07 Januari 2009

Homeschooling

Bro & Sis
Beberapa hari terakhir ini ane sedang asyik mengikuti salah satu milis tentang homeschooling (HS) alias Sekolah Rumah. Sebenarnya ketertarikan ane sudah lama, hanya tempo hari sempat nyasar ke milis ini jadi sekalian aja subscribe mumpung sempat.
Pengin sekali rasanya meng-HS-kan anak-anak sejak putri pertamaku (kini kelas 7) mau masuk TK dulu. Namun keinginan menggebu itu terpaksa ku"mendarat-darurat-kan" karena istri nggak sepakat. Alasannya "masa depan" anak bakal suram, karena di Pekalongan, belum ada komunitas HS-er dan Diknas belum mensupport. (Weleh, emangnya kalau sekolah formal dijamin "masa depan cerah" apa?)
Memang kuakui, latar belakang munculnya keinginan meng-HS-kan anak-anak adalah tidak sregnya hati ini dengan kurikulum dan metode pembelajaran di sekolah formal. Sementara ada yang agak sreg (yakni di TKIT dan SDIT) namun terbentur biaya (yang menurut ukuran kocek kami termasuk mahal. Ehm, ralat, sebetulnya nggak mahal sih, hanya kami-nya aja yang belum kaya, hehe...)
Ane yakin, bahwa dengan memberi ruang yang luas kepada anak untuk mengembangkan kreativitasnya, niscaya mereka akan menemukan jatidirinya. Sayangnya kurikulum pendidikan di negara kita belum mengarah ke sana. Dan sekolah-sekolah swasta yang mulai menerapkan kurikulum yang bagus, berkecenderungan mahal di ongkos. Wah, dilematis jadinya.
Kapan ya, mutu pendidikan negeri ini bagus dengan biaya murah? (Syukur-syukur gratis.. tis.. tis...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah mampir...