22 Desember 2011

Mukhoyam, Suka dan Dukanya

Persiapan untuk keberangkan Mukhoyam Pandu Keadilan Menengah 1 (MPKM1) nih. Di penghujung 2011 ini, DPD PKS Kota Pekalongan memberangkatkan 18 kadernya dalam "mukhoyam pungkasan" ini.
Mukhoyam (kemah) diselenggarakan di desa Getasan, Kabupaten Semarang, sejak tanggal 23 hingga 25 Desember 2011

21 Desember 2011

Kabar Gembira dari SMP IT Darul Fikri Bawen

Selasa, 20 Desember 2012. Pukul 09:14:38

Kring.. kring...

Itu bukan bunyi bel sepeda pak pos jaman dulu, melainkan nada sms ponselku.

"Assalamu'alaikum wr. wb. Akh, insya Allah bisa diterima, bisa segera ditindaklanjuti..." demikian bunyinya. Singkat dan... melegakan. Alhamdulillaah...

Pesan singkat dari Pak Loemiyono, Kepala SMP IT Darul Fikri Bawen itu mengabarkan bahwa Zaid, anakku nomor 2, berhasil lolos seleksi untuk dapat menjadi santri di sana. Ini merupakan seleksi khusus bagi calon santri yang sudah duduk di tingkat VIII. Sebelumnya Zaid bersekolah di sebuah MTs di daerah Gunungpati Kota Semarang.


Mengapa bersikeras pindah? Bukankah sekarang 'nanggung'? Sudah duduk di kelas VIII dan di pertengahan semester pula? Alasan utama kami karena di MTs tersebut, lingkungannya kurang kondusif. Banyak siswa yang hobi membolos dan kongkow-kongkow pada jam pelajaran sembari berpesta rokok. Alasan kedua, Zaid bersekolah di MTs tersebut sebenarnya karena sedang mondok di sebuah pondok tahfidz Qur'an (yang belum memiliki gedung sekolah sendiri, sehingga santrinya di sekolahkan di "luar"). Namun karena sekarang sudah tidak mondok lagi, ya otomatis tidak ada alasan yang pas untuk tetap mempertahankan sekolah di sana.

Semoga kelak di SMP IT Darul Fikri, nilai-nilai fitrah Zaid (dan santri lainnya) bisa terjaga dan terus melejit meraih kecemerlangan prestasi dunia-akhirat... Aamiin....

20 Desember 2011

Rihlah Keluarga

Alhamdulillaah... Senangnya bisa kumpul semuanya. Mumpung anggota keluarga komplit, rihlah aah... Sejak Senin kemarin sebetulnya anak-anak sudah berada di rumah, namun karena kami -saya dan istri- ada tugas yang belum selesai akhirnya baru hari ini terlaksana. Itu pun tidak bisa berangkat pagi sesuai harapan, karena  istri musti melatih pidato bahasa Jawa anak didiknya dulu. Baru menjelang zhuhur kami bisa pergi rihlah ke kolam renang Karanganyar.

Acaranya? Pesta air! Kejar-kejaran di kolam, gelut-gelutan sama anak lanang, ngusilin anak wadon -satu-satunya- yang tidak mau dipotret dan balapan renang (hos..hos... nafasku habis, padahal baru separo jalan). Pokoknya asyik deh... Sementara itu uminya anak-anak yang mengabadikan momen ini... (satu-satunya personel yang tidak mau basah kuyup, jadi dapat tugas motret, hehe...)

Ini dia keceriaan itu...

Ayoo... lihat ke ummi semuanya! Cheese...


Aksi kelima anakku
Umar ngusilin mbak Dija

dik Irfan takut air, sini mas Umar gendong!
4 cowok jagoan itu (Zaid, Jundi, Umar, Irfan)

Lompatan tunggal (Umar)
Lompatan Ganda (Umar & Zaid )

Byuurrr...!!!
Umar & Jundi naik "kura-kura"

#2: Zaid

#3: Umar
#4: Jundi
#5: Irfan

19 Desember 2011

Jurnalimah: Workshop Jurnalistik yang Menggelitik dan Renyah

JURNALIMAH: Jurnalistik á la Bulletin Al-Ummah
Begitulah, workshop jurnalistik yang diadakan oleh Bulletin Al-Ummah ini dikemas, hari ini, di TKIT Ulul Albab 2 Kota Pekalongan dari jam 8 pagi hingga 3 sore. Dilatari oleh kebutuhan para pemasok naskah demi kelancaran terbitnya Bulletin Al-Ummah, acara ini 'terpaksa' diadakan. Para peserta berasal dari utusan lembaga di bawah Yayasan Al-Ummah: 2 orang dari PAUD Ulul Albab, 3 orang dari RAIT Ulul Albab, 3 orang dari TKIT Ulul Albab 2, 3 orang dari SDIT Ulul Albab dan 3 orang utusan Yayasan.

Kang Asep in action
Bulletin Al-Ummah merupakan media komunikasi Yayasan Al-Ummah dengan para donatur, orang tua murid maupun antar lembaga di bawahnya. Terbit bulanan dan dibagikan secara cuma-cuma kepada semua donatur, orang tua murid dan guru. Saat ini tanggung jawab penerbitannya di bawah Bidang Ziswaf yayasan.

Jurnalimah seri pertama ini menghadirkan Ade Asep Syarifudin, S.Ag (General Manager Radar Pekalongan) sebagai pembicara pertama yang memaparkan "Dasar-Dasar Jurnalistik dan Reportase". Para peserta digugah semangatnya untuk menjadi penulis hebat. Bagaimana caranya? "Seperti belajar renang, langsung saja nyebur ke kolam!" tegas Asep. Para peserta diberikan tips-tips praktis bagaimana memulai aktivitasnya sebagai jurnalis, "Tulislah apa saja yang terlintas di pikiran sekarang juga!". Kang Asep -demikian ia biasa disapa- memungkasi paparannya dengan sebuah resep jitu jurnalis sejati, "Berani menjadi penulis terjelek di dunia!"

...sok jadi pakar fotografi
Sesi kedua mengupas Fotografi dan software Microsoft Office Picture Manager oleh Nurhadi SA (Redaktur Bulletin Al-Ummah). Para peserta mendapatkan pencerahan teknik dasar fotografi meliputi: komposisi, point of interest, angle, lighting dan moda foto pada peralatan kamera digital. Pada sesi ini juga dievaluasi foto-foto kegiatan di masing-masing lembaga yang telah disiapkan. Sesi kedua ditutup dengan materi pengeditan foto menggunakan software picture managernya microsoft, dengan fokus bahasan pada tools cropping dan resizing.

Sesi ketiga yang dilaksanakan usai break, merupakan sesi yang dinanti-nanti para peserta. Pasalnya pada sesi inilah semua teori yang diperoleh pada dua sesi sebelumnya diaplikasikan. Diawali dengan paparan singkat mengenai cara membuat akun email di Gmail dan membuat blog di Blogger. Selanjutnya para peserta praktik membuat akun email dan blog, dan langsung memposting artikel perdananya berupa aktivitas pelatihan Jurnalimah hari ini. Dan inilah sebagian hasil tulisan mereka:

Serius euy..
- bu Ceria [Guru SDIT]
- bu Atin [Guru TKIT 2]
- bu Arina [Guru PAUD]
- bu Iffah [Guru TKIT 2]
- bu Azmi [Guru SDIT]

Lah, pesertanya 'kan 16 orang? Yang lain mannaa? Yah, itulah yang berhasil membuat artikel dan absen di blog ini. Selebihnya belum sempat posting karena kendala teknis, koneksi yang lambat dan putus-putus. Mudah-mudahan kendala ini tidak menyurutkan semangat peserta. Bagaimana dengan Jurnalimah seri kedua? Ditunggu saja!

15 Desember 2011

Mari Berhemat Bandwith

Pernah bergabung dalam suatu milis, Pembaca? Saya yakin, sebagian besar Anda pasti pernah atau sedang mengikuti sebuah (atau bahkan beberapa) milis. Entah itu milis umum, milis yang membahas bidang ilmu tertentu, milis agama, hobi, organinsasi, ataupun yang lainnya.

Menurut situs Wikipedia, milis (bahasa Inggris: mailing list) adalah grup diskusi di Internet di mana setiap orang bisa berlangganan dan berikutserta di dalamnya. Anggota milis dapat membaca surat dari orang lain dan kemudian mengirimkan balasannya. Secara sederhana, milis adalah sebuah daftar alamat surat elektronik yang mempunyai kesukaan/kepentingan yang sama.

Saat seseorang mengirimkan surat yang kemudian dikirimkan ke semua orang yang terdapat di dalam daftar, penerima pesan memiliki kebebasan untuk membalas topik diskusi tersebut atau tidak. Setiap kali ada orang membalas sebuah surat, surat tersebut disalurkan ke setiap kotak surat masing-masing orang yang terdapat di dalam daftar. Semua proses ini diatur oleh sebuah program yang dinamakan Mailing List Manager (MLM's) atau Mail Servers.

Ada interest tertentu yang melatari kita mengikuti sebuah milis. Saat ini saya tak hendak membincangkan mengenai milis apa kesukaan Anda itu. Saya hanya ingin menyampaikan hal ringan yang kadang luput dari perhatian kita.

Mungkin Anda pernah merasa terganggu pada email balasan atas sebuah topik di milis? Apalagi jika komentarnya OOT alias out of topic, melenceng jauh di luar topik pembicaraan. Yang menyebalkan, komentarnya hanya sedikit, namun 'ekor'nya panjang minta ampun. Maksudnya, ia hanya mengomentari bagian tertentu dari topik itu, dengan menyertakan semua batang tubuh email aslinya. Lebih parahnya lagi, kemudian komentar balasan bersahut-sahutan dengan tidak menghapus email sebelumnya. Akibatnya, replay atas replay bertumpuk hingga panjang.

Ketahuilah, dengan tidak menghapus bagian email yang tidak ada urgensinya dikomentari, sesungguhnya kita telah melakukan pemborosan. Terlebih ketika kita membalas dari balasannya balasan anggota milis yang lain, yang semuanya menyertakan batang tubuh email awal beserta balasan sebelumnya, maka semakin besar pemakaian bandwith kita, yang sejatinya itu tidak diperlukan.

"Bandwidth dalam ilmu komputer adalah suatu penghitungan konsumsi data yang tersedia pada suatu telekomunikasi. Dihitung dalam satuan bits per seconds (bit per detik)." (Wikipedia).

Ini bisa saya analogikan dengan pembuluh darah kita. Bandwith adalah 'pembuluh darah'-nya sedangkan lalu lintas data kita adalah 'darah'nya. Jika semua anggota milis berperilaku boros seperti itu, maka 'pembuluh darah' yang seharusnya cukup lancar dilewati 'darah' kita, menjadi 'sesak' oleh 'kolesterol-kolesterol' yang tidak bermanfaat itu. Akibatnya, jelas sangat menyiksa bagi anggota milis yang 'pembuluh darah'-nya sempit. Mungkin Anda yang dianugerahi 'pembuluh darah' berkapasitas besar tidak merasakan hal ini.

Mari kita berhitung, jika satu ketukan papan ketik kita alias satu karakter sama dengan satu bit data, maka rata-rata email yang memuat 500 karakter itu identik dengan 500 bit (anggap saja 0,5 Kb data). Jika ada 10 orang saja me-replay-nya, maka jumlah arus datanya menjadi 5000 bit atau setara dengan 5 Kb. Bayangkan, jika ada jutaan miliser pemboros, maka berapa Tera bit data yang mubadzir?

Padahal agar suatu komputer dapat bekerja, pastinya membutuhkan energi. Demikian juga aktivitas berinternet kita, pasti membutuhkan energi. Saya belum tahu, berapa angka pasti kebutuhan energi ini. Yang jelas, jika ilustrasi di atas kita gandakan dengan faktor pengali yang berupa: jumlah miliser yang online dan jumlah postingan perdetik, di seluruh dunia, maka kita akan tercengang dibuatnya.

Gamblangnya, jika kita ingin mengomentari bagian A pada email teman kita, maka hapuslah bagian B, C, D dan seterusnya yang tidak perlu. Atau bila boleh saya menyarankan, sebaiknya ketika hendak me-replay sebuah topik, hapuslah semua teks yang muncul pada jendela replay Anda. Sehingga hal ini akan menghemat pemakaian bandwith kita.

Atau bisa saya sodori tips ini: klik [reply], tekan [Ctrl+A], tekan [del], lantas tulislah balasan itu...
Selamat bermilisria, dan mari berhemat!

[dipublikasikan juga di: Kompasiana]

14 Desember 2011

Bebaskan Saja!

nyomot dari google
Bagaimana perasaan Anda ketika pergi ke kantor tanpa mandi pagi terlebih dahulu? Risih, malu, jengah, cuek? Atau jangan-jangan Anda tidak pernah mandi pagi? Haha... ma'af, tidak bermaksud menghina. Justru berbahagialah Anda karena termasuk golongan "right brain person" alias orang yang dominan otak kanannya. Konon, orang "golongan kanan" ini usianya lebih panjang, karena lebih tahan terhadap stressor dalam kehidupannya.

Sebaliknya, jika ritual mandi pagi adalah "wajib" bagi Anda, yang jika terpaksa tidak sempat melakukannya serasa kiamat, maka sepertinya Anda adalah tipe "left brain person", orang-orang golongan kiri. Yang konon -maaf saja- sering dilanda stress dan gagal dalam banyak fragmen kehidupannya. Mudah-mudahan Anda tidak demikian. [Aamiin, gitu dong]

Saya sering, ketika mulai aktivitas pagi, tanpa mandi terlebih dahulu. Bahkan untuk mengantar anak ke sekolah dan sekalian pergi bekerja sekali pun. Walah kemproh! Hehe... Sebenarnya bisa saja, bangun malamnya sekalian mandi. Namun seringnya tidak saya lakukan. Saya hanya gosok gigi dan berwudhu saja untuk mengejar waktu fajar. Agar bisa segera sholat malam dan witir, takut keburu adzan shubuh berkumandang.

Saya fikir, untuk menghadap Allah SWT saja kita nyaman tanpa mandi, apalagi untuk bertemu dengan sesama manusia? Jadi, santai sajalah. Bebaskan jiwa Anda ketika diburu waktu harus segera pergi ke kantor, sementara Anda belum sempat mandi pagi. Seperti ketika tadi pagi Anda sholat shubuh. Jika sempat ganti baju, sarung atau mukenanya maka ya seperti itu saja ketika akan berangkat kerja. Cukup ganti bajunya (terutama pakaian dalam), berwudhu dan langsung berangkat. Bisa?

12 Desember 2011

Kejutan dari Kompasiana

Subhanallah...

Semalam membuat akun di Kompasiana dan sekalian posting sebuah tulisan ringan. Eh, ternyata langsung jadi headline (tandanya, ada kode HL di pojok kiri atas postingan).

Sebenarnya sejak dua bulan lalu ingin membuat akun Kompasiana, tepatnya terinspirasi saat menjelajah akunnya ustadz Cahyadi Takariawan. Namun dengan alasan mengepaskan momen, kupilih tanggal 11 Desember kemarin, tepat 41 tahun perjalanan hidupku. Karena kemarin sejak pagi hingga sore padat acara, maka baru jam 10 malam menyempatkan online dan langsung menuju ke www.kompasiana.com untuk membuat akun, agar tidak ketinggalan momen (lewat jam 00.00). He... ada-ada saja.

Berpacu dengan waktu, membuatku asal saja membuat postingan perdana. Kebetulan sorenya sempat menyaksikan tayangan investigasi di Trans TV tentang penyuntikan buah dengan pemanis dan pewarna. Akhirnya jadilah tulisan sederhana "Kursus Kejahatan di Televisi Kita" tersebut. Sekali lagi, hanya untuk mengejar momen tanggal 11 Desember. Berhasil terkirim sekitar pukul setengah dua belas malam... Uf, hampir terlewat....

Mudah-mudahan tulisan-tulisan berikutnya dibuat lebih serius... dan membawa manfaat untuk ummat. Aamiin, ya Robb...

11 Desember 2011

Harlah, Momentum untuk Berubah

"Met milad akh... Semoga Allah SWT kian menumbuhsuburkan karya-karya antum bagi ummat."

Sms pertama pagi ini dari seorang kawan.Tak segera kubalas karena pagi ini harus membantu kakak perempuanku pindah rumah. Padahal pagi ini juga ada acara motivasi yang dipandu trainer kondang Solikhin Abu Izzuddin. Bagaimana mengelolanya nih?

Kuputuskan membantu kakak terlebih dahulu, walau konsekuensinya terlambat ikut acara. Pertimbangannya, beliau satu-satunya kakak perempuanku dan kini berstatus janda. Maka kuniatkan walau tidak bisa membantu penuh, minimal dapat sebagiannya. Sesuai kaidah bijak: "kalau tidak bisa semuanya, jangan tinggalkan semuanya!"

Jadilah selama dua jam membantu kakak. Lumayan, dapat satu rit (sekali angkut) pindahan. Kebetulan usai membongkar muatan, mampir minum di warung bude yang letaknya 2 rumah dari rumah baru kakak, ada anaknya bude yang luang. Akhirnya kuminta dia menggantikanku. Alhamdulillah, bisa tenang untuk ijin ke kakak guna mengikuti acara motivasi.

Terlambat satu jam, kupikir tidak mengapa. Karena toh tadi hanya acara pembukaan. Kalau acara intinya hanya telat 15 menit. Alhamdulillah, mendapat suntikan motivasi dari trainer asal Sragen itu. Jadi semangat membara untuk terus membina: diri, keluarga dan masyarakat.

Jam 9 malam, usai mendongeng untuk anak kelimaku yang masih TK, langsung kubuka netbook HP-ku. Wow, banyak sekali pesan dinding dari teman-teman Facebook-ku. Terima kasih teman, atas doa tulus kalian. Semoga demikian adanya terhadapmu, Allah SWT memberkahi keluarga, karir dan bisnis kalian.

Namun maaf, dengan tidak bermaksud menyakiti perasaanmu, kutolak ucapan 'met milad', 'happy birthday', 'selamat harlah' dan sejenisnya. Karena memang itu bukan tuntunan dari agamaku dan sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasul panutanku. 'Ala kulli hal (anyway), terima kasih atas perhatianmu...

***
Yaa Rohman, Yaa Rohiim
Selendang puji dan puja hanya bagiMu
Sampaikanlah salam kami untuk kekasihMu, Muhammad saw
juga sanak kerabat dan para sahabtnya

Yaa Aziiz, Yaa Ghoffar
Ampunilah dosa kedua orang tua hamba
sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi hamba di sepanjang hidupnya
ampuni pula dosa saudara-saudara kami, se-rahim dan se-Islam
pun dosa guru-guru kami dan guru-guru orang tua kami

Duhai Robbi,
di penghujung angka 41 ini, ijinkan hamba memperbaiki diri
sungguh, tiada daya hamba melakukan itu kecuali atas perkenanMu

Duhai Robbi,
dengan segenap kemuliaan wajahMu, keagungan asmaMu, kupinta ridhoMu
memberikan setetes energiMu, agar hamba bisa merubah diri sesuai titahMu

Aamiin....

09 Desember 2011

Spirit Perubahan itu...

Headline Bulletin Al-Ummah edisi Muharram ini adalah Hijrah: Spirit Perubahan ke Arah Perbaikan. Sepertinya ini momentum yang tepat untuk menyinkronkan diri ini dengan headline itu.

Bro & Sis, eh, Pembaca yang budiman...

Spirit perubahan ini ane maksudkan pada gaya bahasa blog ini. Beberapa hari lagi, genap sudah 41 tahun jatah hidup kuhabiskan. Orang bilang, pada usia ini adalah fase kematangan mental spiritual seseorang. Namun sejujurnya, ane merasakan masih jauuuuh dari fase itu. Astaghfirullah....

Orang Jawa bilang, ora ngrumangsani tuwane, tidak merasa ketuaannya. Ane masih banyak bergurau, menghamburkan waktu tanpa memaknainya. Tidak ada kreasi atau hasil karya yang bisa disumbangkan untuk ummat dan bangsa ini. Duhai Robbi, berilah hamba kekuatan untuk berubah...

Saatnya berubaaah...! [tuh, kan, guyon lagi!]. Astaghfirullah...

Bro & Sis, eh, Pembaca yang dirahmati Allah...

Perubahan ini ane mulai dengan:
(lho, kok masih 'ane'? ya, soalnya baru mau ane terapkan nanti pas milad, hehe...)
  • Mengganti sebutan 'ane' dengan 'aku' atau 'saya'
  • Mengganti sapaan 'Bro & Sis' dengan 'Pembaca yang Budiman', 'Sahabatku', atau 'Kawan'
  • Mengganti sebutan 'ente' dengan 'Anda'
  • dan hal-hal formal lainnya.

Ini ane maksudkan agar:
  • terkesan lebih nuwani, dewasa, bijaksana dan formal.
  • manfaatnya, jika diterjemahkan oleh Google, langsung jadi (untuk pembaca asing)
  • ingin menjadikan bahasa Indonesia sebagai 'tuan di negeri sendiri' (prihatin dengan bahasa alay generasi muda sekarang)
  • berikutnya, barangkali ada kontes blog dengan bahasa Indonesia terbaik, bisa jadi pemenangnya.

Namun, Bro & Sis tak usah khawatir berkerut membaca tulisanku kelak. Karena insya Allah yang berubah hanya gaya bahasanya, adapun gaya penuturan tetap renyah dan gurih, insya Allah...

Karenanya, jika dirasa blog ini bermanfaat, kenapa tidak jadi follower saja? [silakan klik di kolom kanan bawah: JOIN THIS SITE]

08 Desember 2011

Siapa Mau?


Bulletin Al-Ummah edisi Hijrah: Spirit Perubahan telah terbit Bro & Sis!

Hayoo, siapa mau? Gratis lho... (tentunya jika Bro & Sis sudah tercatat sebagai donatur tetap Yayasan Al-Ummah Kota Pekalongan).

Oh, antum di luar kota Pekalongan? Tak usah khawatir, bahkan bagi yang berada di manca negara pun bisa membacanya kok. Silakan download versi PDF-nya di bawah ini:

06 Desember 2011

Ada Gerhana Bulan Total pada 10 Desember 2011



[Foto: blogger-jepara.blogspot.com]




Bro & Sis, insya Allah pada tanggal 10 Desember 2011 bertepatan dengan  tanggal 14 malam 15 Muharram 1433 jam 19.45 sampai dengan 23.18 WIB akan terjadi gerhana bulan total dan bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Berikut ini info yang ane dapat dari institusi PERSIS:


=======================================================================

بسم الله الرّحمن الرّحيم

SURAT EDARAN
Nomor: 0476/JJ-C.3/PP/2011
Tentang
GERHANA BULAN TOTAL  

Merujuk kepada Almanak Persatuan Islam Tahun 1433 H sebagai hasil perhitungan Dewan Hisab dan Rukyat Persatuan Islam, maka dengan ini Pimpinan Pusat Persatuan Islam menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1.  Bahwa pada hari Sabtu tanggal 14 Muharram 1433 H / 10 Desember 2011 M, akan terjadi Gerhana Bulan Total;
  • Kontak Awal Gerhana : pukul 19.45’.06” WIB
  • Awal Total Gerhana : pukul 21.05’.36” WIB
  • Pertengahan Gerhana : pukul 21.31’.36” WIB
  • Akhir Total Gerhana : pukul 21.57’.42” WIB
  • Kontak Akhir Gerhana : pukul 23.18’.18” WIB
2.  Sehubungan dengan kejadian gerhana bulan tersebut di atas, kami anjurkan kepada seluruh jamaah dan simpatisan Persatuan Islam serta kaum muslimin untuk melaksanakan Shalat Gerhana pada waktunya. Untuk keseragaman pelaksanaan Shalat Gerhana dimaksud, kami atur sebagai berikut:
  • Mulai Takbir :  pk. 20.30 WIB
  • Shalat Gerhana : pk. 21.30 WIB (dilanjutkan dengan khutbah, pengumpulan dan pembagian shadaqoh).
Demikian hal ini kami sampaikan untuk dijadikan pedoman bagi seluruh anggota dan jajaran jam’iyyah serta kaum Muslimin pada umumnya.

الله يأخذ بايدينا الي مافيه خير للاسلام والمسلمين 

Bandung, 21 Dzulhijah   1432 H
17 November 2011 M
Ketua Umum,                                                                              Sekretaris Umum,
Prof.Dr.KH. M. Abdurrahman, MA.                                                 Dr. H. Irfan Safrudin, M.Ag.


=======================================================================



Untuk lebih menyemarakkan syiar ini mari bersiap meniatkan diri untuk melakukan sholat gerhana nanti. Nah, berikut ini cara sholat gerhana yang diajarkan ustadz Ulis Tofa, Lc kepada ane:

[1]  Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.

[2]  Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

[3]  Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِه
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.”
(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

[4]  Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

[5]  Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

[6]  Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

[7]  Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

[8]  Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[9]  Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

[10]  Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

[11]  Salam.

[12]  Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1/438)

“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (HR. Muslim no. 901)

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari, no. 1044)

05 Desember 2011

Keutamaan Bulan Muharram

Inspirasi desain dari Wong Atjeh
Selamat menunaikan puasa sunnah 'Asyuro Bro & Sis...

Alhamdulillah, kita memasuki hari ke-10 bulan Muharram 1433 H. Mari kita bersyukur kepada Allah Ta'ala atas kesempatan hidup yang masih diberikan kepada kita. Semoga kita dapat melaksanakan risalah ibadah secara ikhlas dan benar. Dan semoga seluruh umat Islam di tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu dan tahun yang akan datang akan lebih baik lagi dari tahun ini.

Bro & Sis, untuk lebih menyemangati kita melakukan ibadah di bulan suci ini, berikut ane cuilkan bayanat dari DSP. Semoga bermanfaat...


KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM

Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram" (QS. At Taubah: 36)

Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.

Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa nabi saw. ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu 'Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, 'Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah'. Rasul saw. berkata, 'Saya lebih berhak mengikuti Musa as. dari mereka'. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa." (HR Bukhari).

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam." (HR Muslim)

Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura.

Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan:

  1. Berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
  2. Berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal 9 dan 10, atau 10 dan 11.
  3. Puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari 'Asyura para sahabat berkata: "Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani", beliau bersabda: "Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut." (HR. Muslim)

Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram. Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.

Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram.

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Makkah dan Madinah.

LEGENDA DAN MITOS MUHARRAM

Di samping keutamaan bulan Muharram yang sumbernya sangat jelas, baik disebutkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah, tetapi banyak juga legenda dan mitos yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari 'Asyura. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari 'Asyura Nabi Adam diciptakan, Nabi Nuh as di selamatkan dari banjir besar, Nabi Ibrahim dilahirkan dan Allah Swt menerima taubatnya. Pada hari 'Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit.

Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.

Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari 'Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan dengan peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan hari 'Asyura.

BID'AH DI BULAN MUHARRAM

Selain legenda dan mitos yang dikait-kaitkan dengan Muharram, masih sangat banyak bid'ah yang jauh dari ajaran Islam. Lebih tepat lagi bahwa bid'ah tersebut merupakan warisan ajaran Hindu dan Budha yang sudah menjadi tradisi masyarakat Jawa yang mengaku dirinya sebagai penganut aliran kepercayaan. Mereka lebih dikenal dengan sebutan Kejawen. Dari segi sistem penanggalan, memang penanggalan dengan sistem peredaran bulan bukan hanya dipakai oleh umat Islam, tetapi masyarakat Jawa juga menggunakan penanggalan dengan sistem itu. Dan awal bulannya dinamakan Suro.

Sebenarnya penamaan bulan Suro, diambil dari 'Asyura yang berarti 10 Muharram. Kemudian sebutan ini menjadi nama bulan pertama bagi penanggalan Jawa. Beberapa tradisi dan keyakinan yang dilakukan sebagian masyarakat Jawa sudah sangat jelas bid'ah dan syiriknya. Seperti, Suro diyakini sebagai bulan yang keramat, gawat dan penuh bala. Maka diadakanlah upacara ruwatan dengan mengirim sesajen atau tumbal ke laut. Sebagian yang lain dengan cara bersemedi mensucikan diri bertapa di tempat-tempat sakral (di puncak gunung, tepi laut, makam, gua, pohon tua, dan sebagainya) dan ada juga yang melakukan dengan cara lek-lekan 'berjaga hingga pagi hari' di tempat-tempat umum (tugu Yogya, Pantai Parangkusumo, dan sebagainya). Sebagian masyarakat Jawa lainnya juga melakukan cara sendiri yaitu mengelilingi Benteng Kraton sambil membisu.

Masyarakat berkeyakinan apabila mengadakan pernikahan, khitanan dan membangun rumah pada malam Suro, akan membawa sial dan malapetaka bagi diri mereka. Melakukan ritual ibadah tertentu di malam Suro, seperti selamatan atau syukuran, Sholat Asyuro, membaca Do'a Asyuro (dengan keyakinan tidak akan mati pada tahun tersebut) dan ibadah-ibadah lainnya. Semua ibadah tersebut merupakan bid'ah (hal baru dalam agama) dan tidak pernah ada contohnya dari Rasululloh saw maupun para sahabatnya.

Hadits-hadits yang menerangkan tentang Sholat Asyuro adalah palsu sebagaimana disebutkan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-La'ali al-Masnu'ah. Tradisi Ngalap Berkah dilakukan dengan mengunjungi daerah keramat atau melakukan ritual-ritual, seperti mandi di grojogan (dengan harapan dapat membuat awet muda), melakukan kirab kerbau bule (kiyai Slamet) di kraton Kasunanan Solo, thowaf di tempat-tempat keramat, memandikan benda-benda pusaka, bergadang semalam suntuk dan lain-lainnya.

Ini semuanya merupakan kesalahan, sebab suatu hal boleh dipercaya mempunyai berkah dan manfaat jika dilandasi oleh dalil syar'i (Al Qur'an dan hadits) atau ada bukti bukti ilmiah yang menunjukkannya. Semoga Allah Ta'ala menghindarkan kita dari kesyirikan dan kebid'ahan yang membinasakan. Menyikapi berbagai macam tradisi, ritual, dan amalan yang jauh dari ajaran Islam, bahkan cenderung mengarah pada bid'ah, takahyul dan syirik, maka marilah kita bertobat kepada Allah dan melaksanakan amalan-amalan sunnah di bulan Muharram seperti puasa.

Rasulullah saw. menjelaskan bahwa puasa pada hari 'Asyura menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah berlalu.

Dari Abu Qatadah ra. Rasululllah saw ditanya tentang puasa hari 'asyura, beliau bersabda: "Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat." (HR. Muslim).

[Sumber: Bayan Dewan Syariah Pusat tentang Keutamaan bulan Muharram]

04 Desember 2011

Boyok 40 Tahun

Seorang ibu paruh baya berkata, "Memang beda ya, kondisi boyok di usia kepala empat, Nggak bisa bayangkan jika hamil di usia itu..."

Ah, apa iya sih?

Terbukti sudah hari ini. Sejak jam 7 pagi terpaksa ikut (karena wajib nih) pra Mukhoyam. Itu semacam warming up bagi tubuh untuk menghadapi The Real Mukhoyam, 24-26 Desember mendatang. Mukhoyam adalah sarana tarbiyah jasadiyah bagi para kader PKS. Diadakan untuk menyeimbangkan pelaksanaan liqo' rutin yang merupakan tarbiyah fikriyah. Biar imbang antara otak dan fisiknya, begitu maksudnya.

Bro & Sis
Benar kata ibu paruh baya tadi. Boyok-ku yang sudah berdurasi empat dasa warsa ini serasa hancur lebur melahap menu yang disuguhkan 'komandan' kaderisasi. Sebenarnya ringan, wong cuma lari 3 km, push up 40 kali, sit up 40 kali, back up 40 kali, bending 40 kali, sprint 12 kali dan lari naik turun tangga 5 kali. Tidak ada menu pull up, dan tadi larinya pun ane ngajukan kortingan 50%. Lha piye, separuh lari dan sisanya jalan sampai finish sambil megap-megap. Masya Allah...  ("Makanya olah raga yang rutin, Bi." kata istriku)

Wah, kalau sudah begini, baru kerasa tua nih... Hehe...

03 Desember 2011

Finlandia, Potret Pendidikan Terbaik di Dunia

Bro & Sis, banyak yang belum tahu bahwa Finlandia merupakan negara yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia!

Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA; mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No.1 dunia? Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa, tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau membombardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam per minggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam per minggu.

Lalu apa dong kuncinya ?. Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingannya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran!. Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.

Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas tinggi, tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa.

Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 tahun, siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab, mereka akan bekerja lebih bebas. Guru tidak harus selalu mengontrol mereka.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya.

Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan perilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya : Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah!" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing.

Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.


[Diambil dari Top of the Class - Fergus Bordewich]

30 November 2011

AIDS Saja Punya Hari Khusus

Besok, 1 Desember, orang sedunia ramai memperingati Hari HIV/AIDS. Ane tidak tahu, sejak kapan hari ini diperingati. Juga mengapa tanggal 1 Desember yang dipilih. Cuma yang menjadi ganjalan di otak ane, setelah sekian kali diperingati, apakah ada penurunan signifikan angka korban HIV/AIDS ini? Lantas sejauh mana upaya mengurangi angka itu?

Banyak slogan tercecer di sekitar kita. Mulai dari stiker kecil di angkot, spanduk di tempat strategis sampai baliho besar di sudut jalan. Isinya himbauan untuk 'tidak mengucilkan' korban penderita penyakit mengerikan ini. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya. Begitu kurang lebih bunyi kampanyenya.

Menurut ane, selama Bro & Sis memegang prinsip-prinsip syariat Islam, tak perlu mengkhawatirkan penyakit ini. Bagi penderita yang merupakan korban dari perilaku menyimpangnya, ane sarankan untuk 'menikmati' saja 'hadiah' dari Allah SWT berupa penyakit ini. Anggap saja sebagai 'uang muka' atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Mudah-mudahan kelak di akhirat tidak 'ditagih' lagi karena telah 'terbayar lunas' di dunia. Sedangkan bagi penderita yang merupakan korban tidak langsung (bukan pelaku menyimpang), bersabar sambil terus berikhtiar adalah jalan terbaik. Insya Allah banyak hikmah bisa dipetik dari musibah ini.

29 November 2011

Sekali Waktu, Tengoklah Status Facebook Anakmu

Facebook, ibarat mata pisau, ia bisa sangat bermanfaat namun juga bisa sangat berbahaya. Tergantung kepada siapa yang 'memegangnya'. Karenanya bijaksanalah dalam memanfaatkan jejaring sosial ini. Bagaimana dengan putra-putri kita?

Bro & Sis, ane nemu catatan bro Mohammad Fauzil Adhim (pakar parenting) ini, nampaknya sangat bagus untuk kita renungkan, terutama bagi antum yang punya anak usia ABG. Selamat menikmati.
***

Sekali Waktu, Tengoklah Status Facebook Anakmu

Jelajahilah alam pikirannya. Pahamilah apa yang sedang terjadi padanya. Dan bersiap-siaplah untuk terkejut disebabkan apa yang berharga bagi hidupnya, membanggakan dirinya, menyenangkan hatinya dan menjadi keinginannya justru perkara yang kita membencinya. Mereka sangat berhasrat justru terhadap apa-apa yang kita ajarkan kepada mereka untuk menjauhi. Astaghfirullahal ‘adzim.

Sekali saat, periksalah status Facebook anak-anakmu. Ketahuilah apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya. Rasakan apa yang menjadi keinginan kuatnya. Rasakan pula yang membuatnya terkagum-kagum. Dan bersiap-siaplah untuk terperangah jika anak-anak itu lebih fasih mengucapkan kalimat-kalimat yang tak berharga, ucapan yang tak bernilai, pembicaraan yang mendekatkan kepada maksiat, dan bahkan ada yang mendekati kekufuran. Mereka berbicara kepada kita dengan bahasa yang kita inginkan, tetapi mereka membuka dirinya kepada manusia di seluruh dunia dengan perkataan-perkataan ingkar. Mereka menyiarkan keburukan dirinya sendiri, tetapi mereka tidak menyadarinya. Astaghfirullahal ‘adzim.


Kalau suatu saat ada kesempatan, cermatilah apa yang ditulis oleh anakmu, gambar apa yang ditampilkan dan siapa yang dielu-elukan di Facebooknya. Sadari apa yang telah terjadi dan sedang terjadi pada diri mereka. Ketahui perubahan apa yang menerpa jiwa mereka. Dan bersiaplah untuk terkejut bahwa apa yang tampak di depan mata tak selalu sama dengan apa yang terjadi di belakang kita. Mereka bisa bertutur tentang keshalihan karena berharap terhindar dari kedukaan atau bahkan kemurkaan kita. Tetapi diFacebook, mereka merasa merdeka mengungkapkan apa pun yang menjadi kegelisahan, keinginannya dan kebanggaannya yang benar-benar terlahir dari dalam diri mereka.

Beberapa waktu saya memeriksa akun Facebook anak-anak SDIT, alumni SDIT dan mereka yang masih belajar di SMPIT maupun SMAIT. Hasilnya? Sangat mengejutkan. Harapan saya tentang isi pembicaraan anak-anak yang telah memperoleh tempaan bertahun-tahun di sekolah Islam terpadu itu atau yang sejenis dengannya adalah sosok anak-anak yang hidup jiwanya, cerdas akalnya, tajam pikirannya dan jernih hatinya. Tetapi ternyata saya harus terkejut. Sekolah-sekolah Islam itu ternyata hanya mampu menyentuh fisiknya, tetapi bukan jiwanya. Betapa sedih ketika melihat anak-anak yang dulu jilbabnya besar berkibar-kibar, hanya beberapa bulan sesudah lulus dari SDIT atau SMPIT, sudah berganti dengan busana yang menampakkan auratnya dan ia perlihatkan kepada orang lain melalui foto-foto yang mereka pajang di Facebook.

Tentu saja saya tidak dapat mengatakan bahwa pendidikan Islam terpadu, integral atau apa pun istilahnya telah gagal total. Tetapi apa yang dapat dengan mudah kita telusuri dari tulisan mereka di Facebook maupun media sosial lainnya memberi gambaran betapa kita perlu berbenah dengan segera. Selagi aqidah, akhlak dan secara umum agama ini hanya kita sampaikan secara kognitif, maka tak banyak perubahan yang dapat kita harapkan. Jika yang kita berikan adalah pelajaran tentang agama, dan bukan pendidikan beragama yang dikuati oleh budaya karakter yang kuat di sekolah, maka anak-anak itu mampu berbicara agama dengan fasih tapi tidak menjiwai. Tak ada kebanggaan pada diri mereka terhadap apa-apa yang datang dari agama; apa-apa yang menjadi tuntunan Allah Ta’ala dan rasul-Nya.

Astaghfirullahal ‘adzim. Na’udzubillahi min dzaalik.

Lalu apa yang merisaukan dari anak-anak itu? Sekurangnya ada tiga hal. Pertama, cara mereka berbahasa. Ini menggambarkan alam berpikir sekaligus kesehatan mental mereka. Kedua, sosok yang mereka banggakan dan mereka elu-elukan kehadirannya maupun tingkah-lakunya. Sosok yang menjadi panutan (role model). Ketiga, nilai-nilai dan keyakinan yang mereka banggakan sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku mereka, meskipun tak tampak di mata orangtua dan guru.

Betapa Mengenaskan Bahasa Mereka

Salah satu kelebihan Bani Sa’diyah adalah kefasihannya berbahasa. Kepada Halimah dari Bani Sa’diyah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam disusukan, sehingga masa kecilnya memperoleh pengalaman berbahasa yang baik. Tampaknya sepele, tetapi bagaimana kita berbahasa sangat mempengaruhi pertumbuhan mental dan perkembangan cara berpikir.
Adalah Alfred Korzybski, ahli semantik asal Rusia yang menunjukkan bahwa cara berbahasa yang salah berhubungan erat dengan mental yang sakit pada masyarakat. Terlebih jika kesalahan serius dalam berbahasa itu secara intens dilakukan oleh seseorang, utamanya lagi yang masih dalam tahap perkembangan sangat menentukan, yakni anak atau remaja. Dan kondisi mengenaskan inilah yang sedang terjadi pada anak-anak kita; dalam pergaulan dan terutama terlihat dari SMS maupun status facebook mereka.

Mari kita ingat kembali ketika Lev Vygotsky, seorang psikolog yang juga asal Rusia. Ia menunjukkan bahwa apa pun kecerdasan yang ingin kita bangun, kuncinya adalah bahasa. Ia juga menunjukkan betapa erat kaitan antara bahasa dan pemikiran. Penggunaan bahasa mempengaruhi cara berpikir. Siapa diri kita tercermin dari bagaimana kita berbahasa. Sebaliknya, cara kita berbahasa akan berpengaruh besar terhadap diri kita.

Nah, lalu apa yang bisa kita katakan terhadap anak-anak yang berbahasa alay dan berbicara dengan perkataan yang tak berguna penuh sampah? Sungguh, tengoklah status Facebook dan SMS mereka. Dan bersiaplah terkejut dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Khawatirilah apa yang akan terjadi pada diri mereka di masa-masa mendatang.

Astaghfirullah. Laa ilaaha illa Anta subhanaKa ini kuntu minazh-zhaalimin.

Bukan Rasulullah Saw. yang Mereka Kagumi

Cara berbahasa mempengaruhi apa yang berharga dan apa yang tidak. Sulit bagi seseorang untuk mengagumi dan menjadikan seseorang yang cara berbahasanya sangat berbeda –apalagi bertolak-belakang– sedang sosok yang ingin mereka tiru, mereka banggakan dan mereka pelajari kehidupannya. Maka jangan heran jika mereka lebih terharu-biru oleh Justin Bieber daripada para shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Jangan terkejut pula jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam justru sosok yang sangat asing bagi mereka. Ironisnya, anak-anak yang seperti itu justru banyak lahir dari lembaga-lembaga Islam; sejak jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Apa pengaruhnya? Jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi sosok panutan (role model) yang mereka banggakan, maka mereka akan berusaha untuk mempelajari jejak-jejaknya, mengingati kata-katanya dan mencoba melaksanakan apa yang mereka mampu dalam hidupnya. Mereka juga bangga terhadap orang yang meniru sosok panutannya. Itu juga berarti, jika sosok panutan mereka adalah Justin Bieber atau Lady Gaga, maka atribut, kata-kata dan segala hal yang berkait dengan mereka akan mereka buru dengan penuh kebanggaan. Mereka juga berusaha mengidentifikasikan diri dengan sosok panutannya.

Na’udzubillahi min dzaalik. Laa haula wa laa quwwata illa biLlah.

Pacaran Online Pun Terjadi

Maka, jangan terkejut jika anak-anak alumni SDIT yang masih belajar di SMPIT atau sekolah Islam sejenis justru amat liar pikirannya. Jangan terkejut juga jika menemukan anak seorang ustadz asyik pacaran online, mengungkapkan perasaan yang tidak sepatutnya ia ungkapkan kepada lawan jenis, apalagi membiarkannya diketahui oleh orang banyak. Sungguh, kemaksiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi lebih ringan nilainya dibanding kemaksiatan yang ia umumkan sendiri.

Ingin sekali berbincang lebih panjang. Tetapi tak tega rasanya berbicara blak-blakan tentang masalah ini.

Semoga catatan sederhana ini dapat menjadi pengingat untuk kita semua. Semoga Allah mudahkan kita menempuh kebaikan. Semoga pula Allah Ta’ala menjaga iman kita dan anak-anak kita.

Sebelum kita akhiri perbincangan ini, mari sejenak kita ingat firman Allah ‘Azza wa Jalla:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa’: 9).

Wallahu a’lam bishawab

28 November 2011

Sekedar Mengingatkan

Bagi Bro & Sis yang masih suka menggunakan kata :

''Ass, Askum'' dalam ucapan salam (lisan maupun sms).
''Mohd'' untuk panggilan nama Nabi Muhammad.
''Mosque'' untuk panggilan sebuah masjid.
''4JJI'' untuk menulis lafadz Allah SWT.
''Mecca'' untuk sebutan Mekah.

Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya. Gunakan sesuai dengan aturannya yuuuk...

  • Janganlah bilang Mosque tapi tetap gunakan kata MASJID, karena sebuah Organisasi Islam menemukan bahwa Mosque berasal dari kata "mosquito" yang berarti "nyamuk".
  • Jangan menulis MECCA tapi MEKAH, karena MECCA adalah "rumah anggur/bir".
  • Jangan menulis MOHD tapi MUHAMMAD, karena Mohd adalah "anjing bermulut besar".
  • Jangan menulis 4JJI tapi ALLAH SWT, karena tulisan "4JJI" artinya "For Judas Jesus Isa al masih".
  • Jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi lengkapilah dengan ASSALAAMU'ALAIKUM (karena salam adalah doa, atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali), karena "Ass" artinya (maaf) "pantatmu", dan "Askum" artinya "celakalah kamu".

Maka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu'alaikum.

O ya, satu hal lagi tentang penulisan dan pelafadzan AMIN:

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

  1. AMIN (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
  2. AAMIN (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
  3. AMIIN (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
  4. AAMIIN (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI

Terus, bagaimana dengan pengucapan/penulisan "Amien"?

Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do’a. Ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)

Semoga bermanfaat!

[terima kasih sahabat FB-ku yang telah berbagi]

27 November 2011

Rumah Dakwah

Numpang narsis dulu ah... Dari tadi motreti orang melulu
[syukron akh Fachu, atas jepretannya]
Selamat tahun baru Islam Bro & Sis!

Mengawali tahun 1433 Hijriyah ini, DPD PKS Kota Pekalongan pindahan kantor nih. Semoga ini menjadi langkah baik menyongsong kerja-kerja dakwah ke depan.. Penyebutan sekretariat yang sekarang adalah: Rumah Dakwah. Sungguh, ini bukan rumah yang cedak sawah. Melainkan karena di sini diniatkan sebagai Rumah-nya ummat. Go publik ceritanya.

Alamatnya cukup jelas 'kan? Ancar-ancarnya, jika Bro & Sis melalui jalur Pantura Jakarta-Semarang, pasti lewat di Jalan Wilis atau Jalan KHM Mansyur. Letak Jalan Kurinci berada di antara dua jalan besar itu. Tepatnya di dekat Lapangan Mataram, itu lho kompleks Kantor Walikota dan Gedung DPRD Kota Pekalongan. Lebih pasnya lagi depan Radio Kota Batik, nah itu dia gang 3A-nya.

Masih susah juga? Telpon ane 'dah... ntar ane jemput! Catat ya nomer hp ane: 08122994564. Gunakan nomor ini sebijaksana mungkin. Ditunggu silaturahimnya...

25 November 2011

Logo ABSP dan Filosofinya


Alhamdulillaah, akhirnya jadi juga rancangan logo Assalaam Boarding School Pekalongan (ABSP) ini. Logo ini hasil peras otak (dan keringat?) ane setelah melalui berbagai proses perenungan yang mendalam (cieee...) dan corat-coret menghabiskan 1 rim kertas (lebay nih). Maka, dengan bangga kupersembahkan untuk kejayaan Islam. Omong-omong, ini filosofinya:

Shape (Bentuk Dasar)
  • Huruf "A", merupakan nama dari lembaga ini, yaitu "ASSALAAM" atau "Assalaam Boarding School Pekalongan" (disingkat ABSP)
  • Secara keseluruhan membentuk "Pena", melambangkan dunia pendidikan, aktivitas KBM, menuntut ilmu
  • "Segitiga" melambangkan 3 pihak utama dalam suksesnya pendidikan anak: Orangtua, Sekolah dan Lingkungan.
  • Huruf "V" (hayo, siapa bisa melihatnya?), artinya "Victory" atau Kemenangan; yang dimaksudkan di sini adalah Kejayaan Islam (izzul Islam wal muslimin)
  • Huruf V ini sekaligus melambangkan "Mushaf Terbuka", artinya semua pihak yang terlibat dalam lembaga pendidikan ini diharapkan senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan utamanya.

Color (Warna)
  • Warna dominan kuning dan nuansa cerah dipilih bermakna "FUN" dan CERIA. Hal ini dimaksudkan bahwa proses KBM di lembaga ini diformat dalam nuansa yang fun, sehingga diharapkan para santri akan merasa enjoy belajar di ABSP
  • "Trio Warna" pada bidang segitiga atas (Kuning, Kuning Tua & Oranye) melambangkan "Tiga Landasan Utama" sumber keilmuan: Allah, Rasul, Al-Islam.
  • Bening (warna Mushaf) mencerminkan "Cahaya di atas cahaya" sebagaimana inspirasi Qur'an surat An-Nuur ayat 35. 
  • Warna Emas pada ujung pena (segitiga kecil) mengartikan kejayaan, kegemilangan, prestasi.
  • Coklat Walnut (warna teks) dipilih melambangkan ketegasan, kedisiplinan, keluwesan. Artinya, akhlaq disiplin yang hendak ditegakkan dibiasakan secara luwes, tidak kaku/saklek, sehingga santri, asatidz dan semua pihak yang terlibat merasa ridho menjalaninya.

Font (Jenis Huruf)
  • Constantia untuk tulisan "Assalam Boarding School". Dipilih jenis huruf ini karena ber-style formal namun garis-garisnya tegas sehingga mudah dibaca. Efek tebal-tipisnya lebih menambah kesan elegan font ini, sesuai dengan citra elegan dan profesional yang hendak dibangun pada ponpes ABSP.
  • Segoe UI untuk tulisan "Pekalongan". Alasan dipilihnya jenis huruf ini karena struktur garisnya tegas dan rata. Maknanya, visi-misi ABSP yang dicanangkan jelas tegas untuk disumbangkan secara merata demi kemajuan pembangunan (khususnya bidang pendidikan dan ruhani) Pekalongan, kota di mana ponpes ABSP ini berada.
Oke, itu dulu ah penjabaran filosofi dan contoh aplikasinya untuk berbagai orientasi pencetakan logo. Harapan ane, Bro & Sis bisa memberi masukan konstruktif, baik tentang bentuk logo maupun filosofinya. Ditunggu!


[Update: 29 November 2011]

Setelah di'floor'kan, ternyata logo ABSP di atas telah berhasil membuat 'geger', maka berikut ini ane sodorkan 2 alternatif sesuai masukan yang ada. Silakan dipilih yang pas dengan selera Bro & Sis, kemudian monggo dihujat habis-habisan... Syukron katsiiroo...

O ya, untuk filosofi alternatif #2 dan #3 menyusul yah... [tiwas sudah capek-capek ngarang, nggak kepake 'kan sayang, hehe...]  Untuk jenis huruf yang ini ane pake Century Schoolbook (80% width) dan Callibri. Selamat menikmati.

Alternatif #2:


Desain #2 dibuat atas masukan para "Pecinta Hijau", he.. he...


Alternatif #3:


Menurut ane, WARNA itu kan netral, semua warna adalah milik Allah SWT, bukan milik golongan tertentu. Artinya, semua warna adalah 'milik' umat Islam. Sepakat? Kirim dukungan untuk logo penuh warna ini, caranya: Ketik ABSP#3 kirim ke 08122994564

24 November 2011

Terima Kasih Mas Slamet

Slamet, itulah namanya. Sederhana sekali ya? Begitulah. Orangnya juga sesederhana namanya, namun hatinya sangat baik. Dia hanya dua orang bersaudara, adiknya perempuan. Karena orang tuanya tidak mampu menyekolahkan anaknya hingga pendidikan tinggi, maka ia mengalah untuk tidak menamatkan SDnya. Ia membantu orang tuanya mencari nafkah, apa saja asal halal katanya. Dan dari penghasilannya yang kecil itu, ia rela menyokong adik perempuan satu-satunya untuk terus bersekolah, bahkan hingga lulus di perguruan tinggi terkenal di Semarang. Subhanallah, pengorbananmu sangat inspiratif Mas Slamet.

Membicarakan jiwa berkorbannya Mas Slamet ini, tak akan ada habisnya. Lihat saja malam ini, ketika DPD PKS Kota Pekalongan mengadakan tasyakuran pindahan kantor. Acara intinya adalah mabit (bermalam) semua kader dan simpatisan (laki-laki) di kantor baru, sekaligus diisi khataman Qur'an dan taujih dari ketua. Nah, saat kami hendak sholat berjama'ah di masjid terdekat, Mas Slamet rela tidak ikut meraup pahala berjama'ah. Dia rela sholat munfarid setelah kami semua pulang dari masjid. Mengapa? Ternyata Mas Slamet khawatir terhadap keselamatan motor, sepeda dan helm milik kami yang terparkir di halaman kantor baru.

Terima kasih Mas Slamet... Atas pengorbananmu, kami semua bisa sholat berjama'ah dengan tenang di masjid. Subhanallah, berilah pahala berjamaah pada sholatnya mas Slamet ini Yaa Robb...

23 November 2011

Kecewa

Bro & Sis, pernahkah antum merasa kecewa? Tentu masing-masing pernah merasakan kekecewaan dengan latar belakang yang beragam. Semisal yang dialami Paul -sebut saja begitu- teman ane. Paul memiliki putra yang mondok di sebuah pondok pesantren tahfidzul qur'an. Usia putranya sekitar 14 tahun, masih duduk di kelas 7 SMP.

Ponpes putranya Paul ini rupanya pondok baru, belum ada 3 tahun berjalan dan belum memiliki aset apa pun, kecuali seorang ustadz dan semangat. Fisik pondoknya sendiri adalah 'belas kasihan' dari sebuah madrasah yang 'kurang diminati'. Kebetulan ada beberapa lokal di bagian belakang yang nganggur. Daripada tidak digunakan, lebih baik di-hibah-pakai-kan ke yayasan pengelola pondok tahfidz tadi. Mungkin begitu yang ada di benak pengelola madrasah tadi.

Singkat cerita putranya Paul baru 2 tahun mondok di sana. Saat ini hafalannya baru: juz 30, 29, 28 dan sebagian juz 1, itu pun tidak sempurna. Padahal waktu awal masuk, diprogramkan pada tahun pertama santri akan digenjot untuk hafal 20 juz! Semangat banget bukan?

Beberapa waktu lalu Paul curhat, bahwa kini putranya telah dikeluarkan dari pondok. "Lho, apa pasal? Sepertinya kemarin waktu dijenguk, baik-baik saja?" tanyaku penasaran. Paul mengisahkan, suatu siang dia ditelepon pengasuh pondok yang menyampaikan bahwa putranya dikeluarkan gara-gara ketahuan merokok. Paul kecewa dengan putranya. Karena sang putra telah menyelewengkan amanahnya untuk belajar sungguh-sungguh di pondok tahfidz. Namun Paul lebih kecewa terhadap pengasuh pondok, karena langsung menjatuhkan "Talak 3" tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Dan yang menambahi kekecewaannya, pemberitahuan itu hanya via telepon. Yang ketika hendak dikonfirmasi lebih detil lagi, telepon segera diputus. Kesannya, sang pengasuh takut pulsanya habis. Atau mungkin pengasuh tak mau meladeni pertanyaan Paul yang bertubi-tubi karena rasa penasarannya itu? Wallahu a'lam bish showab.

Di kesempatan lain mungkin Bro & Sis pernah merasa kecewa dengan orang yang  Bro & Sis jadikan panutan, idola atau sejenisnya. Kecewa lantaran orang itu tidak bertingkah laku sebagaimana seharusnya dia berlaku. Apa yang hendak Bro & Sis ambil tindakan? Saran ane, tetap hormati dia sebagai insan yang berhak dinasihati. Berikanlah hak-hak itu dengan tetap mengedepankan kesantunan dan kelapangan dada kita. Perkara dia mau menerima nasihat atau tidak, itu bukan kewenangan kita, itu wilayah Allah SWT Sang Maha Membolak-balikkan hati hamba-Nya.

Maka, tetaplah berdakwah dalam bingkai ukhuwwah Islamiyah...

22 November 2011

Mimpi Besar itu Sudah Mulai Diwujudkan...

 
Ane di ujung jembatan Assalaam.  Inilah mimpi kami...




"Awas ada truk masuk..." Satpam mengomando

Truk pertama hari ini...

Truk kedua...

Truk ketiga...


Truk keempat...

Sudah berapa rit nih?
Menumpahkan muatan
Meratakan tanah
"Minggir, jangan di depan buldozer!" sang driver memperingatkan

"Ayo, kirim tanah lagi, masih kurang nih!" kata pak Mandor


































































































Enam bulan lalu, di lahan ini....


Pengecoran pondasi jembatan baru dimulai

Lahan 1,2 Ha ini masih panen untuk terakhir kalinya

Sang arsitek sedang menjelaskan siteplan-nya kepada pengurus Yayasan




















































VISUALISASI  MIMPI  INI . . .

21 November 2011

Sepak Bola itu Tak Terkalahkan!

Istilah jawanya: menang-menangke dhewe!  Buktinya malem ini, gara-gara semua orang nonton final Indonesia vs Malaysia, semua kegiatan dipending. Dari mulai kegiatan remeh-temeh (apalagi) sampai kegiatan penting, kudu off dulu. Walah...

Ada teman ane yang istrinya anggota dewan. Baru saja beliau mengantar istrinya ke Gedung DPRD setempat. Begitu kembali ke rumah, belum ada lima menit, sang istri menelpon, "Mas, tolong aku dijemput."
"Lho, katanya ada pleno?", teman ane heran.
"Iya mas, tapi ini ditunda besok pagi. Kata ketuanya, daripada rapat tidak konsentrasi, mending ditunda besok," sang istri menjelaskan.

Oalah, jadi para wakil rakyat itu lebih memilih nonton bola daripada rapat untuk mengurusi rakyat to? Hehe... Yo, biarlah, tidak setiap pleno ditunda toh? Ini kan juga demi rakyat juga... nasionalisme katanya.

Yang lebih asyik lagi nih, Bro & Sis. Ada liqo' (ngaji rutin) diundur gara-gara nobar. Haha... Biasanya habis isya' forum sudah dimulai, ini mulainya setelah puas menyaksikan kekalahan tim Garuda Muda kita... Kata sang pembina, "Sebentar ya, lagi tanggung nih..."

Yo wis lah, belum tentu setahun sekali ini... Hihi...

19 November 2011

Sosialisasi Manhaj Taqwim

LATAR BELAKANG
  • Di antara karakteristik tarbiyah Islamiyah adalah berkesinambungan dan adanya jenjang keanggotaan
  • Proses tarbiyah yang efektif dan produktif diukur dengan parameter pencapaian sasaran tarbiyah sesuai manhaj tarbiyah
  • Salah satu instrument asasi dalam proses tarbiyah yang berkesinambungan adalah taqwim
  • Oleh karena itu perlu diadakan dauroh taqwim sebagai sarana sosialisasi risalah taqwim dan peningkatan kemampuan elemen kaderisasi dalam melakukan aktifitas taqwim

LANDASAN
 
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS. 8:27)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (QS.61:4)

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (QS. 3:159)

TUJUAN
  1. Mensosialisasikan risalah taqwim 1432 H kepada pengurus kaderisasi wilayah dan daerah
  2. Meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan keterampilan pengurus kaderisasi wilayah maupun daerah dalam mentaqwim kader
  3. Berbagi pengalaman serta menghimpun kendala dan permasalahan yang muncul di wilayah maupun daerah seputar pelaksanaan taqwim

SASARAN
  1. Tersosialisasikannya risalah taqwim 1432 H bagi pengurus kaderisasi di tingkat wilayah dan daerah
  2. Terbangunnya pemahaman yang baik dan benar di kalangan pengurus kaderisasi wilayah maupun daerah terhadap mekanisme taqwim sesuai risalah taqwim 1432 H
  3. Terbangunnya penguasaan teknis yang baik dan benar di kalangan pengurus kaderisasi wilayah maupun daerah dalam pelaksanaan proses taqwim sesuai risalah taqwim 1432 H
  4. Meningkatnya kemampuan dan keterampilan pengurus kaderisasi wilayah maupun daerah dalam mentaqwim kader
  5. Terhimpunnya data seputar kendala dan historikal pengalaman taqwim yang ada di tingkat wilayah maupun daerah

Acara berlangsung hari ini dan besok di BKK Jl. Supriyadi Semarang. Ini adalah acara Bidang Kaderisasi DPW PKS Jateng; mengundang semua bidang turunannya di level DPD. Jumlah peserta sekitar 100-an orang. Intinya adalah sosialisasi manhaj taqwim yang baru yakni manhaj 1432. Dibandingkan dengan manhaj taqwim 1421, banyak perubahan yang cukup signifikan pada manhaj baru ini. Hal-hal yang dulunya hanya bisa dinikmati oleh segelintir aktivis dakwah kampus, kini sudah dibuka ke ranah publik. Inilah keniscayaan sebuah jama'ah dakwah, yang kemaslahatannya tidak hanya untuk 'orangnya sendiri' tetapi juga untuk ummat pada umumnya.

Bro & Sis, sebagai sebuah partai politik, maka proses kaderisasi adalah hal yang niscaya. Nah, manhaj taqwim ini adalah panduan penjenjangan anggota PKS. Jika Bro & Sis adalah 'new comer' di PKS, maka mau tidak mau harus melalui proses penjenjangan ini dari titik start: yaitu Anggota Pemula. Tidak memandang apakah Bro & Sis adalah 'senior' di organisasi lain ataupun telah memiliki berbagai pengalaman dan keahlian yang diperlukan oleh PKS untuk berkembang. Baru setelah melalui berbagai proses pembinaan, kenaikan jenjang adalah hak setiap anggota. Di sinilah peran manhaj taqwim ini agar hak-hak anggota untuk 'meniti karier' dalam keanggotaannya tidak terzholimi. Dengan manhaj taqwim 1432 ini diharapkan struktur (baik DPP, DPW maupun DPD) memiliki pedoman yang pasti dalam menetapkan kenaikan jenjang anggota dan melantiknya.

Seperti diutarakan ustadz Abdul Fikri Faqih (Ketua DPW) dalam sambutan pembukaannya, bahwa hendaknya struktur dalam proses rekrutmen adalah seperti filosofi nelayan. Tebar jaring saja, dan dapatkan 'ikan' sebanyak-banyaknya. Tidak pandang dapatnya 'ikan jenis apa' yang penting dapat banyak. Baru kemudian semua orang yang bersedia bergabung dengan PKS, mau tidak mau harus ikut dalam pembinaan rutin. Dalam poses pembinaan ini, ada anggota yang 'semakin menanjak karirnya', pun tidak menafikan yang 'gagal proses'. Biarkan saja berproses secara alami, asal ketika membinanya telah maksimal mengerahkan segenap potensi kebaikan yang dimiliki.

Apa itu Taqwim? Taqwim adalah penilaian atas proses pembinaan yang dilakukan struktur terhadap para anggotanya. Semangat yang dibangun adalah semangat memperbaiki, bukan menghukumi. Dan PKS adalah partai kader, maka semua anggota PKS yang tercatat berhak mendapatkan pembinaan yang intensif agar memiliki karakter unggul sebagaimana tersurat dalam Visi-Misi PKS. Sehingga diharapkan tercipta kader-kader yang siap siaga setiap saat [hehe... kayak iklan pewangi ketiak?] untuk terlibat dalam kerja-kerja dakwah dan kerja-kerja politik PKS.

Visi-Misi yang telah dicanangkan PKS akan tinggal banner dan slogan semata jika tidak didukung oleh kader yang siap kerja. Untuk itulah proses taqwim ini diadakan, agar benar-benar mewujud sosok kader ideal.