah jembatan Kalibanger - terus ke utara, melewati bawah jembatan Kereta Api - Jembatan Setono - ke timur, Jl. Raya Setono (Pos 2) - perempatan Degayu - ke utara menuju TPA Degayu (Pos 3) - susuri pantai Degayu-Kasepuhan - pantai Kasepuhan Kab. Batang (Pos 4) - Tempat Pelelangan Ikan Batang - Obyek Wisata Sigandu - susuri pantai Sigandu hingga Proyek PLTU Ujung Negoro (Pos 5) - finish di obyek wisata pantai Ujung Negoro (Pos 6)
Foto lainnya di sini
Rute yang dilalui: start dari pondok (SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan, sebagai Pos 1) - Jl. Ir. Sutami - melewati bawah jembatan Kalibanger - terus ke utara, melewati bawah jembatan Kereta Api - Jembatan Setono - ke timur, Jl. Raya Setono (Pos 2) - perempatan Degayu - ke utara menuju TPA Degayu (Pos 3) - susuri pantai Degayu-Kasepuhan - pantai Kasepuhan Kab. Batang (Pos 4) - Tempat Pelelangan Ikan Batang - Obyek Wisata Sigandu - susuri pantai Sigandu hingga Proyek PLTU Ujung Negoro (Pos 5) - finish di obyek wisata pantai Ujung Negoro (Pos 6)
Foto lainnya di sini
Langganan:
Postingan (Atom)











