13 Januari 2011

Satu Lagi Persembahan DPD PKS Kota Pekalongan

Buat siapa saja yang kebetulan di Kota Pekalongan, sempatkanlah mampir ke sekretariat DPD PKS (Jl. Sulawesi 20D, Kergon Pekalongan). Yah, menjalin silaturahim kan banyak manfaatnya, ya toh? Apalagi mulai hari ini DPD telah menambah fasilitas publiknya: koneksi internet via wifi modem.
Asyiiik... hanya dengan membawa laptop, hp atau gajet lain yang berfitur wifi, antum bisa menjalin silaturahim fisik dengan kader-simpatisan di Pekalongan maupun non fisik dengan seluruh jejaring antum....
Ke depannya, DPD berencana mengadakan training-training yang berkaitan dengan pemanfaatan internet ini. Banyak juga lho, kader dan bahkan pengurus yang belum melek internet. Sst... jangan bilang ke siapa-siapa ya?!

12 Januari 2011

Takaful, Sebuah Perusahaan Asuransi Syariah

Siang ini main-main ke kantor perwakilan Takaful di komplek ruko Hotel Syariah Pekalongan. Beberapa hari yang lalu mulai bergabung menjadi agensi, dan tadi dikabari bahwa nomor registernya sudah keluar: 031100014. Bismillaah... sudah resmi kini jadi Takaful Financial Consultant. Semoga Allah SWT membukakan satu lagi pintu rizqiNya via perusahaan asuransi berbasis syariah ini, amiin...
O ya, Bro & Sis, di bawah ini kunukilkan artikelnya pak Zaeni (Takaful Agency Manager), semoga bermanfaat!

MERENCANAKAN BIAYA PENDIDIKAN ANAK

Memberikan pendidikan terbaik kepada anak merupakan dambaan setiap orang tua. Pendidikan terbaik berarti menyekolahkan anak ke lembaga pendidikan yang berkualitas, dan kenyataan sekarang ini pendidikan yang berkualitas identik dengan biaya yang tinggi. Sudah biaya yang tinggi, hampir setiap tahun biaya pendidikan mengalami kenaikan (inflasi) yang juga relatif tinggi. Sebuah pengamatan yang dilakukan oleh beberapa perencana keuangan terhadap inflasi biaya pendidikan selama 5 tahun terakhir di beberapa kota besar, menghadirkan fakta yang cukup mengejutkan yakni berkisar 20% hingga 30% per tahunnya, jauh di atas inflasi rata-rata nasional yang berkisar 5%–7% per tahun.
Bagi orang tua yang hendak merencanakan biaya pendidikan bagi putra-putrinya, beberapa tip berikut dapat dijadikan dasar pertimbangan. Tip ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi program perencanaan biaya pendidikan yang telah Anda jalankan.

1. Paling tidak ada 4 alasan kenapa Anda perlu mempersiapkan Dana Pendidikan bagi anak Anda dengan sebaik-baiknya :
a. Mahalnya biaya pendidikan saat ini
b. Naiknya biaya pendidikan dari tahun ke tahun
c. Adanya ketidakpastian kondisi ekonomi pada masa yang akan datang
d. Adanya ketidakpastian kondisi fisik Anda pada masa yang akan datang.

2. Sebelum Anda mengambil program apapun untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak Anda, terlebih dahulu sebaiknya Anda memperkirakan jumlah biaya pendidikan yang dibutuhkan untuk anak Anda kelak.

3. Mulailah menyisihkan dana untuk persiapan dana pendidikan sesuai kemampuan Anda saat ini. Jikapun kemampuan Anda saat ini belum sesuai dengan yang dibutuhkan, Anda telah mengetahui hal itu. Pemahaman tersebut akan memotivasi Anda untuk memenuhi kekurangan yang masih ada pada masa mendatang.

4. Pilih program investasi ataupun tabungan yang hasilnya dapat melampaui angka inflasi, khususnya inflasi sektor pendidikan.

5. Lindungi investasi maupun tabungan biaya pendidikan yang Anda buat dengan asuransi sesuai dengan nilai perkiraan biaya pendidikan yang telah Anda buat sebelumnya.

6. Laksanakan program perencanaan biaya pendidikan yang telah Anda buat sedini mungkin, karena semakin dini Anda mulai menjalankan progam tersebut, semakin banyak waktu yang Anda miliki untuk mulai menabung, sehingga semakin ringan dana yang harus Anda sisihkan setiap periodenya.

7. Menunda pelaksanaan program yang telah Anda buat adalah tindakan yang kurang bijaksana, karena Anda tidak pernah tahu dengan pasti apa yang akan terjadi dengan Anda esok hari.

8. Jika Anda memerlukan bantuan untuk membuat program perencanaan biaya pendidikan, jangan ragu-ragu untuk meminta bantuan konsultan maupun perencana keuangan yang Anda percaya.

Wujudkan keinginan untuk memberikan pendidikan terbaik bagi BUAH HATI Anda dengan merencanakan biaya pendidikan yang tepat sedini mungkin!

06 Januari 2011

Top-up Server Solution by XL (Axiata Company)

Presenter XL sedang mengatasi gangguan teknis saat presentasi

Pagi ini bermaksud silaturahim ke sohib waktu kuliah dulu, eh malah diajak ke acaranya di Wiradesa. Temenku ini pengusaha ulet, pemilik server pulsa satu-satunya pribumi di Pekalongan. So pasti, acara pagi ini paling seputar outlet gathering oleh operator seluler. Jam 10 lebih meluncur dari rumahnya menuju Hotel Marlin, tempat gathering ini dihelat. Masih sepi, hanya beberapa orang yang baru hadir, padahal undangan sudah lewat setengah jam. Sebuah bukti bahwa jam karet sudah jadi Habit ke-9 orang Indonesia (ngiras-ngirus usul buat Steven Covey nih, bikin buku baru "The 9 Habits of The Losser" hehe...)
Ternyata Presentasi Top-up Server Solution (ToSS) oleh XL buat para server. Apa pula itu? Ini semacam sistem request reload baru. Sistem yang ada saat ini adalah: permintaan dari para downline ke server menggunakan "kendaraan" SMS, nah, kini XL memberi alternatif "kendaraan baru" menggunakan UMB ToSS 171 (dengan cara dial *171), jadi yang ini tidak berbasis SMS lagi.
Seterusnya presentasi yang cenderung teknis tidak ane hiraukan, it's none of my bussiness sih... mending blogging dan browsing aja mumpung ada free hotspot hehe...

05 Januari 2011

Asyiknya Mukhoyam di Merapi

Sehabis kerja bakti bikin bendungan bareng warga, Regu Kalong mejeng sejenak.
Kepala sukunya yang bawa sekop oranye tuh...

Bro & Sis
Masih tentang Merapi nih. Ceritanya pada 24-26 Desember lalu, ane dan temen-temen kader lain yang belum ikut Mukhoyam Pandu Keadilan Menengah I tahun 2010 kudu berangkat. MPKM putaran akhir di tahun 2010 itu diikuti 358 kader dari berbagai wilayah Jawa Tengah, bertempat di tiga kecamatan lereng Merapi, kab. Magelang. Dari sejumlah itu, peserta dibagi menjadi 3 grup yang terdiri dari beberapa regu beranggotakan 15-17 orang.
Kebetulan ane didapuk jadi salah satu kepala suku nih, nama regunya "Kalong" (karena dari 17 anggota, 7 berasal dari Kota Pekalongan, 3 dari Kab. Pekalongan, 1 dari Kab. Batang ditambah 3 dari Tegal dan 3 lagi dari Kota Semarang). Kami memilih ditempatkan di dusun Gowok Ringin, Kelurahan Sengi, Kec. Dukun, Kab. Magelang, yang merupakan dusun tertinggi --berjarak 8 km dari puncak Merapi-- di antara dusun lain tempat MPKM ini diselenggarakan.
Kondisi umum, pembersihan sudah dilaksanakan oleh warga dan relawan sebelum kami datang, sehingga relatif sarana transportasi sudah lancar. Keluhan utama warga adalah masalah pengadaan air bersih. Karena akibat erupsi kemarin banyak sumber air dan infra struktur pipa saluran air bersih milik warga yang berada di sepanjang kali Telingsing hilang tersapu banjir lahar dingin. Akibatnya bisa ditebak, air menjadi barang mewah di sana. Untungnya kami sudah terlatih mandi kucing dalam situasi seperti ini. Jadi, relatif no problem lah.
Tapi, alhamdulillah-nya, rumah pak kadus (yang jadi basecamp kami), berlimpah air bersih, karena suplai air bersihnya dari sungai sebelah utara dusun. Sementara sungai Telingsing yang membelah selatan dusun ini kondisinya full material vulkanik. Jadi, di sanalah tempat yang tepat bagi antum yang pengin panen pasir kualitas premium dan batu gunung asli.
Ane menyebut mukhoyam kali ini sebagai "Mukhoyam Bintang Lima". Betapa tidak, pakemnya mukhoyam itu ya: 3 hari tidak mandi, tiap saat mesti waspada alias kudu pasang kuping, sewaktu-waktu peluit dari para trainer membelah angkasa dan kudu mau disuguhi cemilan khas: push-up, sit-up, lari dan sejenisnya!
Tapi sungguh, mukhoyam kali ini berbeda 180 derajat. Kami bisa mandi 3 kali sehari kalau mau (praktiknya sih sekali saja, itu pun rada dipaksakan saking dinginnya). Tidur juga sangat pulas tanpa khawatir mimpi indah kami terobek bunyi peluit. Bahkan kehangatan tidak hanya merasuki tubuh kami, tapi juga sleeping bag kami juga ikut merasakan kehangatan (lha wong tidurnya di dalam rumah, beralas tikar didobel matras, eh masih pake sleeping bag lagi, apa gak melebihi hotel tuh?). Belum lagi logistiknya (walau sering telat suplainya), kami tak perlu repot-repot ngrokoti akar ilalang dan dedaunan hutan, pun tak harus melahap belalang dan ayam mentah. Semuanya sudah cemawis, masih ditambah bonus klethikan dan lauk (opor ayam bro!) dari pak kadus, wuih mantep!
Sudah inputnya demikian jossnya, outputnya kami cuma suruh membaur warga: kerja bakti bikin bendungan sederhana dan ngangkuti batu/tanah bikin jalan setapak ke arah sungai. Malamnya paling suruh jalan-jalan mengakrabi warga, bertandang dari satu rumah ke rumah sebelah. So pasti, nyamikan dan teh panas --bahkan pernah kopi-- menemani.
Ada yang berpendapat, inilah the real mukhoyam, haha... ada-ada saja. Tapi ane setuju juga sih. Paling tidak, dampak mukhoyam model begini semuanya positif. Akseptabilitas warga terhadap PKS meningkat, kita juga mengerjakan hal-hal riil, kasat mata dan langsung terasa hasilnya. Trus, (ini nih yang vital) para kader juga tidak terserang diare dadakan ketika dengar taklimat mau ada mukhoyam!

31 Oktober 2010

Dicari: Juru Kunci Merapi

Bro & Sis, sampai tulisan ini diposting, ane belum dengar rencana Raja Jogja mencari juru kunci pengganti. Ane jelas tidak mau ngrusuhi beliau dalam mencari kandidat. Ane hanya ingin menumpahkan sedikit uneg-uneg yang mengganjal di hati.
Sebenarnya, apa saja sih tugas seorang juru kunci Merapi? Apakah hanya memimpin upacara labuhan tiap tahunnya itu? Ataukah ada yang lain? Jika eksistensinya tidak lebih dari sekedar pemimpin acara ritual labuhan, menurut hemat ane tidak usah lah dibuka lowongan lagi. Toh, upacara itu justru menggiring umat Islam pada jurang kemusyrikan. Karena menurut ane, upacara itu menempatkan sosok Merapi sebagai dzat yang memiliki kekuatan maha dahsyat, yang karenanya agar tidak murka harus di-upacara-ni secara berkala. Padahal dengan begitu, berarti kita telah menduakan Allah SWT. Artinya, kita menjadi musyrik! Na'udzubillah min dzalik.
Namun jika kehadiran juru kunci sebagai tokoh panutan warga lereng Merapi yang dapat menyatukan berbagai entitas di sana, atau sebagai seorang guide yang mengetahui seluk beluk Merapi sampai ke detil terkecilnya, maka itu mungkin masih diperlukan. Jika memang begitu, maka syarat seorang juru kunci adalah sebagai berikut:
(1) Muslim yang taat beribadah dan berpegang teguh pada prinsip aqidahnya.
(2) memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan disegani warganya
(3) memahami seluk beluk Merapi
(4) rasional, artinya jika memang kondisi mengharuskan dirinya mengungsi, tidak usah jaga gengsi.
Dan mengingat resiko tugasnya yang demikian beratnya, maka ia layak mendapatkan fasilitas-fasilitas yang memadai. Dari mulai gaji yang layak (menurut ane, minimal sama dengan anggota DPR pusat), jaminan kesehatan, piranti teknologi komunikasi yang canggih, dan dilengkapi sarana mobilitas yang handal.
Bagaimana menurut anda?

30 Oktober 2010

Merapi, mbah Maridjan dan Raja Jogja

Bro & Sis,
Pertama, ane ungkapkan rasa duka yang mendalam atas jatuhnya korban dari bencana-bencana yang beruntun ini... khususnya korban Merapi. Lebih khusus lagi atas terenggutnya sang juru kunci, mbah Maridjan. Postingan ini ditulis bukan bermaksud menuding pihak-pihak yang musti bertanggung jawab, melainkan hanya hikmah yang ingin diambil.
Allah SWT menciptakan alam ini dengan penuh keseimbangan dan dalam takaran yang sangat pas. Artinya, jika Merapi saat ini harus membangun (pinjam istilah mbah Maridjan), maka itu memang sudah protokoler wajibnya, yang tak seorang pun diijinkan menginterupsinya. Walau tidak bisa dipungkiri dampak dari pembangunan yang dilaksanakan sang Merapi, berpotensi menelan korban: harta benda, ternak bahkan nyawa. Namun sadarilah berkah yang menyertainya juga. Di sana ada penjual masker yang panen dan pasca erupsi ini, kelak lingkungan yang luluh lantak itu akan jadi hamparan ladang subur.
Menurut para pakar, bencana letusan gunung berapi bisa diprediksi. Artinya jatuhnya korban bisa diantisipasi sejak dini. Jadi sangat disayangkan jika erupsi Merapi kemarin masih banyak jatuh korban. Terlepas dari masalah takdir, meninggalnya sang juru kunci sejatinya bisa diantisipasi. Kita melihat loyalitas beliau kepada rajanya demikian kuat, mengapa Raja Jogja tidak mau menggunakan otoritasnya memaksa beliau turun? Memang raja merasa tidak berhak memerintah mbah Maridjan turun, karena di sana ada bupati. Tapi tidakkah beliau memahami bahwa dalam pemahaman mbah Maridjan, atasan langsungnya adalah raja, bukan bupati. Jadi sungguh disayangkan sang raja tidak memiliki sense seperti Pinera, presiden Chile itu.
Ane jadi ingat sebuah nasihat bijak Robbani: barangsiapa memelihara kehidupan seorang anak manusia, maka ia ibarat memelihara kehidupan seluruh umat manusia. Sebaliknya, siapa saja yang membunuh (atau membiarkan hilangnya nyawa) seorang manusia, maka ia ibarat membinasakan seluruh manusia.
Padahal jika raja mau meluangkan sedikit waktu, bukan tidak mungkin mbah Maridjan tunduk pada titah raja, walaupun beliau sangat kekeuh pada pendiriannya: Nek aku mudun disoraki cah cilik-cilik!
Kadang ada prasangka buruk ane melihat fenomena ini. Apalagi mengetahui gaji seorang juru kunci Gunung Merapi yang konon hanya Rp 5.600 per bulan! (yang oleh mbah Maridjan disikapi dengan guyon: “lima juta enam ratus ribu rupiah” jika ditanya berapa gajinya). Sebuah angka yang hanya realistis untuk kurun 30 tahun lalu. Itu sebabnya, mbah Maridjan terpaksa harus mengambil gaji setiap tiga bulan sekali, supaya uang gajinya tidak habis untuk ongkos naik bus dari keraton ke dukuh Kinahrejo. Ane khawatir, loyalitas dan sikap narimo seorang Maridjan (dan para abdi dalem lainnya) diexploitasi sedemikan rupa sehingga sang majikan bisa seenaknya memperlakukan hak-hak mereka.
Memang dalam kesehariannya mbah Maridjan hidup dalam kesahajaan dan kesederhanaan. Seperti orang yang tidak membutuhkan uang. Dalam bahasa ane, dialah sosok orang yang benar-benar mencapai puncak kebebasan finansial. Tengok ketika dia menerima honor sebagai bintang iklan Extra Joss sebesar Rp 150 juta. Ia infaqkan uang itu untuk membangun masjid di Kinahrejo dan sisanya ia bagikan kepada para tetangganya! Subhanallah!

22 September 2010

Secuil Contoh Profesionalisme Polisi Kita

Bro & Sis,
Menyimak berita penyerbuan terdua perampok Bank CIMB tempo ari, satu sisi ane merasa salut atas adalah